ROCKY GERUNG KINI PERCAYA AGAMA?

Oleh: Ade Armando

Rocky Gerung bikin kejutan. Tiba-tiba saja beredar video pendek yang menampilkan pernyataan dia bahwa dia ingin membuat negara Islam.

“Saya beraspirasi untuk bikin negara Islam, ” kata Rocky. “Serius!”

Dia bilang, dia belajar filsafat Islam. Dia bilang dia belajar hukum Islam. Dia kemudian membuat perbandingan. Dukungannya pada Negara Islam ini muncul setelah melakukan perbandingan. Dia mengatakan dia menjadi percaya pada Islam karena aspek keadilan dalam Islam.

“Keadilan tu sebenarnya ada dalam teologi Islam,” katanya.

Dia mengakui bahwa sulit untuk mewujudkan gagasan itu. Untuk merealisasikannya diperlukan dukungan internasional, anggaran, dan macam-macam lainnya. Tapi bagaimanapun dia tetap beraspirasi untuk mendukung negara Islam.

Rocky menyatakan, negara Islam keadilannya jauh lebih mudah dibayangkan daripada negara Pancasila. Dia bilang, dia menolak kalau disebut makar. Menurutnya, apa yang dilontarkannya adalah bayangan dan pemikiran, jadi bukan upaya makar.

“Saya membayangkan justice!” katanya. “Saya membayangkan efisiensi yang menghasilkan distribusi keadilan.”

Apa yang disampaikan Rocky ini mengejutkan. Yang jadi masalah, Rocky ini sebenarnya adalah orang yang tidak percaya agama perlu mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Beberapa tahun yang lalu dalam sebuah diskusi di Freedom Institute, dia menyatakan bahwa agama adalah kumpulan doktrin yang tidak sejalan atau bahkan bertentangan dengan demokrasi.

Dalam paparan yang terkenal itu dia juga menyebut kitab suci adalah fiksi. Kalimat terakhir itu yang bikin ramai. Bahkan gara-gara itu, Rocky sempat diadukan ke polisi.

Saya dulu cukup mengenal Rocky. Buat saya, apa yang dikatakan menunjukkan secara tegas sikap Rocky tentang agama. Bagi Rocky, agama itu bukan berisikan ayat-ayat Allah. Kitab suci – semua kitab suci – baginya adalah karya manusia

Di dalam kitab-kitab suci itu ada kisah-kisah tentang surga, neraka, nabi, mukjizat, tentang Nabi Musa yang membelah laut, tentang Nabi Adam yang diusir dari surga. Kisah-kisah itu, menurut Rocky, adalah kisah-kisah yang ditujukan untuk membangkitkan imajinasi manusia.

Cara berpikir seperti Rocky ini lazim ditemukan di kalangan ilmuwan. Jadi, kok tiba-tiba saja dia mengatakan bahwa dia pro Negara Islam.

Seperti saya katakan, dalam pandangan Rocky, Al Quran adalah karya manusia. Agama adalah buatan manusia. Hanya saja, sebagai sebuah ajaran, agama itu dengan sendirinya tidak toleran.

Menurut Rocky, agama berisi ide yang tidak dapat diganggugugat, atau uncontestable. Karena itulah, menurutnya, demokrasi tidak sejalan dengan kehidupan beragama.

Demokrasi adalah sebuah sistem politik yang mensyaratkan orang berpikir rasional, katanya. Dalam demokrasi, manusia bisa berbeda pendapat, bisa menolak sesuatu yang dianggap benar oleh penguasa, bisa bertukar pandangan.

Sebaliknya “agama adalah aturan untuk orang-orang irrasional”, kata Rocky. Rocky bahkan mengatakan kalau kita mengikuti teori Darwin, agama seharusnya sudah punah.

Baginya, agama adalah sisa-sisa yang tidak hancur dan masih bertahan mengikuti teori evolusi. Bagi Rocky, agama mencari kebenaran ke belakang bukan ke depan

Agama adalah primitivisasi. Agama tidak datang dengan argumen. Agama datang dengan dokumen suci yang tidak bisa dibantah. Karena itu, menurutnya, tidak ada yang namanya Islam moderat. Tidak ada yang namanya kebebasan dalam beragama.

Dalam konteks itulah, menurut Rocky, agama seharusnya tidak terlibat dalam urusan kenegaraan. Jadi kalau sekarang Rocky tiba-tiba saja mengatakan bahwa ia serius sedang mendukung gagasan pendirian negara Islam, ini tentu layak dibincangkan.

Kemungkinan pertama, ia berubah pikiran. Ia mungkin saja kini menerima bahwa agama adalah ciptaan Tuhan.

Kemungkinan kedua, mungkin saja ia tetap menganggap agama adalah ciptaan manusia, namun doktrin-doktrin dalam agama sesungguhnya bisa ditafsirkan ulang.

Ia kini mungkin mulai belajar bahwa sebenarnya ada keragaman dalam tafsiran Islam. Ia kini mungkin mulai paham bahwa agama sebenarnya tidak seterbelakang seperti yang ia duga. Ia mungkin mulai menerima kenyataan bahwa ada banyak orang rasional yang percaya pada agama.

Kemungkinan ketiga, ia tetap menganggap agama adalah ciptaan manusia dan mengandung ajaran yang tidak boleh diperdebatkan.

Namun ternyata ia menemukan bahwa dalam Islam memang ada doktrin-doktrin yang mendukung keadilan ekonomi dan demokrasi. Karena itu ia menganggap Negara Islam layak diperjuangkan.

Sayangnya, Rocky tidak menjelaskan apa yang dia sebut sebagai prinsip keadilan dalam Islam yang menyebabkannya lebih baik dalam hal keadilan daripada Pancasila. Apa gagasan dalam Islam yang membuatnya menjadi nampak superior dibandingkan sistem-sistem politik lain?

Apa contoh-contoh yang bisa ia tunjukkan sebagai bukti bahwa Negara Islam adalah pilihan yang harus diperjuangkan. Dan sayangnya dia juga sebagai non-muslim tidak berbicara tentang anggapan bahwa dalam negara Islam, non-muslim akan didiskriminasikan.

Karena tidak ada penjelasan yang utuh, sulit untuk memahami mengapa Rocky menganggap gagasan negara Islam memang lebih unggul dalam aspek keadilan ekonominya dibandingkan ideologi lain.

Kemungkinan keempat, dia sedang bersikap oportunis atau pragmatis saja. Jadi bisa saja dukungannya tidak dilandasi oleh pandangan yang jujur. Dia sekadar sedang cari sensasi, mencari perhatian. Atau memang dibayar untuk menyampaikan pandangan menggegerkan itu.

Ini mungkin sekali dilakukan oleh Rocky, karena jejak politik dia selama ini memang tidak menunjukkan dia memiliki integritas yang terjaga. Dia memang dikenal suka loncat-loncat. Atau dikenal bisa dekat dengan pemain politik bermasalah yang etikanya jauh dari apa yang didakwahkan Rocky selama bertahun-tahun.

Jawaban mana yang lebih tepat, saya tidak tahu.

Yang penting pernyataannya memang mengejutkan. Dalam hal ini Rocky sukses menarik perhatian. Dan pasti makin membuat kaum Islamis jatuh hati kepadanya. Pasti akan semakin banyak yang berharap dia menjadi muallaf.

Kalau dari pengalaman saya sendiri, sulitlah untuk berharap Rocky menjadi percaya agama. Saya percaya, sampai sekarang Rocky masih percaya bahwa agama dan kitab suci adalah konstruksi manusia.

Komentar