PRAY FOR NTT

Oleh: Denny Siregar

 

Nusa Tenggara Timur punya tempat di hati saya yang paling dalam. Saya pernah ke sana. Warganya sangat ramah dan mereka sangat toleran terhadap hubungan beragama.

Tahun 2016, NTT bahkan dapat posisi pertama sebagai provinsi paling toleran se-Indonesia di atas Bali dan Maluku. Bahkan kota Kupang mendapat predikat kota paling toleran di tahun 2020. Penghargaan-penghargaan ini menunjukkan kalau NTT patut menjadi laboratorium toleransi di Indonesia, bagaimana semua umat beragama menjaga hubungannya dengan harmonis. Mereka bisa memisahkan dengan jelas antara hubungan dengan Tuhan dan hubungan sosial antara sesama manusia. Bahkan mereka bisa menggabungkannya dengan prinsip bahwa semua mahluk di dunia adalah ciptaan Tuhan, sehingga harus dijaga dan dihormati apapun keyakinannya.

Bahkan di pulau Rote, salah satu pulau di NTT, saya juga mendapat tempat khusus di hati mereka. Ada sebuah sekolah di sana yang punya program khusus mendengarkan Cokro TV supaya mereka bisa mendapatkan pandangan apa yang terjadi di level nasional. Ini penting buat mereka supaya jangan salah menilai kebijakan pemerintah pusat di tengah hoax yang terus merajalela di media sosial. Juga supaya mereka tidak ketinggalan informasi dan meluaskan wawasan, sehingga tidak terjadi kesenjangan komunikasi dengan kita-kita yang ada di kota besar.

Dan kemarin saya mendengar kabar yang menyedihkan, kalau NTT sedang dilanda bencana alam, angin besar, dan banjir bandang. Kabarnya sudah 54 orang ditemukan meninggal dan kemungkinan korban jiwa lebih besar lagi karena banyak yang belum ditemukan.

Penyebab bencana alam di NTT ini adalah bibit siklon tropis 99S. Indonesia menamakan badai ini dengan nama Seroja. Pemberian nama badai dengan wanita ini persis seperti yang dilakukan Amerika yang selalu menamai badai yang mematikan dengan nama wanita, seperti Katarina, Emily, Agnes, Irma, dan Maria. Entah alasan apa di balik penamaan badai dengan nama wanita ini, karena ini sudah jadi kebiasaan sejak tahun 1950an di Amerika sana.

Dan diperkirakan badai selesai hari ini, meski perkiraan manusia tentu berbeda dengan perkiraan alam.

Sampai sekarang, situasi di beberapa tempat di NTT gelap karena PLN mematikan listrik di wilayah itu, untuk menghindari bahaya yang lebih besar seperti kesetrum listrik. Dengan begitu, banyak wilayah yang sudah pasti terisolir dan membutuhkan bantuan logistik sandang dan papan. Akses komunikasi terputus dan bantuan juga belum bisa bergerak karena ombak besar yang menghadang.

Dan belum ada kabar situasi darurat itu akan diumumkan. Situasi darurat biasanya dikabarkan kalau badan bencana daerah sudah tidak sanggup mengatasi situasi karena area yang terkena itu luas sekali. Semoga NTT bisa sepenuhnya ditangani dan bisa dibangun kembali.

Sekarang yang bisa kita lakukan hanya berdoa semoga NTT bisa pulih kembali dan salurkan bantuan lewat badan-badan resmi dan yang punya nama. Dan hati-hati dengan orang-orang yang mengatasnamakan penderitaan untuk kepentingan mereka pribadi.

Untuk semua saudara-saudaraku di NTT, salam kasih dari kami yang ada di tempat jauh. Semoga kalian di sana dilindungi Tuhan yang Maha Kuasa. Doa kami untuk kalian. Bertahanlah. Sesudah gelap, akan ada cahaya terang.

Komentar