KITA DUKUNG POLRI MENANGKAP YAHYA WALONI DAN MUHAMMAD KECE

Oleh: Ade Armando

Keputusan POLRI menahan Yahya Waloni dan Muhammad Kece patut diacungi jempol. Baik Yahya dan Kece memang tidak layak terus bebas menyebarkan penghinaan agama yang dapat memprovokasi terjadinya kemarahan umat beragama.

Bila orang seperti Waloni dan Kece tidak ditindak tegas, penyebaran kebencian dan penghinaan agama akan terus berkembang sampai titik yang sulit dikendalikan. Saya yakin mayoritas umat Islam tidak suka mendengar ceramah Yahya Waloni, dan mayoritas umat Kristen tidak suka dengan khutbah Muhammad Kece.

Tapi masalahnya, selalu ada saja orang-orang berpikiran sempit yang gampang ditipu oleh pemuka agama busuk semacam Yahya dan Kece. Dengan penahanan Kece, polisi membuktikan bahwa negara tidak pilih kasih.

Mereka yang biasa nyinyir menuduh pemerintah anti ulama kini terpaksa mingkem. Yahya sebenarnya sama sekali tidak memenuhi syarat ulama. Tapi biar bagaimanapun penahanannya tetap bisa saja digoreng sebagai bukti penzaliman ulama.

Namun, narasi itu kini akan lumpuh karena Muhammad Kece ditahan karena menghina Islam. Seperti saya katakan baik Yahya maupun Kece layak dipandang sebagai pemecah belah bangsa.

Saya sudah bahas kebiadaban Yahya pada video sebelumnya. Kini kasus yang terutama akan saya angkat adalah soal Muhammad Kece. Kece adalah versi Kristen dari Yahya Waloni.

Saya sudah mendengar paparannya di video-videonya tentang Islam. Kece ini jelas bisa mengaji. Dan kemampuan mengajinya itu kini ia gunakan untuk meyakinkan orang bahwa dia adalah orang yang sangat paham Islam.

Dan kalau sekarang ia menghina-hina Islam, penghinaannya itu seolah dilandaskan pada pengetahuannya yang mendalam tentang Islam.

Orang ini memang manipulative. Dia setali tiga uang dengan Yahya Waloni. Dia sadar, dia bisa mendapat rezeki berlimpah kalau ia menjelek-jelekkan agama lamanya. Kemampuan mengaji itu tidak ada hubungannya dengan keimanan seseorang.

Karena itulah sejak lama saya mengatakan kemampuan menghapal Al Quran itu sebaiknya tidak digunakan sebagai prasyarat untuk memperoleh kemudahan masuk ke Universitas Negeri.

Manghapal Al Quran atau kemampuan mengaji Al Quran hanyalah kecakapan biasa yang diperoleh setelah berlatih bertahun-tahun.

Keunggulan mereka adalah soal teknis bukan substantif. Dan ini yang jelas ditunjukkan Muhammad Kece. Dia ini, sebagaimana Yahya Waloni, seolah bersikap seperti seorang ahli agama. Padahal isi omongannya sampah.

Si Kece ini merujuk pada sejumlah ayat Al-Quran, memotongnya dari konteks, menafsirkannya sendiri secara dangkal, dan kemudian dengan gegabah bicara seolah ia memahami ayat-ayat itu jauh lebih akurat daripada para penafsir selama ini.

Gagasan utama Kece sederhana: Yesus atau Nabi Isa akan membawa umatnya ke surga, sementara Muhammad akan membawa umatnya ke neraka. Sebetulnya kalau cuma sampai situ, persoalan tidak terlalu bermasalah.

Mungkin mayoritas umat Kristen memang percaya bahwa yang benar adalah Tuhan Yesus, sementara Muhammad adalah tokoh biasa yang mengaku sebagai Nabi.

Begitu juga mayoritas umat Islam percaya Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang dikirim Tuhan untuk mengoreksi ajaran-ajaran sebelumnya, sementara Isa adalah nabi biasa sebelum Muhammad.

Jadi, kalau ini sebenarnya narasi yang normal. Paling kita akan mengatakan, mbok ya nggak usah seeksplisit itu bicara di Youtube.

Masalahnya, Kece memang tidak sedang mengajak orang berpikir dan berdiskusi. Yang dia lakukan adalah memang menghina Islam. Menurutnynya Yesus atau Nabi Isa dekat dengan Allah, dan karena itu apa yang disampaikan Yesus tentang Allah adalah akurat.

