TANPA AKAL SEHAT, MEREKA PERCAYA YAHUDI TERLAKNAT

Oleh: Ade Armando

 

Sejak awal saya harus ingatkan bahwa saya tidak anti-agama. Saya merasa saya adalah pemeluk agama yang taat. Saya percaya bahwa agama, semua agama, mengajarkan semata-mata kebaikan. Tapi saya juga harus mengakui bahwa seringkali cara beragama yang sempit bisa menjadi pangkal bencana.

Ini kembali saya lihat dalam keriuhan tentang serangan Israel ke Palestina saat ini.
Atau lebih tepatnya tentang konflik Israel Palestina yang sudah berlangsung hampir 80 tahun.

Kalau saja kita bisa memandang konflik ini dalam konteks politik antar negara, atau dalam konteks hak asasi manusia, perdebatan seharusnya jauh lebih sederhana. Masalah jadi runyam ketika agama dibawa-bawa. Apalagi Ketika kitab suci dibawa-bawa.

Sebagian pendukung Israel mati-matian membela Israel dengan merujuk pada ayat-ayat yang termuat dalam kitab suci yang menyatakan bahwa tanah Palestina itu dijanjikan Tuhan pada bangsa Israel.

Sementara sebagian pendukung Palestina mati-matian menyatakan bahwa Israel harusnya dimusnahkan karena kitab suci memang menyatakan bahwa kaum Yahudi adalah bangsa musuh Islam.

Keduanya sama-sama sempit.

Kali ini saya hanya mau mengomentari cara pandang banyak orang Islam tentang Yahudi yang menurut saya menjadi salah satu biang masalah. Saya tidak mau mengomentari soal sikap kaum pro-Israel, karena mereka kesannya terlalu baper untuk menerima adanya perbedaan pemahaman tentang isi kitab suci mereka.

Jadi saya memilih bicara tentang agama saya saja. Dalam pandangan saya, banyak orang Islam menentang Israel terutama karena mereka percaya bahwa Alquran memang menyatakan bahwa Yahudi adalah musuh Islam, tidak bisa dipercaya dan bahkan harus diperangi atau bahkan dimusnahkan.

Itulah yang menjadi keyakinan organisasi seperti HAMAS, yang sikapnya sangat jelas anti-Israel. Jadi kalaupun kalangan ini menerima rencana perdamaian antara Israel dan Palestina, itu dianggap seharusnya hanya bersifat sementara.

Dan ini semua dilandaskan kepada kepercayaan bahwa Allah memang memerintahkan umat Islam untuk memusuhi Yahudi. Ada sejumlah ayat Alquran yang mereka jadikan rujukan.

Salah satu yang paling terkenal adalah surat Al Maidah ayat 82 yang berbunyi: “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.”
Begitu pula ada surat Al Baqarah ayat 120 yang menyatakan: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.”

Dan ini diperkuat dengan hadis Nabi yang juga terkenal yang menyatakan bahwa menjelang kiamat, kaum muslimin akan memerangi dan membunuhi Yahudi.

Bahkan dalam hadis terkenal itu digambarkan bahwa ketika kaum Yahudi bersembunyi di balik pohon agar lepas dari kejaran tentara Islam, maka pohon itu akan berkata pada kaum muslim bahwa di belakang pohon itu bersembunyi kaum Yahudi. “Bunuhlah dia,” kata pohon kepada tentara Islam.

Di luar itu ada pula sejumlah ayat Alquran lain yang seolah menggambarkan bahwa orang-orang Yahudi dalam sejarah memang selalu tidak dapat dipercaya, keras kepala, dan pengkhianat, termasuk pada Nabi-nabi terdahulu seperti Nabi Musa.

Orang-orang Islam yang diajari ayat-ayat dan hadis itu sejak kecil dari pemuka agama mereka sangat mungkin menjadi pembenci Yahudi sepanjang hidupnya. Karena itu ketika ada konflik Israel-Palestina, peristiwa itu dengan sendirinya dijadikan bukti tentang kebenaran ajaran Islam untuk membenci Yahudi.

Dan dengan merujuk pada Al Baqarah yang tadi saya sebut, mereka akan menyatakan wajar bila kaum Kristen mendukung Israel, karena baik Yahudi dan Nasrani adalah para pembenci Islam.

