PIDATO JOKOWI TENTANG PERANG MELAWAN COVID DI PBB LUAR BIASA

Oleh: Ade Armando

Kita patut bangga dengan Indonesia dan Presiden Jokowi. Berbagai indikator tentang penanganan Covid-19 menunjukkan kita berada di jalan yang benar.

Banyak pihak menyatakan Indonesia adalah negara yang patut dicontoh dalam perang melawan Covid-19. Saya juga membaca pidato Presiden Jokowi di Majelis Umum PBB.

Dan saya harus katakan dengan bangga bahwa pidato Jokowi itu luar biasa. Jokowi tampil sebagai wakil suara negara yang berada di luar lingkaran elit pusat dunia.

Dia mengingatkan adanya persoalan-persoalan serius terkait ketimpangan global yang mengancam efektivitas penanganan Covid.

Di pidatonya, dia menyoroti apa yang disebut sebagai ‘politisasi’ dan diskriminasi vaksin Covid-19 yang masih terjadi di tengah pandemi. Jokowi mengatakan masih ada ketimpangan nyata dalam hal kemampuan dan kecepatan negara dalam menangani Covid-19, termasuk vaksinasi.

Menurut data, ada 6 miliar dosis vaksin Covid-19 telah didistribusikan ke seluruh dunia, namun 80 persennya tersebar di negara maju dengan perekonomian menengah ke atas.

Menurut Jokowi, ketimpangan itu menjadi salah satu tantangan yang dapat memperlambat upaya global melawan pandemi virus corona.

Karena itu, menurut Jokowi, seluruh negara harus memastikan bahwa distribusi vaksin dan alat kesehatan lainnya harus berlangsung merata ke seluruh negara, baik ke negara besar maupun kecil.

Jokowi menyerukan agar perang melawan Covid-19 dilakukan dengan cepat, adil, dan merata. Dengan tajam ia mengatakan : “No one is safe, until everyone is,”

Jokowi menekankan bahwa kemampuan dan kecepatan negara dalam menangani Covid-19, termasuk vaksinasi, sangat timpang.

“Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi,” ucapnya.

Jokowi menegaskan perlu ada mekanisme baru untuk menggalang sumber daya kesehatan global seperti pengadaan vaksin, obat-obatan, dan alat kesehatan lainnya, secara cepat dan merata ke seluruh negara.

“Pemulihan perekonomian global hanya bisa berlangsung jika pandemi terkendali dan negara-negara bekerja sama, saling membantu untuk pemulihan ekonomi,” katanya

Menurut saya, Jokowi mengeluarkan pesan penting yang tidak berisi sekadar basa-basi. Jokowi mungkin bukan seorang orator ulung. Dia mungkin tidak tampil dengan berapi-api. Tapi pesannya sangat substantif, mendalam dan tajam.

Negara-negara besar di dunia memang tak boleh hanya mementingkan kepentingan mereka sendiri. Negara-negara besar harus sadar bahwa kecuali dilakukan bersama, perang melawan pandemi Covid -19 tak akan pernah dicapai dengan efektif.

Kita perlu bangga karena Jokowi menyampaikan pesan itu kepada dunia. Dan yang mengakui kehebatan Jokowi bukan hanya kita bangsa Indonesia, tapi juga dunia internasional.

Presiden Jokowi sudah diakui sebagai salah satu pemimpin negara terpandang di dunia. Presiden Jokowi misalnya khusus diundang Presiden AS Joe Biden untuk memberi masukan tentang penanganan Covid-19.

Hanya empat kepala negara yang diundang Biden, dan Presiden Indonesia adalah salah satunya. Keberhasilan Indonesia memang sudah banyak disebut. Bank Dunia dan John Hopkins University memuji Indonesia.

Bank Dunia sampai menurunkan tulisan berjudul: “Indonesia has passed 100 million COVID-19 vaccine doses. What can we learn?”

Yang kalau diterjemahkan menjadi: “Indonesia telah melewati 100 juta dosis vaksin. Apa yang bisa kita pelajari?”

Bank Dunia menulis pemerintah Indonesia harus dihargai. Bank Dunia menyebut dua hal yang menjadi kunci keberhasilan Indonesia.

Pertama adalah langkah pemerintah yang tepat waktu dan tegas. Menurut Bank Dunia, sementara banyak negara dunia mengeluh kekurangan vaksin, Indonesia dianggap berhasil melakukan langkah-langkah tepat menjamin ketersediaan pasokan vaksin dan secara signifikan meningkatkan program vaksinasi rakyat.

Kedua, kata Bank Dunia, Indonesia dinilai memiliki komitmen sungguh-sungguh terhadap sektor kesehatan, menjaga pemulihan ekonomi dan menerapkan mitigasi sosial. Pemerintah secara tegas dan sungguh-sungguh melakukan perubahan prioritas anggaran, dan memobilisasi bantuan asing.

Bank Dunia juga memuji kesediaan rakyat Indonesia untuk bergotong royong saling membantu untuk mencapai tujuan bersama. Bank Dunia menutup tulisan mereka dengan menggunakan ungkapan Indonesia terkenal: “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.”

Kalau Bank Dunia memuji pencapaian vaksinasi, John Hopkins University mengangkat angka penurunan kasus Covid-19 di Indonesia. Mereka merujuk pada data yang menunjukkan bahwa jumlah kasus Covid di Indonesia menurun sampai 58% dalam waktu dua minggu.

Ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara terbaik di dunia dalam hal penanganan Covid-19 Presiden Jokowi mungkin memang tak pintar berbahasa Inggris.

Gayanya mungkin ndeso. Tapi saya sangat bersyukur bahwa kita memiliki Presiden sehebat dia persis ketika kita menghadapi pandemi Covid-19.

Terimakasih Tuhan. Terimakasih Pak Jokowi. Kita semua terus dukung Pak Jokowi ya.

Komentar