Ini berbeda dengan Muhammad. Menurut Kece, Muhammad tidak dekat dengan Tuhan. Muhammad itu dekatnya dengan jin. Dan untuk meyakinkan penonton, Kece senang sekali mengutip ayat yang mengatakan jin berkumpul mengikuti Muhammad.

Menurut Kece, di situlah letak duduk persoalannya. Dalam penjelasan Al Quran, ada yang dikenal sebagai jin Islam. Jumlah jin Islam itu banyak. Padahal kata Kece, jin itu adalah semacam setan.

Jadi kalau Muhammad dekat dengan jin, ini berarti Muhammad dekat dengan setan. Jadi kalau Muhammad dekat dengan jin, ajaran yang dibawa Muhammad adalah ajaran setan. Bahkan lebih jauh lagi, umat Islam yang mengikuti ajaran Muhammad sebenarnya mengikuti ajaran setan.

Jin Islam membawa manusia ke neraka Karena itulah Nabi Muhamad sebenarnya akan membawa umat Islam ke neraka. Menurut Kece, inilah yang menjelaskan mengapa Nabi Muhammad kerjaannya kawin melulu, memiliki banyak istri, bahkan menyukai anak-anak.

Nafsu Muhammad itu, kata Kece, adalah nafsu seks Jin. Kata Kece, Muhammad diperintahkan untuk memerangi manusia.

“Dia adalah pemimpin perang, dia mengambil istri orang” ujar Kece.

Karena itu, menurutnya, pengikut Muhammad itu suka mengancam, membunuh, membom, demo berjilid, jilid, menyerang. Menurutnya lagi, Islam adalah agama yang diperalat orang Arab untuk mencari nafkah.

Jadi buat apa mendoakan Muhammad karena dia bukan utusan Tuhan?

Kata Kece “Tidak ada ayatnya yang menunjukkan Muhammad masuk surga. Tanpa Muhammad, Indonesia masuk surga”.

Karena itulah dia menyarankan umat Islam mengikuti jejaknya, meninggalkan Islam. Seperti Anda lihat, Kece sama sekali tidak berusaha mencerahkan alam pikir masyarakat. Apalalagi kalau Anda menyaksikan videonya secara langsung.

Dia itu seperti Yahya Waloni. Ketika dia menghina agama, dia melakukannya dengan tertawa-tawa. Dia dan Yahya nampak puas sekali kalau bisa menghina agama yang pernah dipeluk mereka.

Cacat utama dari argument Kece adalah soal jin. Dalam Islam, sebagaimana seharusnya sudah dipelajari Kece, jin memang tidak selalu jahat.

Dalam Islam, ada jin baik dan ada jin jahat. Mirip dengan manusia: ada manusia baik dan manusia jahat. Ini memang berbeda dengan ajaran Kristen yang menganggap jin adalah setan atau roh jahat.

Jadi mungkin sekali Kece merujuk pada ajaran Kristen sehingga dia bisa saja tidak setuju dengan konsepsi jin menurut Islam. Tapi kok, dia bisa-bisanya menggunakan ajaran Kristen untuk menuduh bahwa jin-jin yang dekat dengan Nabi Muhammad itu adalah setan?

Kalau Anda baca kisah-kisah dalam Al Quran, lazim ditemukan cerita tentang jin-jin yang membantu atau berkolaborasi dengan para nabi. Seperti saya katakan, kalau Kece tidak percaya dengan keberadaan jin baik, ya itu sih hak Kece.

Tapi tiba-tiba mengatakan bahwa semua jin adalah setan, dan bahwa ajaran yang diterima Muhammad datang dari setan adalah sebuah penghinaan yang sama sekali tidak berdasar.

Apalagi Kece seharusnya sangat tahu bahwa tidak pernah ada kisah dalam Islam yang menunjukkan Nabi Muhammad memperoleh wahyu Allah melalui jin. Nabi Muhammad memperoleh wahyu melalui perantaraan Malaikat, bukan jin.

Jadi jelas Kece itu memang sembarangan menyimpulkan untuk menghina Islam. Buat saya, Muhammad Kece itu sampah. Karena itulah, kita sebaiknya sama-sama mendukung POLRI untuk menindak tegas orang-orang semacam Muhammad Kece dan Yahya Waloni.

Mereka adalah orang-orang yang rela mengobarkan kemarahan dan kebencian masyarakat dengan tujuan menghancurkan hubungan antar beragama. POLRI memang harus memberi contoh dan menunjukkan bahwa di negara ini, penghinaan agama tidak diizinkan, penyebaran kebencian atas dasar agama tidak diizinkan.

Komentar