KHALID BASALAMAH, FELIX SIAUW, DAN KETERBELAKANGAN INDONESIA

Oleh: Ade Armando

Dua teman saya, kisanak Eko Kuntadhi dan ustaz Akhmad Sahal lagi ngomel-ngomel.
Mereka sebal dengan Khalid Basalamah yang meminta umat Islam tidak menyanyikan lagu Indonesia Raya. Akhmad Sahal juga mengecam pendapat Felix bahwa Islam tidak mengenal nasionalisme.

Kisanak Eko dan ustaz Sahal mengutarakan kesebalannya lewat media sosial. Khalid dan Felix adalah dua tokoh yang dijadikan panutan sebagian muslim Indonesia. Celakanya, pandangan mereka datang dari pendekatan beragama yang sempit.

Celakanya lagi, kalau sikap mereka diikuti saya yakin Indonesia akan menjadi terbelakang.
Ucapan Khalid itu termuat dalam videonya. Jadi, ada seorang fansnya yang bingung tentang apa yang harus dilakukan anaknya ketika diwajibkan menyanyikan lagu Indonesia Raya di sekolahnya. Dengan yakin, Khalid mengatakan, si anak tidak usah mengikuti perintah itu.

Ia menyarankan pada saat teman-temannya menyanyikan Indonesia Raya, si anak cukup melafalkan dua surat Alquran: Al-Falaq dan An-Nas. Itu adalah dua surat berisi doa seorang muslim yang meminta tolong dari gangguan bisikan setan. Kata Khalid, para guru juga tidak akan tahu bahwa si anak sedang membaca ayat-ayat Alquran.

Lewat cuitannya di Twitter, Eko Kuntadhi menyebut Khalid Basalamah sebagai gerombolan Wahabi.

“Selurus-lurusnya kelompok Wahabi tetap saja pikiran mereka bengkok,” tulis Eko.

Kalau Felix Siauw, ceritanya agak lain. Yang dirujuk ustaz Akhmad Sahal adalah tweet Felix tentang nasionalisme. Felix bilang, dalam Islam tidak dikenal istilah nasionalisme. Dalam tweetnya, ustaz Akhmad Sahal menulis: “Khalid Basalamah bilang gak usah menyanyikan Indonesia Raya. Felix Siauw bilang gak usah bela Indonesia karena menurut dia, nasionalisme gak ada dalilnya.”

“Ustaz-ustaz ini nyari makan di Indonesia, tapi merongrong Indonesia,” tulis ustaz Akhmad Sahal.

Saya paham sekali dengan kesebalan Kisanak Eko dan ustaz Sahal. Kalau pengharaman lagu Indonesia Raya dan nasionalisme ini datang dari ustaz amatiran mungkin masih bisa diterima. Tapi kalau ini datang dari ustaz sekaliber Khalid Basalamah dan Felix Siauw, jelas sekali ada persoalan serius dengan umat Islam di Indonesia.

Khalid menyatakan dia mengharamkan lagu Indonesia Raya bukan kerena dia anti-negara.
Jadi kenapa?

Kalau saya baca pernyataan-pernyataannya selama ini, Khalid memang sangat percaya bahwa Islam mengharamkan lagu. Dalam sebuah penjelasannya, Khalid menggambarkan bahwa musik dan alat musik adalah anak panah setan yang menusuk hati manusia. Pandangan itu, ia rujuk pada pendapat seorang sahabat Nabi bernama Abdullah bin Mas’ud.

Kata Khalid, Alquran dan musik adalah dua hal yang tidak bisa dipertemukan. Menurutnya, kalau seseorang sudah menyukai musik, mustahil dia bisa mendengarkan Alquran. Bukan sekali ini saja Khalid mengeluarkan seruan yang terkesan tidak masuk akal.

Kalau lihat ceramah-ceramahnya, ada lebih banyak contoh lagi. Dia misalnya mengatakan umat Islam tidak boleh memasang patung dan lukisan manusia atau binatang di rumahnya. Kata dia, dengan merujuk hadis yang dia percaya, malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada lukisan manusia atau hewan dan patung.

