AA GYM BILANG TEH NINIH TURUN MESIN ITU JAHAT!

Oleh: Nong Darol Mahmada

 

Salah satu argumen yang sering saya kemukakan ketika tidak setuju atau menolak poligami adalah karena yang selalu jadi korban poligami itu adalah perempuan, dalam hal ini istri, dan anak-anaknya. Istri sering mendapat kekerasan khususnya kata-kata kasar yang memojokkan dan menyakitkan. Bahkan banyak juga yang mendapatkan kekerasan fisik. Tindakan itu disaksikan terus-menerus dan terekam oleh anak sehingga membuat trauma akut buat si anak.

Nah, kini kita saksikan contoh konkretnya secara kasat mata pada sosok Teh Ninih, istri Aa Gym, dan anaknya Muhammad Ghaza al Ghazali yang ramai sekarang ini.

Nama Aa Gym kembali ramai diperbincangkan. Bukan soal pernyataan-pernyataan keislamannya yang dulu dikenal damai dan menenangkan tapi soal kehidupan rumah tangganya. Sejak ia berpoligami berita yang keluar di media memang banyak sekali soal gonjang ganjing poligaminya.

Dulu waktu ia memutuskan poligami langsung popularitas sebagai ustaz melorot. Banyak yang kecewa khususnya para ibu yang memang ngefans dengan isi ceramahnya. Aa Gym kena batunya, bukan hanya popularitas sebagai dai yang terjun bebas bahkan usaha bisnisnya yang dikembangkan di pesantrennya pun terkena imbasnya. Banyak yang bangkrut.

Baru-baru ini kembali Aa Gym bikin heboh. Aa Gym mengeluarkan pernyataan yang bikin publik sewot dan marah. Dia bilang Teh Ninih istrinya sudah 7 kali turun mesin. Apaaa???

Oke, sebelum saya meneruskan lebih panjang lebar soal analisa dan lain-lain, saya kutip di media pernyataan utuhnya biar gak dianggap sepotong-potong dan hoax.

Begini katanya: “(Teh Ninih) ini adalah istri yang sudah 19 tahun mendampingi saya, sudah tujuh kali turun mesin. He he he.”

Terus kemudian ia lanjutkan,

“Aa Zalim kepada istri? Saya tanya, siapa yang lebih mencintai istri saya selain saya suaminya? Ha? Pada sok tahu!” Kata Aa Gym seperti itu.

Nah, membaca pernyataan ini sebagai perempuan emosi saya langsung meledak, rasanya pengen marah nih sampai ke ubun-ubun. Emangnya perempuan buat dia itu motor atau mobil ya? Seorang ustaz ngomong begitu buat saya, jahat banget.

Aa Gym pastinya udah ngerti dong kalo perempuan adalah makhluk Allah yang sama dengan lelaki yang punya perasaan, punya akal. Dalam Islam posisi perempuan ditempatkan sebagai makhluk yang luar biasa, justru karena kodratnya yang gak dipunyai laki-laki yaitu alat reproduksi. Perempuan punya rahim, bisa hamil, melahirkan, dan menyusui.

Itu ada di dalam Alquran.

Meski mungkin pernyataan “turun mesin” itu maksudnya bercanda dari Aa Gym, justru ini sangat berbahaya keluar dari mulutnya, karena Aa Gym dikenal sebagai figur publik. Posisinya masih seorang pendakwah yang masih berpengaruh untuk jemaahnya.

Buat saya, melahirkan yang Aa Gym istilahkan sebagai turun mesin gak bisa dijadikan sebagai bahan bercandaan. Dalam Islam bahkan perempuan yang melahirkan itu disebut sedang jihad dan perempuan meninggal karena melahirkan, posisinya sama dengan syahid.

Jadi sungguh penghinaan yang luar biasa pernyataan Aa Gym yang menyebut Teh Ninih tujuh kali turun mesin padahal The Ninih telah berjuang melahirkan tujuh anak-anaknya dengan perjuangan yang luar biasa. Ternyata bagi Aa Gym, istri itu hanya dianggap sebagai mesin reproduksi aja.

Pandangan ini mungkin akhirnya bisa menjelaskan kepada kita kenapa Aa Gym berpoligami, meski bersama Teh Ninih sudah menikah bertahun-tahun dan dianugerahi tujuh anak. Karena pandangan dan sikapnya tidak memuliakan istrinya sendiri.

