YAHYA WALONI MINTA MAAF, GEREJA MEMAAFKAN

Oleh: Ade Armando

Yahya Waloni akhirnya minta maaf. Buat saya, ini berita penting karena Yahya adalah ustaz mualaf yang sering menghina Kristen. Di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada 27 September, dia menyatakan menyesali apa yang disampaikan dalam ceramahnya yang menghina Kristen.

Kata dia, setelah dia menyaksikan video berisi ceramahnya, dia sadar bahwa itu tidak sesuai dengan apa yang dia tekuni selama ini sebagai pendakwah. Yahya memang sedang dalam proses hukum atas dugaan penodaan agama.

Yahya sudah berstatus sebagai tersangka sejak Mei 2021 lalu, dan kemudian ditangkap pada Agustus. Kasusnya sendiri bermula dari laporan yang dibuat oleh Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme pada 27 April 2021.

Yahya dilaporkan berkaitan dengan video ceramahnya yang menyebut kitab Injil fiktif dan palsu. Dalam ceramahnya di saluran Youtube itu, ia memuji-muji Alquran dan menghina Injil.

Dia mengatakan:

“Alquran itu bersifat hudallinnas, berlaku bagi semua manusia. Sedangkan Bibel (Alkitab) Kristen ini dongeng tambah tahayul sama dengan omong kosong. Makanya di situ ada Matius, Markus, Lukas, Stefanus, Tetanus, Spiritus, Cap Tikus.”

Di video itu ia bahkan menyatakan tak gentar dilaporkan ke polisi karena apa yang dikatakannya adalah kebenaran.

Kata Yahya: “Laporkan saya bila perlu ke Bareskrim Polri. Ini bukan cuma soal penistaan, tapi penghancuran. Saya buka di depan publik, ini (Alkitab) palsu semua. Ini yang justru mengislamkan saya. Ini isinya data-data kebohongan.”

Karena kata-katanya bahwa isi Injil itu dongeng, takhayul, omong kosong, Tetanus, Spiritus, Cap Tikus, itulah dia dinyatakan jadi tersangka.

Proses permintaan maaf ini sendiri agak unik. Pengadilan kasusnya sebenarnya belum dimulai. Yahya hadir di pengadilan karena kuasa hukumnya, Abdullah Alkatiri, meminta praperadilan agar kasus ini tidak dilanjutkan.

Tapi tiba-tiba saja Yahya menyatakan bahwa ia mencabut permohonan praperadilan dan dia juga memecat Abdullah sebagai kuasa hukumnya. Setelah hakim menyatakan putusan pencabutan praperadilan itulah, Yahya minta maaf.

Dalam permohonan maafnya, Yahya menyatakan sebagai orang yang tumbuh besar di lingkungan yang mengajarkan norma dan moral, ia mengaku khilaf karena tidak memberi contoh yang baik dalam berdakwah sehingga melampaui batasan etika dalam bermasyarakat.

Yahya lantas berterima kasih kepada majelis hakim dan menyatakan akan menghadapi proses hukum yang menjeratnya dengan jantan. Yahya berharap dirinya akan mendapatkan hikmah dari Allah agar bisa menjadi pendakwah yang bisa dicontoh.

Menanggapi hal ini, hakim tunggal PN Jaksel Anry Widyo Laksono mengatakan bahwa agenda persidangan tersebut bukan pemeriksaan materi. Meski demikian, ia menilai permohonan maaf yang disampaikan Yahya merupakan haknya.

Dengan demikian, proses pengadilan Yahya akan terus dilanjutkan, meski Yahya sudah meminta maaf.

Permohonan maaf ini sudah disambut baik oleh gereja. Persekutuan gereja-gereja di Indonesia (PGI) menghargai permintaan maaf Yahya. Media mengutip pernyataan Humas PGI, Philip Situmorang bahwa mereka memaafkan Yahya.

Kata Philip: “Dan semoga hal itu menjadi pelajaran buat Yahya Waloni sendiri dan kita semua untuk tidak melakukan hal yang menjelekkan agama atau kepercayaan lainnya,”

Philip mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang plural. Dia berharap semua masyarakat dan tokoh agama dapat saling toleransi dan tidak menyakiti agama satu dengan lainnya.

