MISTERI TENGGELAMNYA KAPAL SELAM NANGGALA

Oleh: Denny Siregar

 

Beberapa hari ini, dunia sedang fokus ke Indonesia.

Berita ada kapal selam bernama KRI Nanggala yang hilang, jadi perhatian dunia sekarang. Kapal selam itu berisi 53 orang. Dan mereka sedang bertaruh nyawa, berebut oksigen yang diperkirakan habis dini hari nanti.

Dan sampai sekarang keberadaan kapal selam itu juga masih belum jelas. Ada tanda awal yaitu tumpahan minyak. Tumpahan minyak ini adalah teknik survival yang paling dasar dan manual ketika kapal selam itu butuh bantuan. Dengan adanya tumpahan minyak, maka diharapkan posisi kapal akan diketahui oleh para penolongnya.

Tetapi biasanya selain tumpahan minyak, ada beberapa sinyal lagi yang harus dikeluarkan kapal selam supaya koordinat mereka bisa ditemukan oleh kapal penolong. Nah, ini yang tidak ada. Karena itu, diasumsikan kapal selam KRI Nanggala itu dalam kondisi blackout, atau mati listrik total.

Kronologis sederhananya begini, kapal selam KRI Nanggala yang membawa 53 awak kapal itu sedang dalam tugas pelatihan. Tiba-tiba mereka lost contact. Diperkirakan aliran listrik di dalam kapal itu mati total atau blackout. Karena mati itulah, kapal kemudian meluncur deras ke dalam laut dan bisa jadi mereka terdampar di kedalaman 500 sampai 700 meter. Dan karena blackout itulah, kapal selam KRI Nanggala tidak bisa menjalankan prosedur pengiriman sinyal darurat, kecuali menumpahkan minyak supaya posisi mereka bisa dideteksi.

Yang mengharukan buat saya, bantuan dari negara-negara tetangga mulai berdatangan. Singapura, Australia, dan India segera menyambut sinyal pertolongan dari Indonesia. Australia bahkan akan mengirimkan dua kapal perangnya untuk mencari kapal selam yang tenggelam itu.

Masalahnya sekarang, mereka berkejaran dengan waktu. Oksigen yang ada di dalam kapal selam diperkirakan cuma mampu beroperasi selama 3 hari maksimal, atau paling lambat Sabtu dini hari nanti. Dan karena banyaknya orang di dalam kapal selam dengan semua kegiatan mereka, maka mereka pasti akan berebut oksigen. Kebayang kan, situasi di dalam pasti akan sangat panas dan sesak. Juga pasti sudah ada beberapa orang yang jatuh pingsan.

Sebagai catatan saja, kapal selam KRI Nanggala bisa dibilang kapal selam yang sudah tua. Dibuat di Jerman tahun 1977, dan baru diterima di Indonesia tahun 1981. Situasi ini mirip film yang dibintangi Harrison Ford berjudul K 19, The Widowmaker, karena kapal tua yang mereka tumpangi selalu membawa korban dan meninggalkan janda-janda di permukaan.

Kita semua berdoa semoga seluruh awak selamat, dan kapal ditemukan. Saya tidak bisa membayangkan seandainya saya yang berada di sana, dalam kegelapan, tidak ada komunikasi, kekurangan oksigen, dan putus harapan. Satu-satunya yang bisa dimintai tolong hanya kepada Tuhan. Semoga ada mukjizat yang datang yang menyelamatkan nyawa ke 53 awak kapal itu.

Mari kita semua berdoa untuk keselamatan mereka.

Komentar