ARIE UNTUNG, BIKIN NGAKAK…

Oleh: Denny Siregar

 

Saya nonton video Arie Untung yang ngobrol sama Daniel Mananta itu ketawa. Aduh, padahal lagi puasa, ada aja godaannya.

Arie Untung ini adalah salah satu artis hijrah. Dia, kalau saya baca dari storynya, dulu sering banget ngobat, atau ngedrugs. Terus ada yang kenalin dia sama agama, semakin lama dia semakin ingin tahu tentang agama dan akhirnya berhasil keluar dari drugs, dan sekarang menjadi orang baik-baik.

Kisah Arie Untung ini kisah klasik, banyak terjadi di mana-mana, gak ada yang aneh sebenarnya. Agama akhirnya menyelamatkan seseorang dari keterpurukan. Cuma, karena Arie Untung ini selebritas, mantan VJ MTV, dia akhirnya jadi salah satu trendsetter artis yang akhirnya hijrah, dari seorang yang dulu buruk menjadi orang yang baik karena agama.

Hanya, dari beberapa polah Arie Untung yang viral di media sosial, saya akhirnya paham bagaimana kualitas artis hijrah itu. Ternyata pemahaman mereka tentang agama itu sangat dangkal, tapi mereka dengan gagah berani menyuarakan tentang pikiran mereka yang mereka balut dengan agama ke publik.

Sebagai contoh tangga Raja Salman tadi. Arie Untung dengan pedenya bilang kalau alasan Raja Salman bawa tangga pribadinya dari Arab Saudi, karena takut nanti pemerintah Indonesia, yang mau dipinjami duit sama Arab, merasa berat karena harus sediakan tangga untuk Raja Salman. Daniel Mananta meski wajahnya di kamera terlihat terkagum-kagum, dalam pikirannya pasti heran, kok bisa begitu ya? 😂

Entah apa hubungannya tangga pribadi Raja Salman, utang pemerintah Indonesia dengan riba. Kalau mengikuti penjelasan Arie Untung yang tadi, riba itu bisa berarti memberatkan. Jadi, kalau kita mengutangi seseorang atau negara, jangan sampai memberatkan orang yang diutangi. Termasuk, kalau datang ke suatu negara yang kita utangi, jangan beratkan mereka kalau kita butuh tangga pribadi. 😂

Arie Untung mungkin kurang baca, kalau Raja Salman itu memang suka bawa barang-barang pribadinya, termasuk tangga pribadi supaya dia bisa turun naik pesawat. Waktu di Bali, bahkan Raja Salman bawa kursi pribadinya yang seharga Rp17 miliar dan televisi ukuran 80 inch langsung dari Arab Saudi. Dan barang-barang pribadi Raja Salman ini, termasuk tangga pribadinya, sudah datang dua minggu sebelumnya di Indonesia dan diangkut 45 truk yang mereka sewa di Bali.

Jadi, kenapa Raja Salman bawa tangga pribadi setiap dia kunjungan ke negara lain, ini bukan soal utang piutang antar negara, apalagi dikaitkan dengan riba. Jauh banget. Itu karena memang SOP-nya dia saja, dan yang tau alasan kenapanya ya Raja Salman atau pengawalnya, bukan Arie Untung yang gak tau apa-apa tapi sok taunya luar biasa. 😂

Lucu memang. Tapi begitulah model gerakan artis hijrah seperti yang sering dikumandangkan Arie Untung dan kawan-kawan artisnya. Hijrah bagi mereka titik beratnya lebih kepada aksesoris agama, celana ngatung, tumbuh jenggot, baju koko, dan bahkan ada yang pakai gamis ke mana-mana. Tetapi ketika bicara tentang agama, pemahaman mereka terlihat begitu dangkal. Bahkan mereka menggunakan analogi-analogi yang sebenarnya tidak nyambung dengan situasi.

Suka tidak suka, begitulah fenomena yang terjadi di negera kita. Itu baru Arie Untung, belum lagi kita temuin para mualaf yang baru ngerti agama sedikit, tiba-tiba naik menjadi ustaz.

Saya pernah menganalogikan para pencari Tuhan itu seperti ini. Dulu ketika saya mencari Tuhan lewat agama, itu sama seperti ketika saya harus menyiapkan hidangan untuk makan. Saya harus belanja ke pasar dulu, menanak nasi dulu, merajang sayuran dulu, dan butuh waktu beberapa menit supaya makanan akhirnya terhidang. Tapi prosesnya itu yang membuat makanan menjadi nikmat. Begitu juga ketika kita mencari Tuhan lewat agama, prosesnya panjang, dalam dan bahkan tidak akan pernah selesai. Tetapi proses pencariannya itulah yang menjadikan semuanya nikmat.

Para pencari Tuhan sekarang ini seperti pemakan mie instan. Mereka tidak penting apakah asupan mereka ada gizinya atau tidak, yang penting perut mereka kenyang.

Pesanku untuk Arie Untung, banyak belajar dulu Bro, dalam menganalogikan sesuatu sebelum banyak bicara di depan orang, apalagi yang beda agama. Daniel Mananta sebenarnya pengen belajar dari lu, tetapi akhirnya mundur karena ternyata lu lebih aneh dari yang dia kira

Komentar