Denny Siregar: SSST.. ADA HAIKAL HASSAN DI KASUS BOCORNYA DATA TELKOMSEL?

Bulan Juli lalu, jagad medsos heboh. Data pribadi saya tiba-tiba kesebar di ruang publik dengan sangat detail, dari mulai nama keluarga, alamat rumah, sampai merek handphone apa yang saya pakai. Yang menyebarkan akun bernama opposite, yang belum jelas siapa sih orang di balik akun itu.

Menkominfo kemudian bertindak cepat dengan memerintahkan Telkomsel menginvestigasi kasus kebocoran data itu. Dan dari hasil penyelidikan Telkomsel, dibantu kepolisian, tertangkaplah seorang customer service, yang kacaunya dia juga hanya pegawai lepas atau outsourcing, yang membocorkan data itu ke akun opposite.

Dan salah satu yang menarik dari kasus ini adalah munculnya nama Haikal Hassan Baras di dalam kasus ini. Haikal Hassan, atau lebih dikenal dengan panggilan “Babeh”, adalah salah satu penggerak demo besar yang berpotensi membuat kerusuhan di Jakarta tahun 2016-2017 lalu.

Ia juga dikenal sebagai juru bicara Kelompok 212 dan sempat menjadi juru bicara Prabowo-Sandiaga Uno, waktu kampanye Pilpres di tahun lalu. Karena sering menjadi juru bicara itulah, dia sering tampil di stasiun televisi. Bahkan sering banget diundang ke acara ILC, entah dalam kapasitas apa. Haikal ini mirip Rocky Gerung, penggiat palugada. Apa lu mau, gua ada.

Tema ILC tentang ekonomi, dia mendadak jadi pakar ekonomi. Tema ILC tentang politik, dia tiba-tiba menjadi sosok yang paham politik. Mirip warung tenda yang jual makanan apa saja yang lu mau, mau rawon, mau nasi padang, pecel lele juga gua bisa. Lengkaplah, yang penting lu datang, lu makan, dan lu bayar. Masalah enak gak enak, itu bukan urusan gua.

Belum cukup, dia juga senang dipanggil ustaz dan diundang ceramah di mana-mana. Meski gak jelas juga kualifikasi apa yang dia punya kok bisa-bisanya dia mengajar agama. Yah tapi memang gitulah orang kita, gampang banget manggil ustaz ke orang yang belum jelas rekam jejaknya. Bahkan ada mualaf yang baru belajar agama saja, gampang banget jadi ustaz di sini.

Oke, kita balik lagi ke topik utama. Jadi ngelantur ke mana-mana saya nih.

Kenapa nama Haikal Hassan muncul dalam kasus bocornya data Telkomsel?

Itu sebenarnya pengakuan dia sendiri. Waktu sebuah akun anonim lain bernama digembok membongkar jejak akun opposite yang mempublikasi data saya, dia juga membongkar siapa nama di balik akun opposite itu. Namanya kalo gak salah Wahyu siapa lah gitu. Eh menariknya, ternyata akun digembok juga membongkar bahwa Haikal Hassan pernah mentransfer uang sebesar Rp 5 juta ke akun si Wahyu itu.

Bagaimana reaksi Haikal waktu jejak digitalnya dibongkar? Ternyata dia langsung mengakui bahwa ia memang pernah mentransfer sejumlah uang ke rekening si Wahyu, dengan alasan orang itu butuh uang buat keluarganya di Indonesia.

Sebagai catatan ya, si Wahyu yang terduga punya akun opposite ini tinggal di luar negeri, kabarnya sih di Yordania. Gak tahu ngapain dia luntang-lantung di sana, sampai harus minta uang ke Haikal Hassan buat keluarganya segala.

Haikal terus membantah keterlibatannya dengan Wahyu atau akun opposite. Dia bilang kalau dia biasa membantu orang yang kesusahan seperti si Wahyu, meski dia gak kenal sama sekali. Dewa juga nih Babe Haikal, gak kenal aja ditransfer 5 juta, gimana kalau deket ma dia? Bisa 100 juta kali.

Meski Haikal terus membantah, tapi polisi juga terus bergerak mencari keberadaan si Wahyu atau opposite. Di sanalah kuncinya. Akun opposite ini sudah lama dicari polisi. Dulu waktu kampanye Pilpres, akun opposite ini pernah menuduh bahwa Polri adalah buzzer Jokowi. Tetapi karena kesibukan mengawasi Pilpres yang rumit itu, untuk sementara perhatian polisi pun teralihkan.

Sekarang, mumpung situasi lagi tenang, polisi fokus mencari keberadaan akun opposite atau si Wahyu itu. Apalagi ada kasus baru pembocoran data Telkomsel, maka si Wahyu bisa menjadi tersangka utama pelanggaran UU ITE. Dan jika dia berhasil ditangkap, polisi bisa menelusuri jejak siapa yang membiayai dia selama ini. Apakah ada orang lain yang terlibat? Ini yang perlu diselidiki.

Jaringan-jaringan pembocoran data seperti ini harus segera ditemukan. Termasuk bagaimana bisa mereka berhubungan dengan karyawan Telkomsel untuk mendapatkan data pribadi pelanggan? Apakah memang kasus pembocoran data pribadi saya itu murni karena kebencian ataukah ada sindikat penjualan data di dalam yang melibatkan petinggi di sana? Penting untuk polisi mengetahui di mana pangkalnya, supaya bisa paham apa yang terjadi. Karena ini bukan hanya menyangkut data saya pribadi, tetapi juga data 160 juta pelanggan Telkomsel.

Dan Haikal Hassan, mungkin sedang bersiap-siap untuk mencari jawaban baru seandainya si Wahyu atau opposite berhasil ditangkap polisi. Suka tidak suka, nama Haikal sudah di tangan polisi karena ia sendiri sudah mengakui mentransfer sejumlah uang ke terduga orang yang sedang dicari polisi itu.

Atau mungkin, Haikal tahu keberadaan si Wahyu itu, biar jelaslah semuanya. Lebih baik kalau tahu, ngobrol yang enak ma Pak Pol, siapa tahu bisa jadi whistle blower. Lebih bagus jadi pahlawan kan daripada nanti jadi tersangka beneran?

Mumpung masih anget, seruput kopi dulu deh, Beh. Kita nikmati apa yang bisa dinikmati. Siapa tahu besok-besok kita gak bisa ngopi dengan enak seperti sekarang ini lagi.

Markibong.

 

Komentar