KADRUN MEMFITNAH SAYA, MEMFITNAH ADA INVASI CINA

Oleh: Ade Armando

Saya biasanya senang kalau video saya di Cokro TV disebarkan melalui WA Group, tapi yang kali ini tidak. Masalahnya video saya di Cokro TV kali ini dipotong bagian terpentingnya, sehingga isinya justru berbelok arah.

Saya dikesankan sedang mengkampanyekan sentimen anti Cina. Padahal, kalau anda saksikan versi lengkapnya, anda akan tahu bahwa saya justru sedang mengatakan bahwa ancaman invasi Cina itu adalah kebohongan luar biasa.

Tapi ya begitulah kadrun. Mereka akan melakukan apa saja untuk menghancurkan lawan politiknya. Bahkan, kalaupun mereka misalnya mengaku beragama, ajaran luhur agama itu tidak akan mampu mencegah mereka melakukan tindakan keji seperti memfitnah.

Dan itulah yang mereka lakukan LAGI sekarang.

Video yang kali ini mereka manipulasi adalah video saya pada 21 Agustus lalu di Cokro TV berjudul PRANK INVASI CINA KE INDONESIA.

Pada video itu saya bicara soal fitnah yang disebarkan kadrun yang menggambarkan seolah-olah pemerintahan Jokowi membuka jalan bagi pemerintah Cina Tiongkok untuk menjajah Indonesia.

Fitnah soal invasi Cina yang saya jadikan konten video itu saya peroleh di berbagai WAG. Isi fitnah tentang Cina itu sangat fantastis, tidak masuk akal, namun ternyata ada banyak orang yang mempercayainya.

Dalam video saya di Cokro itu, saya berusaha merangkum fitnah tentang Cina dari berbagai tulisan yang tersebar. Misalnya saja, dalam narasi penuh fitnah itu digambarkan bahwa saat ini sudah ada 14 juta tentara Cina masuk ke Indonesia.

Targetnya, kata fitnah itu, pada 2024 sudah akan ada 100 juta warga Cina menetap di Indonesia.

Kata si penyebar fitnah, orang-orang Cina itu akan berpura-pura sebagai Tenaga Kerja Asing dan Tenaga Kesehatan. Menurut fitnah ini, Cina akan melumpuhkan sistem pertahanan, melumpuhkan ekonomi, melumpuhkan pendidikan dan juga melumpuhkan agama.

Bahkan dalam narasi penuh fitnah ini, segenap kebijakan PPKM yang diterapkan pemerintah sebenarnya ditujukan untuk melumpuhkan sendi-sendi ekonomi dan agama rakyat Indonesia.

Dalam skema fitnah para kadrun, Cina berusaha menjajah Indonesia karena tanah mereka sudah terlalu penuh sehingga membutuhkan wilayah baru untuk diduduki.

Mereka juga memfitnah bahwa Cina sengaja menyebarkan Covid 19 untuk melemahkan bangsa Indonesia. Seperti saya katakan dalam video tersebut, segenap fitnah ini sama sekali tidak masuk akal dan tidak didasarkan pada bukti apapun.

Tapi, para kadrun itu dengan mudah mengarang sendiri cerita-cerita tersebut untuk disebarkan kepada sebagian rakyat yang memang terlalu bodoh untuk mengenali kebohongan nyata dalam narasi fitnah itu.

Tapi kali ini, dalam rangka meyakinkankan para kadrun dungu, si para pembuat fitnah itu dengan sengaja mengedit video saya sehingga seolah-olah saya menyatakan bahwa memang ada invasi Cina ke Indonesia.

Yang mereka lakukan adalah menghilangkan bagian-bagian dari video saya di mana saya menyatakan invasi Cina itu adalah fitnah, bohong, hoax, prank.

Sebagai contoh, bila dalam video saya yang asli saya menyatakan: “Sekarang beredar kabar bohong bahwa Cina sedang menginvasi Indonesia..”

Maka penggalan kalimat ‘beredar kabar bohong bahwa’ dihilangkan, sehingga saya seolah-olah menyatakan: “Sekarang Cina sedang menginvasi Indonesia..”

Keji, kan?

Setelah dimanipulasi semacam itu, video itupun disebarkan. Sehingga terbangun narasi bahwa Ade Armando mengingatkan rakyat Indonesia bahwa saat ini ada ancaman invasi Cina ke Indonesia.

Video itu menjadi viral di kalangan kadrun. Saya sendiri menjadi tahu bahwa ada video editan ini dari dua tipe sumber.

