KASIHAN AA GYM SUDAH TURUN MESIN

Oleh: Denny Siregar

Hari ini saya pengen bahas yang ringan-ringan aja, ya. Sumpek juga melihat perpolitikan di Indonesia.

Saya kalau baca twit-twitnya penceramah agama yang sempat kondang Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, suka mau ketawa. Bukan ngetawain isi twitnya, karena isinya selalu tentang pesan yang bijak, selalu tentang spiritual, ya karena itu memang jualannya. Gak mungkinlah Aa Gym ngetwit tentang motivasi bisnis misalnya kayak almarhum Om Bob Sadino.

Yang saya ketawa itu komen-komennya. Komen dari netizen +62 yang terkenal sebagai netizen terganas di dunia ini, selalu nyinyir ketika Aa Gym ngetwit tentang akhlak. Ramai-ramai mereka menyindir akhlak Aa Gym yang dianggapnya bermuka dua, beda antara perkataan dan perbuatan. Kalo kata orang Surabaya itu Namanya jarkoni, atau isok ngajari gak isok ngelakoni. Bahasa Indonesianya, bisa ngajarin gak bisa melaksanakan apa yang dia ajarkan.

Serulah komen-komennya. Apalagi sesudah peristiwa ketika istri pertama atau istri tuanya Aa Gym, Teh Ninih, dibilang “sudah turun mesin”. Wah, emak-emak se-Indonesia Raya ngamuk kayak lebah kehilangan induknya. Namanya wanita, tentu solidaritas mereka itu tinggi. Satu dibilang turun mesin, semua emak-emak merasa ikut turun mesin juga.

Aa Gym diserang sana sini. Apalagi sesudah anaknya dari Teh Ninih, mengeluarkan tulisan viral tentang perlakuan seorang suami kepada istrinya. Netizen kemudian mengasosiasikan tulisan itu tentang perlakuan Aa Gym ke Teh Ninih, yang jelas buruk sekalilah pemberitaannya. Teh Ninih dibilang tidak berimanlah, anaknya yang coba menasihati Bapaknya dibilang tidak paham agama dan durhakalah. Macam-macam. Drama keluarga Aa Gym memang menarik untuk ditonton berseri-seri, mirip sinetron Ikatan Cinta yang panjangnya dari Papua sampai Sumatra, gak habis-habis, dan lanjut terus sampai Malaysia.

Drama Aa Gym ini bermula ketika penceramah agama ini mantap menikah lagi di tahun 2006 dulu. Aa Gym sempat menjadi idolanya emak-emak, karena dianggap penceramah yang ganteng dan sejuk perkataannya. Dan Aa Gym pun menikmati popularitasnya sebagai orang terkenal sehingga pose-posenya di majalah sudah kayak cover boy daripada kayak ulama. Eh, mendadak ada berita Aa Gym kawin lagi dengan wanita yang lebih muda dan lebih cantik bernama Teh Rini.

Kasus poligami Aa Gym ini kemudian meledak. Kabarnya Teh Ninih istri tuanya gak rela suaminya kawin lagi. Dan emak-emak seluruh Nusantara pun ada di belakangnya Teh Ninih. Mereka memboikot Aa Gym yang dianggapnya menyakiti hati seorang istri pertama yang setia. Dan sejak peristiwa itu, banyak suami yang terancam nasibnya dengan gertakan istri, “Awas kamu ya, jangan kayak Aa Gym lho.”

Padepokan Aa Gym langsung sepi. Yang biasanya ramai oleh jemaah, mendadak tidak ada kegiatan apapun. Para pedagang kaki lima di sekitar Padepokan yang biasanya untung besar dari keramaian, akhirnya harus menghadapi kenyataan sepinya pembeli. Mereka juga akhirnya menyalahkah Aa Gym kenapa sih kok harus poligami? Kan poligaminya bisa nanti aja, kalo jemaahnya udah turun minatnya. Jangan pas lagi ramai-ramainya.

