ANIES SELAMAT DARI INTERPELASI, TAPI DIHABISI KIKY SAPUTRI

Oleh: Ade Armando

Terus terang saya kagum sekali dengan Kiky Saputri. Roasting dia terhadap Anies Baswedan luar biasa. Saya menyarankan Anda mendownload rekaman segmen Lapor Pak Trans 7 yang memuat aksi brilian Kiky pada 9 November lalu.

Rekaman itu kayaknya akan menjadi salah satu bukti sejarah penting dalam perjalanan politik Anies. Selama 8 menit, Kiky meroasting, menghabisi Anies. Dan Anies yang selama ini pintar sekali menata kata, harus menanggung malu tak tertahankan

Anies selama ini berhasil menghindari upaya interpelasi oleh PSI. Anies bisa menghindar agar tidak dipermalukan PSI. Tapi dia tidak bisa menghindari Kiky.

Kiky menyebut praktis semua isu terkait kekacauan kepemimpinan Anies. Kekuatan utama Kiky ada pada punchline-nya. Punchline-nya adalah sesuatu yang membawa efek kejut yang lazim diletakkan di akhir dari sebuah set-up komedi. Disebut punchline karena memberi tonjokan yang mematikan.

Jadi setelah narasi yang mungkin pada awalnya terkesan misalnya memuji-muji, tiba-tiba saja itu akan diakhiri dengan lontaran kalimat yang membalikkan dan menghabisi. Segmen di mana Kiky muncul diawali dengan pendahuluan yang menohok.

Ceritanya Kiky hendak memperkenalkan kehadiran Anies di acara tersebut. “Kita kedatangan tamu yang luar biasa,” kata Kiky.

“Seorang gubernur, sosok pemimpin hebat. Tepuk tangan dong buat, Pak Ahok.”

Cara Kiky mengakhiri perkenalan menghujam ke uluhati. Saya yakin Anies sebenarnya sudah curiga. Kiky kan memang tidak pernah bisa dipercaya.

Jadi Anies pasti sudah mencoba menduga ke mana arah perkenalan. Tapi ketika tiba-tiba Kiky dengan wajah lugu menyebut “Tepuk tangan dong buat Pak Ahok,” saya yakin itu di luar dugaannya.

Wajah Anies terlihat merah. Malu dan mungkin marah.

Kemudian Kiky bicara soal bagaimana menyapa Anies. Kata Kiki, “Kalo ketemu Gubernur nggak bisa kayak ketemu orang biasa. Nyapanya beda. Ketemu Pak Andika kita bilang, “Pak Andika, keluarga apa kabar?” Ketemu Pak Wendy, “Pak Wendy, anak-anak apa kabar?” Kalau sama Bubernur, nggak bisa biasa-biasa begitu, “Pak Anies, Formula E apa kabar?””

Astaghfirullah. Ini kan gila luar biasa. Formula E adalah kasus yang sangat mungkin membawa Pemprov DKI dan mungkin sekali Anies ke ranah hukum. Kasusnya memang berjalin berkelindan.

Jadi pertanyaan itu bisa saja terkait dengan rencana Formula E yang sampai saat ini tak jelas sampai di mana. Tapi bisa juga terkait dugaan korupsi yang sekarang ramai dibicarakan.

Dan Kiky menghentak dengan cara yang sangat mengejutkan. Anies memang masih terlihat sok bercanda. Dia bilang semua anggota Lapor Pak akan diundang ke acara Formula E.

“Kamu, kamu, kamu diundang,” kata Anies menunjuk semua orang yang berada di ruangan.

“Kamu…” kata Anies menunjuk Kiky, “Nggak.”

Kita sebagai penonton bisa menangkap ada nada kemarahan dan ancaman di sana. Toh Kiky tidak berhenti di situ. Kiky kembali mengangkat-angkat Anies.

Kata Kiky kita harus hormat pada Pak Anies, karena dia adalah salah satu rektor termuda di Indonesia. “Karena kehebatannya dan kecerdasannya, Pak Anies diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2014. Walaupun pada akhirnya direshuffle.” Kata Kiky.

Itu punchline-nya?

Bukan. Yang dramatis adalah berikutnya. Kata Kiky, “Masyarakat banyak yang gak tahu, ketika Pak Anies direshuffle, Pak Jokowi menawarkan jabatan baru. Tapi Pak Anies gak ambil. Kenapa Pak, apa karena Bapak nggak siap dipecat dua kali?”