Dan ini semakin dibuktikan lagi dengan pengakuan anaknya Ghaza al Ghazali di status FBnya yang konon sudah dihapus tapi udah banyak dikutip media. Menurut media kutipan Aa Gym yang tadi saya bacakan, yang ada soal turun mesinnya itu, itu menanggapi status anaknya ini.

Status itu tulisannya sebenarnya panjang banget. saya persingkat saja ya intinya kira-kira seperti ini: sebagai anak, apalagi anak lelaki, Ghaza sangat sedih melihat ibunya diperlakukan oleh ayahnya.

Dalam tulisan itu ibunya, dalam hal ini Teh Ninih, sering dibilang musyrik, munafik, menuhankan manusia, dan lain-lain. Katanya selama 15 tahun ibunya menerima perlakuan ini dengan diam dan sabar.

Kata Ghaza lagi, ini saya langsung aja kutipkan ya biar lebih clear: Rasanya cukup bagiku penderitaanmu. Sudah waktunya bagimu untuk tersenyum. Sudah cukup tangisanmu. Cukup, waktunya bahagia. Meskipun tidak bersama-sama.

Ini mengharukan banget buat saya.

Nah, seperti yang kita baca di media, kehidupan poligami Aa Gym digambarkan sangat carut-marut. Aa Gym menceraikan Teh Ninih, kemudian rujuk lagi, dicerai lagi, dan baru-baru ini Aa Gym mencabut gugatan cerainya. Penuh drama.

Dalam Islam, seperti yang tertulis dalam Alquran, syarat bisa poligami kalau suami bisa berlaku adil. Dan menurut saya di dunia gak ada yang bisa berlaku adil, apalagi relasi suami istri atau pernikahan adalah soal perasaan, soal kasih dan sayang, dan tujuannya mewujudkan kehidupan yang sakinah, tenteram, dan bahagia.

Para pelaku poligami sering beralasan kalau tindakannya mengikuti sunnah Nabi. Wah, beda boss! Kalian jangan coba-coba mensejajarkan diri dengan Nabi.

Bila kita belajar dan merujuk pada pernikahan Nabi Muhammad secara utuh, beliau itu menikah monogami (satu istri) dengan Siti Khadijah itu selama 25 tahun. Nah, setelah Siti Khadijah meninggal, baru Nabi Muhammad berpoligami. Dan itupun hanya 8 tahun. Jadi kalau mau ikut sunah Nabi, mengapa bukan masa yang lebih banyak yang diteladani? Gitu dong, boss!

Nih, bahkan nih ya dengan terang-terangan Nabi pun tidak mengizinkan putrinya, Fatimah, dimadu atau dipoligami oleh suaminya, Ali bin Abi Thalib. Ali pun taat dan hidup monogami sampai Fatimah wafat. Alasan Nabi melarang Ali mempoligami putrinya, karena itu menyakiti hati putrinya, bila hati putrinya sakit maka beliau juga sakit.

Nah, kasus kehidupan keluarga Aa Gym yang berpoligami ini jadi pelajaran banget nih buat kita khususnya kaum perempuan. Karena itu buat para perempuan, saya menyarankan atau mungkin meghimbau, jangan mau dipoligami. Apalagi kalau alasannya dibalut dengan agama. Jangan takut dibilang istri pembangkang, jangan mau diancam istri yang gak patuh dan menolak keinginan suami poligami, terus kemudian dibilang melanggar Alquran, terus kemudian nanti masuk neraka, gak akan mendapat surga. Bullshit banget kalau menurut saya.

Nah, untuk para lelaki, jangan ikuti Aa Gym atau pelaku poligami. Apalagi harus bayar ikut seminar untuk sukses dengan kehidupan poligami. Banyak tuh iklannya sekarang nyebar di media sosial. Plis, setialah dengan satu istri. Muliakanlah perempuanmu dengan tak membagi cintamu.

Terakhir saya ingin menyanyi nih lagu ciptaan Aa Gym sendiri.

Mungkin pemirsa Cokro TV pernah mendengarnya. Jadi, kira-kira begini.

Jagalah hati jangan kau nodai.
Jagalah hati jangan berpoligami.

Komentar