Eko Kuntadhi: ALHAMDULILLAH, KESELEK SANDAL GAK HARAM LAGI

Jumpa lagi Kisanak,

Produsen sandal atau alas kaki Homyped baru-baru ini mengumumkan, salah satu produknya, Homyped Ladies, sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Keberhasilan Homyped itu, untuk mengantisipasi para konsumen yang selama ini sering mengalami kondisi keselek sandal.

Dengan menggunakan Homyped Ladies, mereka yang keselek sandal tidak khawatir menelan barang haram.

Sebagian orang tentu bersyukur, sandal-sandal yang sebelumnya diperkirakan menganut kepercayaan animisme kini sudah jelas agamanya. Mereka sudah jadi mualaf.

Sandal yang beragama tentu saja berbeda dengan sandal yang belum beragama. Sandal-sandal yang belum beragama, cenderung pasrah diajak ke mana saja. Diajak ke pasar, mereka ayo. Diajak ke diskotik juga ikut.

Sementara sandal yang sudah menganut agama, diharapkan akan lebih tertib syariah. Sandal-sandal tersebut akan menolak jika diajak jalan ke tempat-tempat maksiat.

Pelabelan halal pada sandal ini adalah langkah yang solutip dari MUI, agar para Ladies tidak menggoda keimanan sandal untuk diajak ke tempat-tempat yang tidak agamis.

Kisanak, sesuai dengan sertifikasinya, ketika pengguna sandal tersebut hendak menyimpannya, diharapkan sandal itu tidak dicampur dengan sandal-sandal lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kadar kehalalan sandal tersebut.

Kisanak yang budiman,

Karena sampai saat ini belum ada rak sandal yang mendapat sertifikat halal, disarankan untuk sementara waktu anda dapat menyimpan sandal tersebut di dalam kulkas. Sebab kulkas atau lemari es kini sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI.

Dengan didapatkannya sertifikat halal untuk sandal, diharapkan para pengusaha kuliner tidak ragu lagi untuk menyajikan menu Sambel Goreng Sandal, Sandal Cabe Ijo, Oseng-oseng Bakiak, atau Sop Sandal Rongsok kepada pelanggannya.

Bukan hanya sandal saja, sebuah produk kuas cat juga mengumumkan mendapat sertifikat halal dari MUI. Sebelumnya MUI juga sudah memberikan sertifikat halal kepada cat tembok. Hal ini membuat orang tidak ragu lagi menjilati tembok. Sebab, baik kuas dan cat yang digunakan sudah sesuai syariah.

Tembok yang dicat dengan kuas dan cat tembok yang sudah bersertifikat halal, jika dijilati, rasanya akan mirip seperti rasa Odading Mang Oleh: anjing banget!

Kita ikuti berita kedua,

Berita kali ini, tentang Gubernur Jakarta yang meminta kepada jajarannya untuk tidak meneruskan pengadaan TOA di Jakarta. TOA tersebut tadinya ingin digunakan sebagai alat peringatan dini ketika banjir melanda Jakarta.

Menurut Gubernur Jakarta Anies Baswedan, TOA-TOA yang sudah ada sekarang dapat dimuseumkan secepatnya. Karena sudah tidak berguna apa-apa.

Padahal, Kisanak, melihat bentuk TOA yang seperti ember, sebetulnya alat tersebut masih bisa digunakan untuk menyerok air saat banjir. Alangkah mubazirnya jika alat semahal itu harus dimasukkan gudang barang rongsokan.

Jikapun Pemda DKI Jakarta sudah tidak membutuhkan TOA tersebut, mungkin mereka bisa menghibahkannya ke Pemda Depok. Di Depok, TOA-TOA itu akan sangat bermanfaat untuk menyetel lagu yang dinyanyikan oleh Walikota asal PKS di setiap lampu merah. Gunanya untuk menghalau macet.

Memang soal pengadaan lalu membuang barang, sudah sering menjadi kebiasaan Pemda DKI. Kita ingat, beberapa waktu lalu jalur sepeda yang baru saja dibangun, kemudian dirombak lagi untuk dijadikan trotoar. Hal ini mungkin dilakukan agar serapan anggaran Pemda DKI bisa maksimal.

Intinya Kisanak, yang penting anggarannya terserap. Kalau soal kegunaan, bisa belakangan.

Sekali lagi Kisanak, langkah ini memang odading banget bagi penduduk DKI, rasanya seperti ada anjay-anjaynya…

Dengan dimuseumkan TOA-TOA tersebut, kini DKI Jakarta kehilangan ciri khasnya. Kisanak, DKI Jakarta tanpa TOA, persis seperti ambulance tanpa nguing-nguing…

Kisanak, kita ikuti berita selanjutnya,

Sebuah berita menghebohkan belakangan ini menghiasi media sosial. Isinya, mengenai tewasnya Imam Besar FPI Rizeq, akibat tertabrak onta dalam sebuah even balapan di Saudi Arabia. Namun demikian, menurut media Pikiran Rakyat, berita tersebut hanya hoax belaka.

FPI sendiri dalam statemennya mengutuk dan hendak mengejar penyebar berita hoax tersebut. Menurut juru bicara FPI Munarman, kondisi Rizieq kini baik-baik saja. Bukan terluka akibat tertabrak onta. Rizieq tidak tertabrak onta. Tidak keserempet onta yang ngamuk. Juga tidak dicium onta sama sekali.

Tentu saja FPI marah dengan adanya berita bohong tersebut. Sebab dengan hadirnya berita hoax tersebut, bukan saja merugikan Rizieq, juga merugikan nama baik onta, sehingga orang banyak salah sangka terhadap hewan tersebut, yang bisa diartikan tidak berhati-hati dalam balapan.

Kisanak, kita tahu, meski dalam balapan, onta juga tetap memegang teguh prinsip orang Jawa: alon-alon asal kelakon atau biar lambat asal selamat. Jadi Kisanak, mana mungkin onta-onta itu dengan sengaja, sambil bernyanyi dan sepenuh hati menabrak Rizieq sampai tewas.

Kita setuju dengan FPI untuk mengusut penyebar berita bohong tersebut. Sebab kasihan onta yang tidak bersalah apa-apa, jika difitnah begitu.

Dengan adanya sikap tegas FPI itu, kita berharap onta-onta di Saudi tidak mengalami cidera apapun dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kita juga berharap onta-onta itu diberikan ketabahan dalam menghadapi badai fitnah seperti saat ini. Bagi onta, ini semua adalah cobaan, ini adalah sekadar cobaan. Mereka harus tabah menjalani.

Hanya cambuk kecil, agar kita sadar

Adalah Dia, di atas segalanya… hohohoho…

Adalah Dia di atas segalanya…

Dududududu…

Kisanak, kita tutup berita kali ini dengan pepatah:

Ikan hiu, makan tomat

I lov yu somad

Anda sedang berada di channel paling update seangkasa raya

Lemesin aja, hai Onta…

Komentar