ADA TIDAK SIH KEWAJIBAN SHALAT LIMA KALI DALAM AL-QURAN?

Oleh: Ade Armando

Jadi sebenarnya ada nggak sih kewajiban shalat lima kali sehari dalam Al-Quran?Pertanyaan ini terus berdatangan pada saya. Para penanya umumnya adalah kaum muslim yang terprovokasi gara-gara cuplikan video saya di Cokro TV soal sholat lima waktu yang beredar luas di media sosial.

Saya tentu akan menjawab: tidak.

Kalau anda baca dari kalimat pertama sampai kalimat terakhir dalam Al Quran, anda tidak akan menemukan satu kalipun ayat yang bilang umat Islam wajib shalat lima kali satu hari.

Tapi, banyak orang yang kemudian mempertanyakan proposisi saya itu, karena mereka juga membaca serangan terhadap video saya yang datang belakangan.

Rasanya sih, serangan terhadap saya begitu gencar datang karena banyak orang yang denial, nggak terima aja. Dan karena tidak bisa menerima kenyataan, sebagian dari mereka lantas marah-marah dan meracau.

Saya berusaha mempelajari beragam respons yang dilontarkan. Saya bisa masukkan dalam empat kategori. Yang pertama, yang pokoknya marah-marah. Orang-orang ini biasanya bahkan tidak membahas isu sholat lima waktu itu.

Mereka mungkin memang nggak paham atau memang sejak awal berniat buruk. Jadi mereka lazimnya menuduh ucapan saya soal sholat itu adalah bagian dari upaya saya merusak Islam.

Ini seperti memperkuat narasi mereka bahwa saya adalah musuh Islam. Ada juga yang menyatakan bahwa saya sekadar cari popularitas.

Itu kelompok pertama. Kelompok kedua, berusaha membantah pernyataan saya tapi juga tanpa argumen yang jelas. Jadi mereka ini sekadar menyatakan bahwa sudah sangat jelas bahwa Allah memerintahkan sholat lima waktu di dalam Al Quran.

Tapi ya itu saja.

Apa bukti bahwa Allah memerintahkan umat Islam sholat lima kali? Tidak ada. Kelompok ini biasanya berargumen bahwa pernyataan Ade Armando tidak perlu didengar, karena bukan ahli agama.

Jadi mereka berusaha meyakinkan pembaca mereka untuk tidak membahas isu ini, karena yang mengangkat isu adalah orang yang tidak kompeten. Kelompok ketiga adalah mereka yang berusaha menunjukkan bahwa perintah sholat lima kali itu memang ada dalam Al Quran dengan menyajikan bukti.

Dibandingkan kelompok pertama atau kedua, kelompok ketiga ini sangat perlu diapresiasi. Mereka berusaha berargumen dengan bukti. Saya mungkin saja tidak setuju dengan kesimpulan mereka, namun mereka adalah lawan dialog yang rasional.

Mereka berusaha mencari mana ayat yang bisa digunakan untuk mematahkan pandangan saya. Kelompok keempat, adalah mereka yang setuju dengan apa yang saya katakan.

Mereka mengakui bahwa kewajiban sholat lima kali itu memang tidak ada dalam Alquran, melainkan adanya di dalam Sunnah dan Hadits. Biasanya yang begini adalah mereka yang memang datang dari kalangan berpendidikan tinggi dalam kajian Islam.

Buat mereka, sudah sangat jelas bahwa kewajiban sholat lima waktu itu tidak pernah ada dalam Al Quran. Karena itu pula, sebagian mereka mengakui pola sholat tiga waktu yang antara lain dilakukan sebagian penganut Syiah.

Kaum Syiah percaya sholat tiga waktu karena dalam pandangan mereka Al Quran memang hanya menyebut tiga waktu sholat. Jadi ada begitu banyak respons terhadap pernyataan saya.

Dari empat kelompok yang sudah saya sebut, rasanya yang perlu ditanggapi lebih serius adalah kelompok ketiga. Kelompok pertama dan kedua sih, tidak bermanfaat untuk ditanggapi.

Isinya kan kosong! Tapi kalau yang ketiga, saya merasa perlu mempelajari dan menjawabnya. Bagi orang kampus seperti saya, debat adalah hal biasa. Kita hanya akan menjadi pintar kalau bersedia terus menguji pendapat kita.

