KALO TAKUT VAKSIN MENDING DIEM, GAK USAH KOAR-KOAR

Oleh: Denny Siregar

Kenapa vaksin itu penting?

Ini seharusnya bisa jadi jawaban untuk banyak orang, orang yang waras, yang tidak egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri, orang yang bertanggung jawab terhadap negeri dan banyak orang lain.

Oke, kita lihat dulu secara kesehatan. Vaksin itu bukan pengobatan, vaksin itu bisa disebut sebagai pencegahan. Vaksin itu meningkatkan imunitas tubuh kita, supaya tubuh kita bisa melawan virus-virus yang datang menyerang.

Analogi sederhanya begini, vaksin itu adalah baju perang atau jirah yang dipakaikan ke kita, supaya tidak tembus dari serbuan senjata seperti anak panah, tombak, juga pedang lawan. Kita harus punya pertahanan kuat terhadap diri kita sendiri, karena kalau kita sehat, kita bisa membantu orang lain, bukannya malah menjadi beban di masyarakat.

Itu baru buat diri kita sendiri. Kalau buat orang lain? Ya jelaslah, kalau kita kebal dari corona karena divaksin, maka kita tidak akan menularkan penyakit ke orang di sekitar kita, yang kita sayangi seperti orang tua kita yang karena usia tubuhnya sudah rentan dan imunnya juga sudah banyak berkurang.

Kita menjaga diri kita dan orang tua kita. Kita harus sehat dululah, kebal dulu, baru kita bisa memperhatikan kesehatan mereka. Kita memutus mata rantai penyebaran covid dengan membuat diri kita kebal, dan itu hanya bisa dilakukan dengan menyuntikkan vaksin ke tubuh kita. Ini adalah pemikiran yang sangat sederhana ya, asal kita tidak egois dan hanya nemikirkan diri kita sendiri aja.

Atau mau mencoba berfikir lebih besar, kenapa vaksin ini penting buat Indonesia sekarang ini misalnya?

Begini, bayangkan selama setahun negeri kita habis-habisan dihajar oleh pandemi. Orang-orang tidak berani keluar rumah. Ekonomi kita juga berhenti. Anak-anak tidak bisa sekolah. Jumlah pengangguran di Indonesia naik jadi hampir 10 juta orang. Kita punya masalah besar di negeri ini, bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masalah sosial.

Pendapatan negara anjlok karena banyak UKM yang tutup dan tidak bisa jualan. Industri pariwisata kita hancur lebur. Kita hidup dalam ketakutan karena penyakit yang menular. Untuk orang kaya sih nggak ada masalah karena mereka punya cadangan. Tapi orang yang pendapatannya hanya berdasarkan pendapatan harian, seperti driver online gimana? Gimana mereka bisa makan?

Negara juga gak bisa terus menerus memberikan talangan, karena itu berarti kita harus utang lagi-utang lagi ke luar negeri bukan untuk utang produktif tetapi konsumtif. Ratusan triliun rupiah yang seharusnya buat membangun infrastruktur ekonomi, habis dipakai untuk konsumsi supaya uang terus mengalir di masyarakat.

Kalau terus begini, negara kita dipastikan tahun 2021 ini akan menyatakan diri sebagai negara bangkrut. Kalau negara kita secara ekonomi bangkrut, maka asing akan mudah masuk dan kita akan jadi budak ekonomi mereka selamanya seperti beberapa negara kecil di Afrika.

Mau begitu? Pasti nggaklah. Saya jelas nggak. Karena itu saya mendukung adanya vaksin. Dengan adanya vaksin, maka kepercayaan dan keamanan masyarakat akan pulih lagi. Mereka akan kembali keluar rumah dan memutar roda ekonomi kembali. Anak-anak juga bisa kembali sekolah normal, dan mental juga kehidupan sosial mereka tidak terganggu lagi.