Di hadapan publik, Aa Gym sempat membangun citra kalau kedua istrinya baik-baik saja. Bahkan dia tidak sungkan memamerkan kemesraan rumah tangga mereka bertiga ke publik, sekaligus pamer keberhasilannya menikah dengan dua wanita. Aa Gym bahkan menulis pengalamannya yang dituang dalam buku, “Sakinah, Manajemen Qolbu untuk Keluarga”. Saya belum baca bukunya sih, takut entar ketahuan disangka baca buku tips dan trik untuk kawin lagi.

Buku itu kabarnya best seller. Penjualannya tinggi. Gak tau kenapa. Sepertinya minat orang-orang membaca buku itu ada dua sudut pandang. Sudut pandang pertama adalah sudut pandang seorang suami, yang ingin diam-diam memberi tahu istri dengan menghadiahi buku itu, sebagai kode, “Mah, tuh Aa Gym ternyata bisa.” Dan sudut pandang seorang istri, yang membeli buku itu secara diam-diam dengan harapan, bisa tahu akal bulus para suami yang punya niatan untuk menikah lagi.

Tapi gak lama sesudah buku itu terbit, Teh Ninih pun minta cerai. Gak tahan katanya. Meski akhirnya dengan segala daya pikatnya yang luar biasa, Aa Gym berhasil meraih Teh Ninih kembali ke pelukannya. Dahsyat memang si Aa ini, laki banget. Yang jomblo aja udah pasang segala harga gak dapat-dapat sinyal, doi udah paham seluk beluk menaklukkan hati wanita.

Dan episode terakhir dari dari segala series pertama sinetron Aa Gym, beliau akhirnya yang menceraikan Teh Ninih. Sudah turun mesin, katanya. Kata-kata turun mesin inilah yang membuat serangan terhadap Aa Gym semakin keras, netizen mengutuk perkatannya yang dianggap melecehkan wanita. Dan para suami juga istri, yang dulunya sempat saling diam-diam membeli buku Aa Gym, akhirnya bersatu menyerangnya. Yang suami berpandangan, “Wah, operannya sih boleh cantik-cantik, tapi kok gak ada gol-golnya.” Sedangkan para istri berpandangan, “Tuh kan, apa gua bilang. Gak akan berhasil. Satu istri aja udah kerepotan, minta dua segala. Padahal satu aja mainnya paling cuma dua menitan, sok perjaka.”

Drama Aa Gym ini paling asik ditonton. Banyak bumbu-bumbunya sehingga netizen selalu menunggu, ada kabar apa lagi Aa? Episode baru yang seru dong.

Apa pesan moralnya dari sinetron Aa Gym ini? Banyak sih. Tapi yang terutama, janganlah melihat seorang yang dianggap sebagai penceramah agama itu sebagai manusia sempurna. Banyak orang di Indonesia yang kalau berhadapan dengan penceramah agama, jadi bodoh dan tidak memakai akalnya. Bahkan ada lho seorang Profesor, yang ahli di pendidikan, ketemu penceramah agama yang sibuk menghalal dan haramkan segala sesuatunya, menjadi ikutan bodoh dan tunduk padanya. Padahal seorang Profesor seharusnya menghasilkan karya yang memberi manfaat untuk orang di dunia, bukannya sibuk mendengarkan ceramah dan berfantasi sibuk dengan 72 bidadari di surga.

Pakai akal dalam memilah ilmu. Agama itu ada untuk memanusiakan manusia, supaya manusia tidak menjadi barbar dan seperti hewan. Kalau kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, “Agama itu akal, tidak beragama orang yang tidak berakal.” Akal itu bukan organ otak ya, tetapi kemampuan yang diberikan kepada manusia untuk bisa memilih mana yang salah dan mana yang benar.

Ya sudah, saya lagi baca komen-komen di twit Aa Gym. Seru-seru dan lumayan untuk nambah imun di tengah ketakutan akan munculnya pandemi gelombang ketiga.

Komentar