Dan karena itu, secara seksama saya berusaha mempelajari sanggahan-sanggahan mereka yang menyajikan bukti tentang adanya perintah sholat lima waktu. Yang paling menarik untuk dibahas adalah video Ustad Adi Hidayat.

Dia membuat video di kanal youtubenya dengan judul Waktu Sholat dalam Al-Quran. Adi tidak menyatakan bahwa dia mengomentari video saya.

Tapi cuplikan penjelasan di situ digunakan banyak orang sebagai ‘jawaban terhadap’ video saya.

Dalam videonya itu Adi Hidayat menyatakan kewajiban sholat lima waktu sangat terang, jelas dan sangat detail. Hanya saja, setelah menyaksikan videonya berulangkali dan membuka ayat-ayat Al-Quran yang dijadikan rujukan Adi, saya justru tiba pada kesimpulan bahwa memang tidak ada kewajiban sholat lima kali dalam Al Quran.

Ayat-ayat yang digunakan Adi sebagai bukti kewajiban sholat lima kali tidak meyakinkan. Untuk mengujinya, saya ajak anda langsung membaca atau mendengar bunyi ayat dalam Al-Quran itu.

Kalau anda punya Al-Quran, silahkan buka. Gampang kok mencari surat-suratnya.

Surat pertama yang digunakan Adi adalah Surat Al Isra’ (surat 17) ayat 78. Terjemahan ayatnya begini:

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikanlah pula shalat Subuh.”

Coba anda baca ulang sekali lagi. Hitung berapa kali sholat yang disebut? Jumlahnya ya tidak jelas.

Kalau yang mau digunakan untuk rujukan adalah kata ‘sesudah matahari tergelincir’, kemudian ‘gelap malam’, dan ‘shalat Subuh’ ya kita hanya menemukan 3 kali sholat.

Itu yang pertama. Yang kedua yang digunakan Adi adalah surat Hud (surat 11) ayat 114. Terjemahan ayatnya begini:

“Dan laksanakanlah shalat pada kedua ujung siang dan pada bagian permulaan malam”.

Di sini lagi-lagi jumlahnya cuma tiga. Kata Subuh bahkan sudah hilang.

Itu adalah dua ayat yang jelas-jelas menyebut kata shalat.

Adi kemudian menggunakan dua ayat lain yang tidak menyebut kata shalat, tapi menurut Adi yang dimaksud dalam ayat itu adalah shalat. Satu ayat yang digunakan adalah Surat Rum (surat 30) ayat 17. Kalimatnya begini:

“Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pada pagi hari, dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur”.

Buat saya persoalan pertama dengan penggunaan ayat ini adalah yang digunakan adalah kata ‘bertasbih’.

Kalau Allah memang memaksudkan ini sebagai ‘shalat’ kok nggak dibikin konsisten saja? Kok harus sekali disebut shalat, di lain kali jadi ‘tasbih’?

Tapi ya taruklah kalaupun yang dimaksud adalah shalat, lagi-lagi jumlahnya tidak lima kali.

Jadi ada petang, ada subuh, dan ada malam dan zuhur. Kalau begitu empat kali dong?

Nah soal tasbih ini muncul juga di surat Qaf (surat 50) ayat 39. Bunyinya: “Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.”

Maka kalau tasbih itu adalah shalat, jumlah shalat tinggal dua kali.

Tapi yang paling saya tidak paham adalah ketika Adi menyebut juga surat An-Nur (surat) 24 ayat 58. Bunyinya begini:

“Hendaklah hamba sahaya yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum dewasa di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan) yaitu, sebelum salat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari, dan setelah salat Isya.

Terus terang saya nggak paham apa hubungannya ini dengan waktu sholat. Atau kalaupun mau diada-adakan, ya yang disebut cuma tiga.

Jadi begitulah bantahan Adi. Saya tentu menghargai upaya dia untuk berargumen dengan mencari bukti.

Adi punya semangat ilmuwan yang tinggi. Namun untuk kasus sholat ini, bukti-buktinya jauh dari kuat. Karena itu, kalau saya ditanya: apakah Allah secara eksplisit memerintahkan umat Islam untuk sholat lima kali di dalam AlQuran?

Jawaban saya ya sangat jelas: tidak. Tentu saja itu adalah satu versi jawaban. Dan demi akal sehat, anda tetap bisa membantahnya.

Komentar