Gubrak!

Anies cuma bisa mesem-mesem. Tapi penderitaan sang Gubernur belum berakhir. Kiky terus menembakkan peluru.

Kata Kiky, “Banyak orang menutup mata padahal Pak Anies membangun hal yang sangat hebat. Misalnya saja Jakarta International Stadium. Stadion terbesar dan termegah bertaraf internasional. Orang-orang tuh gak lihat,”

Jeda sebentar.

“Tapi, kalau Bapak bisa membuat stadion megah,” kata Kiky lagi, “Kenapa Bapak nggak bisa membangun kepercayaan masyarakat?”

Mungkin kalau Anies boleh bicara, dia akan bilang, ampun Ky, ampun. Namun setelah itu semua, yang paling epik adalah puncaknya.

Kata Kiky, “Sebenarnya Pak, saya nyiapin roasting satu jam. Tapi saya bawain sedikit saja, nggak sampai selesai. Biar kayak program Bapak. Banyak yang gak selesai.”

Jleb.

Buat saya sih, Kiky memang luar biasa, hebat, epik. Yang saya tahu dia menulis sendiri naskah standup-nya. Dan dari apa yang dia tampilkan di Lapor Pak itu, terlihat betapa dia bisa membawa kritik-kritiknya dengan cara yang menghujam tapi lucu.

Saya sendiri menduga bahwa penampilan Anies di Lapor Pak adalah bagian dari strategi komunikasi Anies. Ini belum tentu berarti Anies membayar Trans 7. Bisa saja gratisan.

Tapi fakta bahwa Anies berani hadir walau tahu dia akan diroasting menunjukkan bahwa mereka memang hendak memanfaatkan acara tersebut. Reputasi Anies sedang goyah. Ada banyak sekali kasus yang menghantui dia saat ini.

Sehingga wajar dia menggunakan acara Lapor Pak yang memang tinggi ratingnya. Anies muncul hampir di sepanjang jam di semua segmen Lapor Pak. Para host yang lain tampak kalah wibawa dengan Anies. Mereka kelihatan sekali tak berani melewati batas kesantunan atasan bawahan.

Host seperti Andika dan Andre bahkan tak berani menatap mata Anies. Karena itu, semula program ini nampak seperti panggung bagi Anies melakukan pencitraan. Anies bahkan berkesempatan untuk menjelaskan beberapa kasus yang pernah heboh. Misalnya Anies bercerita tentang kasus dia yang jatuh ke dalam got.

Juga ada cerita Anies yang makan di warung. Pokoknya Anies dibiarkan membangun pertunjukan untuk menarik simpati masyarakat.

Yang pertama kali sebenarnya merusak suasana kemegahan Anies adalah Ayu Tingting. Anies seperti kembali diingatkan bahwa dia sebenarnya nobody. Tapi puncaknya tentu saja kehadiran Kiky.

Kiky berhasil menjadikan Anies nampak sebagai pemimpin yang gagal. Anies masih terlihat berupaya menyelamatkan diri dengan berbagai komentarnya.

Namun semua orang tahu, Anies sudah jadi bulan-bulanan. Seusai acara, Kiky kabarnya diserang para pendukung Anies. Fans Anies marah jagoannya dipermalukan. Mereka menuduh acara roasting Anies itu adalah acara yang dibayar oleh musuh-musuh Anies.

Hebatnya Kiky tenang saja menghadapi semua ini. Di Instagramnya dia justru mengangkat cuplikan video ketika dia bilang acara roasting ini tidak sampai selesai karena meniru program Anies yang juga sering tidak selesai.

Lantas dia menulis, “Gimana? Sudah puas kalian?”

Terakhir, dia juga menulis, “Waktu roasting Pak Fadli Zon dulu, aku dibilang buzzer. Waktu roasting Bu Susi dan jajaran Menteri, aku dibilang kampret. Waktu nyanyi “Welcome to Indonesia” aku dikatain kadrun. Waktu roasting pak Anies, aku dikatain cebong. Jadi sebenarnya, siapakah aku?”

Buat saya, Kiki Saputri ini memang luar biasa. Dia lucu, pintar, dan tajam.

Komentar