Itulah kenapa vaksin itu sangat penting. Dan karena pentingnya vaksin itu buat kehidupan sosial ekonomi bangsa Indonesia, Presiden Jokowi dengan berani menjadikan dirinya sebagai penerima vaksin pertama, untuk memberikan contoh sekaligus memompa keberanian ke kita semua. Presiden aja berani, masa kita yang bukan siapa-siapa malah hidup ketakutan di rumah?

“Loh, Bang… Terus gimana kalau ada dampak buruk sesudah vaksin? Contohnya ada vaksin-vaksin sebelumnya selain vaksin covid, tapi malah gagal dan menyebabkan kematian?” Begitu kata beberapa temanku.

Bro, tidak ada yang pasti di dunia ini Bro, kecuali mati. Semua di dunia pasti ada efek negatifnya. Pesawat diciptakan untuk membuat orang supaya lebih cepat sampai di tujuan. Tapi berapa orang yang tewas ketika ada pesawat jatuh? Padahal pesawat itu disebut sebagai kendaraan paling aman di dunia dengam sistem keamanan terlengkap dari semua transportasi yang ada.

Toh dampak positifnya jauh lebih banyak dari dampak negatifnya. Kalau sibuk mikirin jatuhnya, Wright bersaudara nggak mungkin sibuk nyiptain pesawat. Dan kalau pikiran kita negatif terus, kapan kita majunya? Hidup ajalah di gua, siapa tau mati tua atau mati karena tumbuh jamur di paru-parunya karena udara yang lembab.

Begitu juga vaksin, Bro. Kalau vaksin diciptakan, dia punya tujuan membentengi tubuh manusia dari pandemi. Kalau kemudian ada beberapa orang yang tidak tahan dengan vaksin dan meninggal misalnya, itu pasti karena banyak faktor, bukan hanya karena mutu vaksinnya. Misalnya, memang tubuhnya lemah dan alergi terhadap sesuatu, tapi nggak jujur ke dokter sehingga akhirnya imun di badannya malah menyerang dirinya. Atau yang lebih jelek, misalnya ada oknum yang ingin dapat keuntungan lebih sehingga vaksinnya dipalsu, dan jadinya ada korban di sana. Banyak banget faktornya.

Tapi lihatlah sekarang. Kalau dulu-dulu nggak ada vaksin, maka kita akan hidup dengan ketakutan karena pandemi influenza, pandemi cacar, pandemi polio, dan banyak lagi. Sudah banyak pandemi sebelum covid ini. Kita bisa hidup sehat sekarang, karena vaksin-vaksin itu yang menguatkan imun di tubuh kita. Kalau nggak, sudah lama manusia ini punah, baik karena kesehatan juga karena chaos akibat ekonomi di banyak negara nggak berjalan. Orang akhirnya mati bukan karena pandemi, tetapi karena berebut makanan.

Karena itu dukunglah program pemerintah. Bukan karena Anda takut dianggap BuzzeRp atau penjilat, atau apalah. Tapi karena Anda peduli pada diri Anda sendiri, pada keluarga Anda, dan juga pada bangsa dan negara. Vaksinnya sudah gratis, nggak bayar, jadi nggak usah cerewet segala seolah-olah tahu semua, ahli dari segala ahli, inti dari segala inti, core of the core.

Kalau Anda takut vaksin, mending diam dan kunci diri di rumah. Gak usahlah koar-koar dengan segala narasi ketakutan dan kebodohan Anda. Apalagi misalnya Anda tokoh publik yang dipercaya oleh banyak orang. Gunakan kepercayaan orang itu sebagai sebuah tanggung jawab besar, bukannya malah merusak pikiran awam. Anda itu egois tahu nggak? Dan orang egois itu nggak lebih dari seorang pecundang, pecundang dalam hidupnya dan dalam segala-galanya. Hiduplah terus kawan, walau tak berguna.

Menjadi pahlawan di era sekarang ini nggak perlu susah. Tuhan sudah kasih jalan yang paling mudah, nggak perlu angkat senjata dengan menumpahkan darah dan mengorbankan nyawa. Cukup berani disuntik vaksin saja, Anda sudah menyelamatkan negara dan bangsa.

Komentar