“TARAWEH DI TIMES SQUARE NY, NORAK AH”

Oleh: Denny Siregar

Pertama kali puasa memang badan dan pikiran yang harus adaptasi. Biasanya saya pagi-pagi sudah siap dengan kopi, ini bangun tidur harus bisa menahan diri. Sebelum ramadan, kopi hanya jadi teman biasa untuk menemani hari. Pas bulan puasa, baru kerasa kalau kopi adalah kenikmatan ketika ritualnya hilang.

Tapi bukan masalah kopi itu yang pengen saya bicarakan hari ini. Hari ini akun medsos saya ramai di-tag orang. Mereka memberi tahu saya kalau ada salat tarawih bersama di hari pertama ramadan di pusat perbelanjaan Times Square New York, di Amerika. Kabarnya yang hadir di salat tarawih di sana itu ratusan orang. Dan kegiatan salat tarawih bersama itu dilihat banyak orang yang kebetulan sedang lewat di sana. Dan di foto-fotolah mereka.

Ada lagi orang yang ngetag akun saya dan mengarahkannya ke akun Instagram-nya Felix Siauw. Di sana banyak banget yang komen dengan memuja-muja salat tarawih itu sebagai sebuah keindahan, persatuan Islam, bahkan ada yang bicara inilah kekuatan Islam sesungguhnya. Pokoknya ramai deh. Dan seperti biasalah, saya dihujat-hujat sebagai orang muslim yang sering menghina agama sendiri, sering memecah belah, dan sebagainya, dan sebagainya.

Saya sendiri heran, apasih hebatnya salat tarawih bersama di jalan begitu?

Saya jujur gak ada sedikitpun kebanggaan ketika ada ratusan muslim yang salat di pusat perbelanjaan sekelas New York Times Square itu. Sama seperti ketika saya juga tidak bangga ketika ada banyak orang yang membaca Alquran di pusat perbelanjaan di Malioboro. Atau bahkan ada orang yang salat di trotoar saat lalu lintas ramai.

Sungguh, apasih yang harus dibanggakan? Justru saya malu dengan perbuatan yang norak seperti itu. Ibadah kok di pinggir jalan, di pusat perbelanjaan. Ini niat ibadah, apa mau pamer ke orang-orang? Apa yang mau ditunjukkan dengan ibadah di pinggir jalan seperti itu? Supaya orang kagum? Supaya orang masuk Islam dengan ngelihat orang salat di jalan?

Tahu gak sih, pandangan orang yang lewat di Time Square New Yowk itu? Apa benar pandangan mereka positif? Apa mereka malah tidak tambah menjadi Islamophobia dengan pameran salat seperti itu? Kan sudah ada masjid, bagus lagi masjidnya di sana. Terus ngapain salat tarawih di jalan raya, di pusat perbelanjaan? Jangan salahkan kalau nanti kebencian terhadap agama Islam makin meningkat di Amerika kalau perbuatan pamer ibadah seperti itu diterus-teruskan. Warga Amerika itu sudah lama terjangkit Islamophobia sejak kejadian 9 November. Dan tidak mudah menghapus kenangan itu di benaknya mereka.

Lagian, apasih yang ingin ditunjukkan oleh mereka yang salat tarawih di jalan itu? Bahwa Islam bersatu? Islam itu kuat? Islam ramah, atau apa? Kalau pengen Islam terlihat kuat, berlomba-lombalah kalian belajar sains dan teknologi. Ciptakan sesuatu yang luar biasa seperti yang Sudah dilakukan oleh Elon Musk dan Jeff Bezos. Gerakkan kebanggaan diri itu buka lewat pameran ibadah, tapi pameran pemikiran.

Tapi memang agenda pamer ibadah itu adalah agendanya Hizbut Tahrir Internasional. Mereka memang suka pamer seperti itu untuk mengingatkan kejayaan Islam di bawah panji khilafah. Nanti sesudah pamer ibadah, mereka juga akan pamer turun ke jalan sebagai bagian daripada unjuk kekuatan, meski gak jelas kekuatan apa yang harus diunjukkan.

Tapi yah gitulah, umat Islam zaman sekarang. Beda banget dengan umat Islam zaman dulu, zaman Ibnu Sina dan kawan kawannya. Mereka dulu dikenal sebagai seorang ilmuwan, sebagai orang yang paham filsafat, dan lain-lain.

Sedangkan orang Islam sekarang ini, terutama yang HTI, mirip seperti yang dikatakan oleh Nabi, “Umatku banyak di akhir zaman, tapi mereka seperti buih di lautan.”

Komentar