KIRIM CERITA ANDA KE COKRO TV UNTUK BONGKAR LSM DAN MEDIA JAHAT

Oleh: Ade Armando

 

Video saya dengan judul LSM Hitam Pengancam Indonesia awal pekan ini langsung direspons penonton. Banyak sekali yang menyatakan dukungan dan bersedia terlibat.
Ini semua menunjukkan bahwa dugaan saya tentang banyaknya LSM jahat itu benar.
Video terbaru ini khusus saya buat untuk menindaklanjuti ajakan saya di video pertama itu.
Saya ceritakan sedikit konteks video pertama.

Dalam video itu saya bicara tentang kehadiran LSM dan media yang membahayakan Indonesia. LSM dan media massa itu seharusnya kan menjadi kekuatan yang membela masyarakat untuk menghadapi kesewenang-wenangan atau ketidakadilan.

Kehadiran mereka juga diharapkan dapat memberdayakan masyarakat akar rumput. Namun, ternyata saya semakin sering mendengar perilaku LSM dan media yang justru bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

Misalnya mereka justru menjadi pihak yang memeras, memalak, mengancam atau membawa suara kepentingan pihak asing untuk menekan Indonesia. Dalam video itu saya menyebut mereka sebagai LSM hitam. Tapi sekarang saya ubah istilahnya.

Saya mendapat masukan bahwa kata ‘hitam’ itu tidak jelas. Memang hitam itu identik dengan ‘jahat’?

Karena itu mulai sekarang saya gunakan istilah yang lebih pas dan pasti: LSM Jahat versus LSM Baik. Kita bersekutu dengan LSM baik untuk melawan LSM jahat!

Nah, di video itu, saya mengajak kita semua menjadi pengawas perilaku LSM dan media jahat itu. Ternyata, ajakan itu langsung direspons positif. Baca saja komentar-komentar terhadap video itu.

Di awal sih memang ada serangan tapi kemudian mengalir komentar-komentar dukungan.
Yang berbentuk serangan, kelihatan sekali datang dari kalangan yang takut kejahatan LSM mereka terbongkar.

Misalnya akun ‘Alfa Pembasmi Cebong alfaAlfa’ dia menulis: “Cokro TV, ngaca dulu. Sok Pantau LSM.”

Atau ada akun Herman Jabet yang bilang: “Lawan Cokro TV Buzzer rezim akal sesat dan si Ade buzzer pembenci umat. Anies Baswedan, the real next president 2024.”

Atau ada akun Enzo Sakera yang menulis: “LSM Putih sekarang tercemar limbah rezim berwujud buzzer.”

Si Enzo ini juga bilang: “Kalau sudah dasarnya penjilat apapun dilakukan demi menyenangkan rezim yang penuh kemunafikan. Dasar badut penguasa.”

Tapi jumlah komentar negatif itu bisa dhitung dengan jari tangan. Sementara yang mendukung lebih dari seribu. Begitu juga yang memberi jempol ke bawah cuma 133.
Sementara yang like, jempol ke atas, mencapai 7800.

Komentar-komentar yang cenderung positif itu memperkuat dugaan saya tentang perilaku LSM jahat. Banyak dari pemberi komentar menyatakan pernah punya pengalaman dan tahu persis apa yang dilakukan LSM jahat.

Saya kutip saja beberapa di antaranya. Seorang penonton berkomentar begini: “Saya mantan pengurus ormas, pernah ikut di sebuah LSM. Gila sih. mereka menghalalkan berbagai cara agar mendapatkan uang. Sedih Indonesia kaya begini.”

Ada pula yang bercerita begini: “Saya pernah berurusan dengan LSM semacam itu. Pokoknya bela yang kelihatan miskin walau salah. Kalau perlu didukung untuk playing victim dan mengkriminalisasi pihak lain yang dianggap kaya walau belum terbukti salah. Bahkan kalau perlu menyebarkan hoax dan fitnah.”

Seorang penonton lain menulis: “Saya kontraktor. Sudah jadi rahasia umum, kebanyakan LSM adalah tukang peras para kontraktor dan dinas-dinas pemerintah. Celakanya dinas pemerintah melempar lagi ke kontraktor. Jadi kami kena dua kali. Ini kebiasaan yang mereka lakukan di awal dan akhir tahun. Kerja benerpun jadi percuma, karena tetap saja bagi keuntungan dengan mereka. Gimana mau maju?”

Seorang penonton dari Sumatra Utara menulis begini: “LSM model seperti itu betebaran di Tapanuli Tengah. Dan tidak sedikit kepala sekolah diperas, kelompok tani, dll. Di sana mereka disebut LEAN SAOTIK MULAK LSM, artinya beri sedikit mereka akan pulang.”