Sumber yang pertama adalah mereka yang setelah menerima video tersebut merasa perlu untuk meminta penjelasan dari saya tentang kebenaran video tersebut. Ini umumnya adalah mereka yang pluralis, pro NKRI, pro demokrasi, anti Khilafah, dan pro Jokowi.

Umumnya mereka heran mengapa saya mengkampanyekan bahaya invasi Cina. Sebagian besar dari mereka mengaku tidak percaya, namun tetap harus bertanya langsung pada saya.

Mereka juga mengatakan bahwa di WAG di mana mereka bercampur dengan para kadrun, mereka diserang karena Ade Armando dianggap sekarang sudah ‘kembali ke jalan yang benar’.

Karena mereka tidak menyaksikan langsung video saya di Cokro TV, untuk menjelaskan, biasanya saya kirim saja link ke video asli di Youtube kepada mereka.

Tipe sumber kedua yang mengirim video editan tersebut adalah kaum kadrun yang memang percaya bahwa saya benar-benar menyuarakan adanya ancaman invasi Cina. Ini pun ada dua jenis kadrun.

Ada kadrun yang menyatakan bersyukur bahwa pada akhirnya mata Ade Armando terbuka tentang ancaman Cina yang selama ini mereka percaya.

Mereka sangat percaya rencana pemusnahan pribumi oleh Cina betul-betul ada, dan semoga fakta ini akan semakin dipercaya karena disampaikan oleh Ade Armando yang selama ini adalah buzzer Jokowi.

Mereka mengucapkan “Alhamdulillah”.

Saya membayangkan kalau ini berlangsung dalam pertemuan langsung, saya sudah dipeluk oleh mereka. Tapi ada kadrun tipe lain yang mempertanyakan mengapa tiba-tiba sekarang Ade Armando berubah haluan.

Ada saja yang mengatakan bahwa nampaknya saya sekarang memang sudah membenci Jokowi karena sudah kehilangan penghasilan sebagai buzzer dan tidak dapat jabatan komisaris.

Jadi karena saya tidak kebagian apa-apa dan ditinggalkan rezim Jokowi, saya pun sekarang menjelma menjadi seorang militan anti Jokowi.

Dan sebagai bukti bahwa saya sekarang sudah menjadi oposisi, saya harus menunjukkan bahwa saya secara jujur mengungkapkan kepada publik konspirasi invasi Cina oleh rezim Jokowi kepada publik.

Buat saya ini semua amazing. Kaum kadrun itu memang seperti tidak punya ukuran moral yang normal yang dijadikan rujukan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Mereka dengan mudah begitu saja menyebarkan kebohongan. Kebohongan tentang invasi Cina itu saja adalah fitnah yang busuk. Mereka tentu tahu bahwa itu tidak pernah ada.

Secara akal sehat saja kita seharusnya tidak percaya bahwa ada invasi Cina ke Indonesia dengan cara yang mereka gambarkan. Tentu saja sebagai sebuah negara adidaya, Cina perlu meningkatkan kehadiran kepentingan ekonominya di Indonesia.

Namun itu tentu saja tidak berarti mereka akan melumpuhkan sistem pertahanan, kekuatan ekonomi, ekonomi rakyat, pendidikan dan negara kita.

Apalagi sampai mengirimkan tentara mereka. Apalagi sampai menyebarkan Covid. Para kadrun itu berbohong tentang Cina dan kemudian menyebarkannya untuk memprovokasi kebencian kepada Cina.

Lantas, ketika saya membahasnya untuk menunjukkan bahwa itu semua bohong, mereka memelintir video saya sehingga saya seolah-olah justru membenarkan adanya invasi tersebut.

Lagi-lagi mereka membangun kebohongan. Bagi saya, ini mencengangkan karena ini kembali menunjukkan betapa busuknya para kadrun ini.

Mereka nampaknya percaya bahwa tujuan memang menghalalkan cara. Mereka tidak peduli dengan moral, kejujuran, kebenaran. Hati mereka busuk. Dan mereka menjadi sangat jahat juga karena mereka memanfaatkan kebodohan bangsa Indonesia.

Mereka tahu bahwa banyak warga Indonesia yang sangat mudah ditipu karena keluguan dan kebodohan mereka. Dan kaum bodoh inilah yang terus dijadikan sasaran kampanye penuh fitnah mereka. Kasus ini kembali mengingatkan saya bahwa perjuangan masih panjang.

Kita harus berhadapan dengan kumpulan kadrun yang bersedia menggunakan senjata sebusuk apapun, sementara kita tetap harus berperang dengan cara yang bersih, jujur, mengikuti nilai-nilai moral.

Komentar