Kalau malaikat tidak masuk, maka yang akan mendatangi rumah itu adalah setan. Tapi, kata Khalid lagi, kalau yang dipasang adalah lukisan bangunan atau pemandangan, tidak apa. Yang terlarang adalah lukisan makhluk hidup.

Di kesempatan lain, Khalid juga menyatakan bahwa seorang pria muslim dapat meniduri budak perempuannya tanpa dinikahi. Dengan kata lain, Khalid menganggap seks di luar pernikahan sebagai sesuatu yang halal, selama dilakukan dengan budak. Khalid juga pernah berbicara soal nasionalisme.

Ini gara-gara dia ditanya soal hadis yang terkenal yang berbunyi: “Cinta tanah air adalah sebagian dari iman.” Menurutnya, hadis itu super palsu. Menurut Khalid, dalam Islam tidak ada konsep cinta tanah air atau nasionalisme.

Nasionalisme adalah sikap fanatik golongan yang diharamkan dalam Islam, katanya. Yang diizinkan, kata Khalid, adalah fanatik pada Islam. Menurut penjelasan Khalid, seorang umat Islam tidak boleh mempedulikan sesama bangsa Indonesia karena alasan nasionalisme. Umat Islam harus peduli dengan saudaranya yang sesama muslim, katanya.

Buat saya orang seperti Khalid dan Felix adalah contoh para ulama yang tidak menggunakan akal sehat dalam beragama, dan hanya akan membawa umat Islam dan bahkan seluruh bangsa Indonesia menuju keterbelakangan. Coba saja kita periksa satu per satu logika Khalid.

Pengharaman musik itu sama sekali tidak masuk di akal. Di mana logikanya, masak gara-gara mencintai musik, umat Islam jadi menjauh dari Alquran?

Manusia itu setiap hari punya 24 jam yang bisa diisi oleh beragam kegiatan, dari menulis, makan, mempelajari ilmu, mendengar, dan menyanyikan musik dan membaca kitab suci. Kalau dia bilang, kita sebaiknnya jangan mengisi hidup kita dengan hanya kegiatan bersenang-senang sehingga melupakan Allah, argumen itu mungkin masih bisa diterima.

Tapi mengharamkan menyanyi sih ya kelewatan. Apalagi menyanyikan lagu kebangsaan. Apa yang salah sih?

Lebih seramnya lagi, Khalid menyarankan agar umat Islam membacakan ayat-ayat pengusir gangguan setan ketika diperintahkan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Memang Indonesia Raya lagu kebangsaan setan?

Begitu juga larangan memuat lukisan di rumah. Masa malaikat tidak bisa masuk ke rumah yang di dalamnya ada lukisan dan patung?

Kalau malaikat tidak bisa masuk ke rumah, perilaku manusia jadi bebas dong. Kan, selama ini kelakuaan baik dan jahat manusia dicatat malaikat. Kalau malaikat tidak bisa masuk ke rumah, jadinya tidak ada malaikat pencatat kejahatan ketika saya berada di rumah?

Begitu juga soal melakukan hubungan seks dengan budak perempuan. Kalau ini digunakan, apa yang dilakukan ISIS dengan memperkosa tawanan-tawanan perangnya itu jadi halal dong. Bukankah budak salah satunya adalah mereka yang ditawan dalam peperangan.
Begitu juga soal nasionalisme dan tanah air.

Itu kan berarti umat Islam di Indonesia tidak memandang nonmuslim di Indonesia sebagai saudara. Ini kan berarti umat Islam hanya mau saling membantu dengan sesama muslim tapi tidak dengan nonmuslim. Super-duper parah.

Ajaran-ajaran orang seperti Khalid, dan juga Felix, luar biasa bermasalah. Sebagai orang yang percaya pada kebebasan berpendapat, saya tentu mengakui hak Khalid dan Felix untuk bersuara. Namun apa yang mereka sampaikan harus terus dilawan, harus terus diluruskan.

Orang-orang sepeti Khalid Basalamah dan Felix Siauw adalah sumber masalah bagi Indonesia. Saya berharap mudah-mudahan umat Islam di Indonesia bersedia terus menggunakan akal mereka untuk menseleksi sendiri pedapat-pendapat terbelakang seperti yang disebarkan Khalid dan Felix.

Komentar