Buat saya pernyataan maaf Yahya penting agar bisa didengar para penggemarnya. Yahya selama bertahun-tahun dieulu-elukan karena ia adalah mualaf yang gemar sekali menjelek-jelekkan Kristen.

Pengetahuan dia tentang Islam dan Kristen sebenarnya dangkal, namun dia dengan percaya diri berdakwah dengan gaya seorang ahli. Dia sering mengatakan ia adalah mantan pendeta yang pindah ke Islam karena menemukan bahwa Kristen adalah ajaran yang penuh kebohongan.

Ini ia sampaikan di banyak kesempatan yang direkam dan kemudian disebarkan ke jutaan penonton melalui media digital, seperti YouTube.

Yahya menyatakan, setelah bertahun-tahun menelaah, ia berkesimpulan bahwa teori yang termuat di Alkitab Injil hampir semuanya sungsang alias terbalik. Sehingga, dengan demikian, keasliannya patut dipertanyakan.

“Ini teorinya sungsang (terbalik) semua. Teorinya tidak jelas, fakta historisnya kabur,” katanya dalam salah satu videonya.

Menurut Yahya, orang pintar pasti memeluk agama Islam. Yahya mengatakan, jika ada umat Kristen pintar yang membedah isi kitabnya, ia pasti menemukan banyak kekeliruan dalam Injil sehingga pasti memutuskan pindah agama seperti dirinya.

“Orang kalau udah pinter, pasti masuk Islam. Yakin saya, 1000 persen,” ujarnya.

Kebenciannya terhadap Kristen juga termuat dalam seri videonya berjudul ‘Membongkar Kesesatan Kristen’.

Dia misalnya bilang ritual Kristen itu aneh dan gila. Dalam salah satu videonya dia bilang, kenapa orang Kristen meninggal harus pakai jas lengkap, pakai dasi kupu-kupu.

Terus dia jawab sendiri, “Supaya mereka bisa dansa dansi dengan malaikat.”

Yahya bahkan menolak disebut sebagai mualaf. Dia mengaku lebih senang disebut mukhtadin. Dalam Bahasa Arab, kata mualaf memiliki arti ‘orang yang dibujuk hatinya’. Sementara dia mengaku tak dibujuk, melainkan mendapat petunjuk ilahi.

Karena itu, katanya, dia lebih cocok disebut mukhtadin daripada disebut mualaf. Yahya suka membual, berbohong, dan menghina. Dia misalnya mengaku bahwa sebelum menjadi mualaf, ia sempat menjadi pedeta GKI di Papua.

Tapi ceritanya sudah dibantah oleh GKI.

Ia memang diketahui pernah melamar menjadi pendeta di Gereja Protestan Indonesia di Toli Toli pada Agustus 2006, tapi ditolak karena ia tak bisa menunjukkan ijazah yang mendukung pengakuannya bahwa ia lulusan sekolah Theologi.

Ia juga mengaku pernah menjadi Rektor Sekolah Tinggi Teologi di Sorong pada 1997-2004. Ini pun kemudian dibantah Rektor lembaga Pendidikan tinggi tersebut. Orang semacam Yahya ini memang perusak dan pemecahbelah bangsa.

Dia sudah menjalankan profesinya bertahun-tahun. Karena dia merasa tak ada yang berani memperkarakannya, dia terus menerus menyebarkan kebencian. Dia bahkan seperti menyangka, memang tak akan ada aparat hukum yang bisa menyentuhnya.

Dan di sepanjang perjalanannya, ia terus dijadikan teladan oleh ribuan penggemarnya. Bila kini akhirnya Yahya mengakui kesalahannya dan meminta maaf, mudah-mudahan ini turut membuka hati mereka yang selama ini sudah menjadi korban Yahya.

Mudah-mudahan mereka kini melihat bahwa Yahya tidak perlu dikagumi dan apa yang dilakukannya menyesatkan. Mudah-mudahan kini mereka melihat bahwa di negara ini orang semacam Yahya tak akan lagi diizinkan oleh aparat hukum menyebarkan kebencian ke mana-mana.

Ayo kita lawan terus orang-orang semacam Yahya Waloni.

Komentar