SRI MULYANI VS ANAK-ANAK CENDANA

Oleh: Denny Siregar

Bu Sri Mulyani, Menteri Keuangan kita kali ini galak banget, beda banget dengan waktu dia menjabat di posisi yang sama di masa Presidennya SBY. Itu mungkin karena di bawah Jokowi dia merasa nyaman dan tidak mendapat tekanan politik untuk menjalankan kerjanya. Di zaman SBY, Bu Sri Mulyani terpaksa mundur dari jabatannya. Dia cerita kalau selama menjadi Menteri Keuangan di masa pemerintahan SBY, dia sering mendapat tekanan dari para elit.

Dan sepertinya, ketika ditekan itu, Bu Sri Mulyani tidak mendapat perlindungan dari Presiden sehingga dia lebih baik mundur daripada harus mengikuti kemauan elit di kabinet pemerintahan SBY. Dan menurut Bu Sri Mulyani, mundurnya dia dari kabinet SBY itu sebuah kemenangan karena dia tidak mau kompromi dengan kesalahan.

Beda ketika dia jadi Menteri Keuangan di zaman Jokowi ini. Jokowi melindungi dia secara politik, sehingga Bu Sri Mulyani lebih aman dalam menjalankan tugasnya yang berat dan bisa dibilang berbahaya itu. Apalagi ketika dia harus menagih utang-utang yang dulu dikeluarkan oleh pemerintah untuk menalangi bank-bank Indonesia yang terancam kolaps ketika krisis moneter di tahun 1998. Kasus ini populer dengan nama Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI.

Kenapa berbahaya? Karena mereka yang dulu dipinjami pemerintah itu, ada yang sudah kaya raya bahkan ada yang punya partai segala. Ini membuat Bu Sri Mulyani menjadi panglima perang yang ada di garis depan untuk mengembalikan uang sisa utang dengan jumlah total Rp110 triliun.

Salah satu yang dihadapi oleh Bu Sri Mulyani adalah Siti Hardiyanti Rukmana, atau kita kenal dengan nama Mbak Tutut, anak mantan Presiden yang berkuasa 32 tahun lamanya, yang bernama Soeharto. Tutut mendapat dana dari BLBI lewat 3 perusahaannya. Total dana yang dipinjam Tutut lewat skema BLBI adalah senilai hampir Rp1 triliun. Waktu itu jaminan yang dikasih oleh perusahaan-perusahaan Tutut supaya dapat duit dari BLBI hanya SK proyek doang. Jaminan asetnya gak ada. Gak tau, itu SK proyek bodong apa nggak, yang pasti Tutut ngutang ke pemerintah pada waktu itu dan sampai sekarang juga belum dikembalikan.

Sebenarnya yang ditagih oleh Bu Sri Mulyani bukan hanya Tutut aja, Tommy Soeharto juga. Tommy malah lebih besar utangnya ke negara, sekitar Rp2,3 triliun. Uang ini dulu dipinjam Tommy lewat banknya, yaitu Bank Pesona Utama. Banknya aja sekarang udah gak ada, tapi utang tetap utang, dan harus ditagih. Tommy harus bayar dan dia sekarang sedang dikejar-kejar oleh satgas BLBI untuk melunasi utang-utangnya.

Selain Tommy dan Tutut, satu lagi anak Soeharto yang dikejar oleh Bu Sri Mulyani adalah Bambang Tri. Tapi utang Bambang Tri ini tidak terkait BLBI, melainkan utang penyelenggaraan Sea Games ke-19 tahun 1997 sebesar, kecil sih, Rp35 miliar saja. Jadi, total ada 3 orang dari Keluarga Cendana yang sekarang sedang dikejar oleh Bu Sri Mulyani untuk melunasi utang lama mereka.

Uang BLBI itu sudah dikeluarkan oleh pemerintah dalam bentuk pinjaman untuk menyelamatkan perusahaan-perusahaan dan bank, ketika mereka hampir kolaps dihajar dollar yang terbang tinggi banget. Pada waktu itu, tahun 1998, pemerintah harus keluarkan ratusan triliun rupiah untuk menyelamatkan perusahaan, terutama para bank, supaya kepercayaan masyarakat terhadap bank tidak turun. Kalau kepercayaan turun, masyarakat jadi tidak ada yang mau menyimpan uangnya di bank lagi. Dan dampak sistemiknya kalau sudah begitu, sangat berbahaya untuk ekonomi kita secara keseluruhan.

Jokowi, di masa pemerintahannya di periode kedua ini, memang sudah tidak ada beban. Dia pasti ditekan sana sini oleh elit politik supaya tidak mengutak-atik kasus BLBI. Tapi Jokowi kayaknya sudah gak peduli, uang Rp110 triliun itu harus kembali ke negara karena sudah 22 tahun lamanya hanya membuat kaya orang-orang yang menerimanya.

Dan untuk menagih barang itu, dibutuhkan keberanian yang luar biasa. Bisa jadi, demo-demo besar yang kemarin bagian dari kesepakatan para elit untuk menjatuhkan Jokowi ketika dia punya niat untuk mengembalikan harta negara itu ke tangan negara kembali.

Okay, kalian tahu siapa saja elit-elit penerima dana dari BLBI itu? Pasti kaget. Ada Fadel Muhammad, ada Nirwan Bakrie, dan ada Hasyim Djojohadikusumo, adik dari Prabowo Subianto.

 

Komentar