JOZEPH ZHANG, WALONI DAN BEGUNDAL LAINNYA

Oleh Eko Kuntadhi

 

Tadinya saya berharap isu soal Joseph Zhang ini cepat reda. Setidaknya ketika polisi sudah bertindak cepat, isunya gak akan digoreng-goreng lagi. Karena secara hukum sudah ditangani.

Wajar sih, Joseph cepat ditangani oleh polisi. Pertama ia meledek mengaku nabi ke-26. Sebuah sodokan sensitif bagi umat Islam di Indonesia. Dan hal itu dilakukan di awal Ramadan.

Kedua, ia menantang polisi. Coba dengar kata-katanya dalam video YouTube yang diunggahnya. Katanya gini, silakan tangkap saya. Saya nabi ke-26. Kalau bisa laporkan saya, saya akan kasih hadiah orang yang melaporkan. Nah begitu kira-kira.

Joseph bukan hanya sekadar meledek umat Islam dengan istilah nabi ke-26. Ia juga sedang meledek institusi kepolisian dan penegakan hukum. Seolah polisi tidak berdaya berhadapan dengan Joseph. Kalau polisi gak cepat bertindak, kita bayangin bagaimana korps bayangkara itu mempertaruhkan nama baiknya.

Dalam konteks sosial-politik, cocotan Joseph ini seperti menyiram bensin ke jerami. Tinggal cesssss!

Kita tahu, gerombolan radikal biasanya membangun narasi dengan satu bahan jualan, bahan jualan mereka adalah Islam sedang dihina. Islam sedang ditindas. Sementara pemerintah melindungi orang-orang yang menistakan agama.

Begitu cara mereka mendoktrin para pengikutnya dengan keras untuk membangkitkan emosi, untuk membangkitkan keberanian melawan.

Nah, atas dasar seperti itulah kaum dan kelompok-kelompok yang sedikit otaknya ini tergerak untuk membela agama, mereka bilang jihad. Jihad yang dipahami secara ngaco dengan bom bunuh diri atau mati konyol jenis lainnya.

Kasus kerusuhan di Perancis misalnya, hanya karena isu kartun Nabi bisa dipetik sebagai bahan pelajaran. Bagaimana semua pola itu bekerja. Intinya apa? Intinya diprovokasi dulu emosi umat Islam dimasukkan isu lalu bergeraklah semuanya.

Tapi kan itu di Perancis. Ini Indonesia. Beda dong.

Ok, mau contoh kasus di Indonesia. Emang gimana kerja gerombolan itu saat Pilkada Jakarta kemarin? Emang gimana mereka memanfaatkan setiap jentik isu untuk mengorbankan atau untuk mengobarkan keributan?

Demo 212 dan 411 hampir saja meluluhlantakkan kita sebagai bangsa. Saat kejadian, ratusan miliar duit dari luar negeri berusaha masuk ke Indonesia. Untuk apalagi kalau bukan untuk biaya memperbesar eskalasi. Untung saja aparat sigap menahan duit-duit itu. Meski ada satu dua yang kecolongan, karena dibawa langsung via jalur darat atau jalur laut.

Waktu itu bukan cuma duit. Para srigala di Afganistan, Piliphina Selatan, di Irak, di Suriah, di Kazakstan, di Saudi atau di Uighur, sudah mempersiapkan diri untuk masuk ke Indonesia. Mereka tinggal menunggu kerusuhan meletus. Indonesia akan dijadikan ladang Jihad di Asia Tenggara.

Saat kerusuhan Poso dan kerusuhan Ambon mereka juga berusaha menularkan konflik agar konfliknya melebar. Bagaimana konflik itu tersulut, karena ada bahan bakar isu. Salah satu isunya apa? Ya itu tadi Islam sedang dihina, Islam sedang dinistakan, Islam sedang dicaci, Islam sedang dipojokkan, hal-hal seperti itu. Dan dalam konteks ini saya sangat khawatir, tanpa disadari mungkin, Joseph adalah orang yang ikut menyiapkan bahan bakar tersebut.

Saat ini konten video Joseph yang diasumsikan menista agama Islam, beredar di group-group WA para Kadrun. Dengan bumbu-bumbu penyedapnya.

Intinya di group-group itu sedang dibangkitkan kebencian pada agama yang diyakini Joseph. Karena apa? Mereka bilang, tuh orang yang beragama Kristen sedang mencaci-maki atau sedang menjelek-jelekkan orang Islam. Intinya juga, dalam group-group itu membangkitkan kebencian pada ras yang diwakili Joseph. Sekaligus mereka ingin membangkitkan kebencian pada aparat dan pada negara yang selalu dinarasikan melindungi orang-orang seperti Joseph.

Di Tribunnews misalnya, Joseph berkilah saat ditanya komentarnya. Dia mengatakan, saya hanya berkata sesuai dengan keyakinan saya saja. Jawaban saya sama seperti jawaban Ustad Somad, ketika Ustad Somad menjelek-jelekkan Kristen. Dia hanya bicara soal keyakinan beragamanya. Joseph seperti bangga dengan statement itu.