Karena itulah, betapapun Anda berusaha menjelaskan konteks konflik secara rasional, kalangan Islam ini akan senantiasa merujuk pada sebuah premis utama: Yahudi jahat.
Jadi yang jahat bukanlah Israel, atau pemerintah Israel, tapi Yahudi.

Cara beragama semacam ini sangat menakutkan karena ini akan menyebabkan agama menjadi sumber petaka.

Saya sendiri termasuk muslim yang dulu belajar ayat-ayat dan hadis itu dan sempat percaya bahwa Yahudi adalah musuh Islam. Namun seiring berjalan dengan waktu, saya membaca lebih banyak buku, berdiskusi dengan banyak orang pintar, semakin menggunakan akal sehat, saya tiba pada kesimpulan betapa absurdnya agama bila harus dipahami dengan cara sempit itu.

Kalau Tuhan adalah Maha Adil, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, bagaimana mungkin Tuhan menciptakan orang Yahudi untuk kemudian menjadi musuh orang Islam? Bagaimana mungkin di sepanjang sejarah, orang Yahudi dan Nasrani diciptakan menjadi orang-orang yang tak boleh dipercaya umat Islam?

Bukankah orang adalah jahat karena apa yang ia lakukan, bukan karena bangsa, ras atau agamanya?

Jadi kalau Israel sekarang kita kecam karena membunuhi warga sipil Palestina, ya kecaman itu datang seharusnya karena alasan kemanusiaan, bukan karena alasan bahwa Israel memang diciptakan Allah sebagai musuh Islam.

Ada Yahudi baik, ada Yahudi jahat, sebagaimana ada muslim baik, dan ada muslim jahat.
Yahudi baik bersahabat dengan muslim baik, sedangkan Yahudi jahat bersahabat dengan muslim jahat.

Adapun soal ayat-ayat Alquran yang menggambarkan Yahudi sebagai musuh Islam itu, penjelasannya sederhana. Sebagai muslim, saya percaya isi Alquran adalah ayat-ayat Allah.
Tapi jangan lupa, Alquran itu diturunkan 14 abad yang lalu di Mekkah dan Madinah.
Allah sedang berbicara dengan Nabi Muhammad dalam konteks perjuangannya di Mekkah dan Madinah di abad ke 7.

Yahudi dan Nasrani yang disebut di situ adalah Yahudi dan Nasrani yang berseteru dengan Nabi Muhammad di episode kehidupan spesifik. Itulah yang menjelaskan bahwa di bagian Alquran yang lain, kaum Yahudi dan Nasrani digambarkan dengan bahasa yang positif.

Jadi ada ayat Alquran yang mengingatkan ancaman Yahudi pada episode kehidupan Nabi saat dia memang terancam oleh kelompok Yahudi. Tapi ada ayat Alquran yang menggambarkan persaudaraan kemanusiaan umat Islam dengan Yahudi saat hubungan Nabi dengan Yahudi baik-baik saja.

Dalam kehidupan Nabi sendiri, kita bisa membaca catatan sejarah tentang kedekatan Nabi dengan Yahudi, dan sebaliknya juga catatan sejarah yang menggambarkan bagaimana Nabi memerintahkan pengikutnya membunuhi kelompok Yahudi yang berkhianat.

Jadi ayat-ayat anti-Yahudi dan Nasrani di dalam Alquran itu bukanlah berisi perintah Tuhan agar di sepanjang masa umat Islam berperang dengan Yahudi dan Nasrani. Ayat-ayat itu harus dibaca dalam konteksnya. Halnya hadis yang sadis itu, saya sih tidak terlalu percaya bahwa Nabi memang pernah mengucapkan itu.

Tapi kalaupun iya, lagi-lagi semua tetap harus dipahami dalam konteksnya. Lagipula banga Arab itu kan memang sering lebay kalau berkata-kata. Jadi mungkin saja Nabi tidak bicara begitu, tapi oleh mereka yang mendengarkannya ditambah-tambahkan untuk menjadi penyemangat pasukan muslim.

Mudah-mudahan saya sudah cukup menjelaskan pandangan saya tentang bahaya kesempitan beragama. Saya ulangi lagi ya, saya tidak anti-agama. Tapi menganggap Tuhan memang menciptakan Yahudi sebagai musuh Islam menurut saya absurd, tidak masuk akal.

Karena saya percaya Allah tidak mungkin salah dan ajarannya tidak mungkin tidak masuk akal, saya yakin yan terjadi adalah kesalahtafsiran agama yang diakibatkan cara memahami agama yang sempit.

Komentar