AMIEN RAIS DAN NERAKA JAHANAM

Oleh: Denny Siregar

 

Kemarin, rombongan Amien Rais dan kawan-kawannya ketemu Presiden Jokowi difasilitasi oleh Menkopolhukam Mahfud MD.

Amien Rais menamakan timnya dengan nama TP3, Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan. Mereka masih meyakini kalau matinya 6 anggota FPI di jalan tol sesudah bentrok dengan polisi adalah peristiwa pembunuhan. Kawan Amien Rais ada Marwan Batubara dan satunya lagi Abdullah Hehamahua, mantan Penasihat KPK.

Dan seperti khasnya Amien Rais, dia selalu merasa sebagai tetangga dekat Tuhan. Kali ini Amien mengingatkan Jokowi tentang pedihnya api neraka jahanam. Saya sih nggak heran, Mbah Amien bawa-bawa neraka ketika ketemu Presiden, wong dulu waktu kampanye aja Amien sering bawa-bawa nama Tuhan.

Ingat, waktu kampanye Pilpres tahun lalu, Amien Rais bicara dengan gagahnya bahwa Tuhan malu nggak kabulkan doa ganti Presiden dari jutaan umat. Mbah Amien seperti kenal dekat banget dengan Tuhan, sehingga tahu apa saja kehendak Tuhan dan dia sebagai pembawa pesan. Dahsyat memang. Di negeri yang indah ini, kita dianugerahkan seorang wakil Tuhan lewat partai PAN.

Amien juga baru-baru aja melaknat polisi yang tidak datang waktu acara mubahalah supaya dikutuk Tuhan dunia dan akhirat. Mubahalah itu artinya mohon kutukan kepada Tuhan supaya azab dijatuhkan kepada orang yang berdusta. Setahu saya sih, di dalam sejarah Islam, hanya Nabi Muhammad SAW saja yang pernah melakukan mubahalah dan itu juga dalam kondisi tertentu seperti ingin menunjukkan sesuatu kepada lawannya. Berarti hebat juga Mbah Amien ini ya, punya kedekatan dan fasilitas yang sama seperti Nabi pada zamannya.

Amien Rais juga pernah bicara kalau hanya orang yang anti Tuhan saja yang bergabung ke partai besar, yang disebutnya sebagai partai setan. Hebat memang Mbah Amien ini, nggak gampang lho mengenali setan itu di dunia ini. Hanya setan yang bisa mengenal setan.

Banyak sebenarnya cerita bagaimana Amien Rais ini membawa-bawa Tuhan dalam nafsu politiknya. Seakan Tuhan harus selalu mengikuti apa ambisi politik dia. Seakan orang harus takut ketika dia membawa nama Tuhan, maka yang berseberangan adalah setan yang harus diperangi.

Model seperti Amien Rais inilah yang sebenarnya menguatkan bentuk politik identitas di negeri ini. Politik dengan membawa-bawa nama agama, menjual ayat dan mengobral akhirat sebagai senjata perang untuk orang-orang awam yang mabok agama. Amien Rais bukan orang sembarang. Usia 25 tahun, dia sudah sekolah master ilmu politik di Amerika. Dan dia mendapat gelar doktoralnya di Amerika juga pada usia 37 tahun. Masih muda sekali.

Amien Rais juga pernah menjadi dosen dan guru besar ilmu politik di UGM. Dia juga memegang mata kuliah teori revolusi dan teori politik di Program Pasca Sarjana di UGM. Dalam artian ya, kalau masalah politik Amien Rais ini sudah ngelotok banget. Dia paham teorinya dan dia pernah sukses mempraktekkannya dengan menunggangi aksi demonstrasi mahasiswa di tahun 98 dan menjatuhkan almarhum Gus Dur di tengah kekuasaan lewat gerakan poros tengah.

Amien Rais tahu apa yang dilakukannya dengan selalu bawa-bawa nama Tuhan, akhirat, azab dan neraka dalam setiap orasi politiknya. Tetapi dia tetap melakukannya, meski dianggap bodoh oleh sebagian orang. Dia tahu, masih ada kelompok fanatik agama yang bisa digiring untuk melakukan revolusi demi ambisi politiknya. Dan jangan salah, Amien Rais tahu ini karena disertasinya tentang kebangkitan Ikhwanul Muslimin di Timur Tengah, yang menjadi inspirasinya untuk dimainkan di Indonesia.

Kembali lagi ke pertemuan Amien Rais dengan Presiden, Amien kembali membawa kasus matinya 6 anggota FPI sebagai bagian dari kendaraan politiknya. Dan yah, dia bawa-bawa neraka jahanam sebagai senjata pamungkas, seolah Presiden nggak paham agama.

Presiden Jokowi pasti senyum-senyumlah dengan “ancaman” Amien Rais. Dia pasti berpikir, “Kayak udah pernah ke sana aja, Mbah.”

Ah Pakde Jokowi ini sungguh kurang update. Kebanyakan bangun insfrastruktur nih jadi nggak lihat berita terbaru. Apa nggak tahu kalau yang dihadapi Pakde itu sebenarnya adalah Ghost Rider? Dialah pemegang neraka jahanam yang mengerikan.

Komentar