Ada pula pengalaman miris seperti yang diceritakan ini: “Saya pengalaman dengan LSM,” katanya. “Ada yang minta uang melalui proposal ke perusahaan. Dari kantor gak ada budget buat begitu-begitu, eh LSM nya malah ngancem-ngancem saya. Ada lagi LSM yang pengen masukin orangg jadi karyawan di perusahaan kita. Kalo gak diterima, mereka ngancem akan gangguin karyawan-karyawan kita.”

Ada pula yang mengaitkan dengan kepentingan asing. Seorang penonton berkomentar begini: “Sebagian LSM adalah agen asing, mereka didanai asing untuk melemahkan industri-industri kita yang mengelola sumber daya alam. LSM tersebut meniupkan isu lingkungan (hoax) ke dunia internasional, sehingga produk-produk kita di-ban oleh mereka dengan dalih pengrusakan lingkungan. LSM hitam adalah pengkhianat bangsa, yang berlindung di balik isu lingkungan ataupun HAM. Mari kita lawan!”

Dan ada juga yang memberi masukan yang sangat layak didengar pemerintah. Begini masukannya: “Ikutin saja Australia. Pemerintah harus punya website khusus buat LSM secara online. Semua LSM harus terdaftar online yang harus diperbarui izinnya tiap tahun, punya pengurus yang harus didaftarkan tiap tahun online, punya NPWP, punya rekening bank sendiri, dan wajib melaporkan laporan keuangan yang sudah diaudit seperti yang dilakukan Muhammadiyah di Australia. PPTKA bisa diperbantukan untuk mengawal uang masuk dari asing seperti kasus LSM Amnesty International yang dibiayai Inggris dan Amerika Serikat.”

Itu cuma sebagian dari lebih dari seribu komentar yang masuk.
Karena itu, kami ingin lanjutkan rencana ini secara konkrit. Saya mengajak agar siapapun yang ingin berpartisipasi untuk mengirimkan masukan ke alamat email yang sudah disiapkan di Cokro TV khusus untuk isu LSM. Alamatnya: info@csw.id.

Anda bisa ceritakan apa yang Anda tahu. Bisa pengalaman Anda langsung, pengalaman orang lain, informasi yang Anda dengar, informasi yang Anda pelajari, pendeknya apapun.
Tentu saja saya harapkan Anda jujur.

Di Cokro TV sendiri memang akan ada teman-teman yang memverifikasi apa yang Anda sampaikan. Tapi sejak awal saya harus tekankan, demi kepentingan bersama, kirimkanlah informasi yang benar.

Bukan hoax, bukan fitnah, bukan kebencian.

Identitas Anda tentu saja akan dilindungi. Karena itu nantinya semua akan bergantung kepada Anda. Bila Anda bersedia, informasi yang Anda kirimkan akan kami beberkan secara publik, dan bila Anda bersedia, nama Anda pun akan kami sebutkan. Dan mungkin sekali Anda akan kami minta untuk tampil di layar Cokro TV untuk bicara secara terbuka.
Lagi-lagi ini bergantung sekali pada Anda.

Kalau Anda memilih anonim, tentu itu hak Anda yang akan dihormati. Kalau Anda mengirimkan informasi off the record, atau sekadar informasi latar belakang, itu tetap sangat bermanfaat.

Bagi kami yang terpenting, adalah kita bisa bersama-sama menjadi pengawal civil society kita, karena kalau tidak lembaga-lembaga masyarakat sipil ini akan menjadi benalu atau kanker yang menggerogoti bangsa dari dalam. Saat ini kami di Cokro TV sudah bersepakat untuk mengadakan satu divisi khusus bernama Civil Society Watch, alias CSW.

Istilah “civil society” adalah istilah yang lazim digunakan di dunia internasional untuk merujuk pada lembaga-lembaga yang berada di luar pemerintahan dan bisnis.
Civil society adalah istilah yang lebih luas dari LSM.

Jadi tercakup di dalamnya Lembaga Bantuan Hukum, Muhammadiyah, Serikat Buruh, MUI, Amnesty International, Green Peace, media massa, dan kelompok-kelompok yang seharusnya memperjuangkan kepentingan masyarakat lainnya.

Sebagian di tingkat, lokal, regional, nasional, maupun internasional. Lembaga CSW Cokro ini akan menjadi media bagi Anda untuk membongkar praktik-praktik jahat mereka yang mengaku-aku pejuang kepentingan publik ini.

Kami juga akan mencoba menyampaikan masukan Anda ini bukan saja kepada publik dan jaringan media, tetapi juga pada pemerintah dan kepolisian.
Jadi kita mulai ya.

Yuk, kita bersama-sama melangkah untuk membersihkan kelompok-kelompok jahat ini.

Komentar