Bahkan ia mengistilahkan polisi telah masuk jebakan batman yang sengaja ditebarkan oleh Joseph. Kenapa? Sebab dengan begitu, dengan polisi sibuk memburu Joseph yang berada di luar negeri. Pada saat yang sama, orang akan melihat atau menilai polisi, bagaimana penanganan aparat keamanan pada orang-orang seperti Somad, Waloni dan yang lainnya, yang sering menista keyakinan agama Kristen. Kenapa mereka dibiarkan saja?

Jika dibaca argumen Joseph ini, ulahnya ini seperti sedang memprotes atas ketidakadilan. Kok Somad dan Waloni bebas menista Kristen, kenapa saat Joseph menista Islam kemudian ia dipermasalahkan? Sementara Somad dan Waloni dan yang lain-lainnya bebas-bebas saja.

Harusnya adil dong. Begitu mungkin gugatan Joseph.

Dalam konteks ini ya saya bisa bersetuju. Semua harus ditindak serius. Semua harus ditegaskan secara adil. Tapi Joseph tahu gak? Bahwa keadilan itu bukan menu di restoran siap saji. Tinggal tunjuk langsung ada. Menjalankan atau menegakkan keadilan itu adalah hasil dari kerja keras dan konsistensi yang panjang.

Memang masih banyak ketidakadilan terjadi, apalagi yang menimpa kelompok-kelompok minoritas. Ketika gerombolan pengasong agama sering menyasar kaum minoritas untuk digeruduk.

Tapi kita harus akui, belakangan gerombolan ini makin tersudut. Banyak tokohnya ditangkapi. Organisasinya terlarang. Geraknya makin dibatasi.

Apakah pembubaran HTI atau FPI datang begitu saja dari penguasa? Apakah proses menyeret orang seperti Sugi Nur, Bahar Smith, Maher, atau Rizieq ke penjara tetiba aparat bergerak begitu saja?

Kalau tidak ada enviromental, kalau tidak ada lingkungan yang mendukung, atau lingkungan politik yang mendukung mungkin aparat juga ragu-ragu bergerak.

Intinya gak begitu, Joseph. FPI dan HTI berhasil dibubarkan karena ada usaha panjang kelompok-kelompok yang selalu meneriakkan pentingnya toleransi dan bahayanya organisasi ini bagi masa depan Indonesia. Rizieq, Bahar atau Sugi Nur dikandangin bukan tiba-tiba begitu saja, tapi karena ada desakan masyarakat yang mulai berani menyuarakan protesnya karena perilaku para pengasong agama yang semakin kasar, semakin norak, semakin menyakitkan kita sebagai masyarakat Indonesia.

Jadi sebetulnya kita begerak maju. Memang belum sempurna. Tapi terus bergerak maju mengikis kaum intoleran.

Iya, memang Waloni belum terkena kasus hukum karena ocehannya yang sering menyinggung teman-teman Kristiani seperti yang dikomplain oleh Joseph dan banyak orang. Atau Desak Made yang menyinggung agama Hindu. Atau Somad yang sering kebablasan dalam khotbahnya.

Tapi kita sekarang terus-menerus mendesaknya. Di Cokro TV bertebaran konten yang mengkritik orang-orang seperti Somad, Waloni, Desak Made dan para pengasong agama dengan sangat keras Cokro TV mengkritiknya.

Tapi saat Joseph melemparkan ocehan yang kontennya gak jauh beda dengan konten Waloni atau kontennya Somad, akhirnya tahu gak? Kita jadi kembali ke titik nol.

Somad dan Waloni kembali mendapat angin. Gerombolan pengasong agama juga sekarang kembali mendapat peluang. Gak percaya? Coba dengerin kritiknya atau komentarnya Anwar Abas dari MUI.

Kata Anwar Abbas, Joseph berani bicara begitu, karena ia yakin ia akan dilindungi Kapolri yang beragama Kristen.

Nah kan, lihat hasil kerja Joseph. Sampai Kapolri diribetin.

Kita yakin Joseph tidak ada hubungannya sama sekali. Dia bertindak atas namanya sendiri. Tidak ada hubungannya dengan pejabat negara dan lain-lain. Tapi karena jumawanya, akhirnya disangkut-sangkutin ke mana-mana.

Joseph merasa dirinya sedang berjuang untuk keyakinannya. Tapi di mata saya, kenaifannya malah sedang memperosokkan kelompok yang diwakilinya ke hisapan lubangan lumpur yang juga bahaya.

Saya berharap Joseph menghentikan ulahnya. Jangan karena kenaifannya, seolah-olah dia sedang berusaha memperjuangkan kebenaran, memperjuangkan keadilan. Padahal yang dilakukannya malah menggali lubang untuk bangsa ini terperosok pada konflik yang terus-menerus.

Ini Indonesia. Kita butuh kejernihan berpikir untuk menjaganya. Jangan sampai niat baik kita justru memperosokkan kita. Apalagi niat yang gak baik, itu sangat berbahaya. Joseph hentikan ocehanmu dan sadarlah. Anda di luar, anda tidak akan merasakan risiko kalau konflik ini terjadi di Indonesia. Omongan anda sekarang sedang digoreng oleh para kadrun di group-group WA. Omongan anda sekarang sedang dijadikan bahan bakar untuk melakukan perpecahan di Indonesia. Jadi stop kalau anda tidak ingin distempel sebagai perusak bangsa ini.

Komentar