Eko Kuntadhi: AYO BU SRI, TAGIH UTANG CENDANA!

Salah satu yang gue suka dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, karena konsistensinya untuk menyelamatkan duit negara. Bahkan untuk urusan itu dia berani berhadapan dengan pangeran-pangeran Cendana yang dulu dikenal sakti mandraguna.

Sekarang misalnya, Sri Mulyani sedang digugat oleh Bambang Trihatmojo atau Bambang Soeharto ke PTUN, karena Bu Sri menetapkan Bambang untuk dicegah ke luar negeri.

Menurut catatan Menkeu, Bambang masih punya utang kepada negara yang belum dilunasi. Udah ditagih berkali-kali, ya biasa, dia ngelak. Enak banget emang, karena kebiasaannya seperti dulu itu. Bambang lupa sekarang presidennya udah Pak Jokowi. Bukan Pak Soeharto lagi, bukan bapaknya lagi.

Jadi kalau dia punya utang sama negara, ya kudu bayar. Gak bisa main kemplang lagi kayak dulu. Zaman preman sudah gak berlaku lagi sekarang, Bro.

Soal utang Bambang ini memang berkenaan dengan pelaksanaan Sea Games 1997 kemarin. Acara itu dilaksanakan di saat terakhir sebelum Bapaknya dipaksa turun jabatan oleh rakyat, oleh demonstrasi mahasiswa waktu itu.

Nah, pada saat 1997 itu, Bambang hadir sebagai ketua konsorsium swasta yang membantu pelaksanaan Sea Games 1997. Karena tugasnya membantu, sebagai konsorsium, dia gak menggunakan uang negara, maksudnya modalnya sendiri. Kompensasinya bagi konsorsium itu, dia bisa mengail keuntungan dari acara Sea Games tersebut.

Misalnya dari tiket masuk atau juga dari ratusan mobil mewah yang digunakan peserta Sea Games 1997. Setelah acara itu, kendaraannya berada di bawah kendali konsorsium. Entah dikemanain kita gak tahu?

Tapi seperti kebiasaan klan Cendana saat itu, bisnisnya mau untung gede. Tapi gak mau keluar modal. Kan memang kesepakatannya konsorsium gak dibiayai negara untuk Sea Games ini, tapi untuk modalnya dia minjem duit dari Sekretariat Negara. Sekitar Rp35 miliar pada saat itu.

Sekadar informasi aja ya, jumlah Rp35 miliar tahun 1997 itu jelas berbeda dengan Rp35 miliar sekarang. Waktu itu harga dolar AS sekitar Rp2.500 per dolar gitu. Sementara sekarang harganya sudah Rp14.000-an. Dulu lu beli bakso semangkok cuma 500 perak. Sekarang minimal 10.000 perak

Jadi jumlah Rp35 miliar itu, dihitung juga dengan angka sekarang ditambah beban bunga sejak 1997. Itulah kewajiban yang harus dibayarkan Bambang. Barapa? Ya lu itung sendiri.

Sebagai Menteri Keuangan yang bertanggung jawab terhadap piutang negara, gue suka banget sama Sri Mulyani yang ngotot banget. Dia keukeuh nagih hak negara. Jadi mau bapaknya Bambang dulu penguasa, kalau punya utang, ya bayar. Kata Ahok, emangnya punya nenek lu!

Sebelumnya, Sri Mulyani juga berhasil merampas duitnya Tommy Soeharto di rekening PT Timor Putra Nasional, di Bank Mandiri. Jumlahnya lumayan Rp1,2 triliun.

PT Timor ini sudah gak beroperasi sejak 1997, tapi masih punya kewajiban sama negara yang gak dibayar-bayar sampai kemarin. Berkali-kali sidang pengadilan dan akhirnya dimenangkan oleh Menteri Keuangan dan kemudian Menteri Keuangan punya hak untuk menguasai rekeningnya yang ada di Bank Mandiri.

Sebelumnya lagi, Menkeu juga berhasil menyita Gedung Granadi. Gedung ini milik Yayasan Supersemar, yayasan ini yang dikuasai oleh keluarga Cendana punya kewajiban juga sama negara Rp4,4 triliun.

Jadi sebetulnya masih panjang episode Menkeu ini mengejar duit yang digondol keluarga Cendana dengan cara akal-akalan itu. Jumlahnya mungkin kalau total-total bisa sahohah! Gua gak tahu bahasa sahohah itu sebanyak apa?

Tapi apa yang dilakukan Bu Sri Mulyani sekarang ini mungkin baru bisa menjangkau cuma sebagian kecil aja dari aset Cendana, belum bisa menjangkau semuanya yang digarong dari rakyat. Itupun untuk mendapatkan yang cuma sebagian kecil itu, butuh waktu dan energi yang luar biasa. Melelahkan. Proses hukumnya panjang.

Bukan cuma proses hukum, dan kita tahu juga, ada biaya politik yang harus kita alami juga di masyarakat. Lo inget kan, isu kebangkitan PKI, kalau gua sih ngeliatnya gak lepas dari masalah ini. PKI itu emang isu khas Orde Baru banget.

Trus juga lo perhatikan, siapa-siapa yang suarakan isu kebangkitan PKI, orangnya dia-dia juga, antek Cendana.

Tapi syukurlah, kita bersyukur, orang kayak Sri Mulyani gak gampang digertak. Jadi di-isuin macem-macem dia maju terus. Dan dia adalah Menteri Keuangan terbaik yang dimiliki sama Indonesia.

Untuk itulah kita perlu terus berdiri di belakang Bu Sri Mulyani, agar dia terus mengejar tikus-tikus yang dulu gerogotin duit rakyat, untuk dikembalikan lagi ke kas negara. Kita mesti berdiri di sana.

Gue sih cuma ngajak lu berpikir, kesimpulannya ya terserah lu…
Terima kasih.

Komentar