EKO KUNTADHI: PENGHARGAAN UNTUK DUO F DAN GANJIL GENAP YANG GANJIL

Welcome back, Kisanak.

Menyambut hari kemerdekaan RI yang ke-75, pemerintah Indonesia akan memberikan tanda jasa kepada beberapa orang yang dianggap telah berjasa bagi nusa dan bangsa. Nama Fadli Zon dan Fahri Hamzah terdaftar sebagai penerima tanda jasa Bintang Mahaputera tahun ini. Tanda jasa itu, menurut Menkopolhukam Mahfud MD, biasanya memang diberikan kepada para mantan pimpinan lembaga tinggi negara, yang sudah berakhir masa jabatannya.

Dengan demikian, Kisanak, pemberian Bintang Mahaputra kepada duo F tersebut, menurut Mahfud, hanya melanjutkan sesuatu yang sejak dulu sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena kedua karekter itu, pernah duduk sebagai wakil pimpinan DPR periode lalu.

Kisanak yang budiman.

Menanggapi pemberian Bintang Mahaputra dari pemerintah kepada duo F, ada pendapat dari seorang pengamat. Pengamat ini tidak mau disebutkan namanya, tapi hanya mau disebutkan usia dan ciri-cirinya saja.

Ciri pengamat tersebut tertera sebagai berikut, ia lelaki lajang, usia 38 tahun, tinggi 170 cm, karyawan swasta, berkulit sawo matang, humoris, hobi travelling, pekerja keras dan penyayang, juga memiliki SIM C.

Ia mencari pasangan hidup perempuan setia, berwajah cantik, guru atau dosen, berkulit bersih, humoris, bisa masak dan pengertian. Jika berminat, lanjut taaruf. Demikian ciri-ciri pengamat tersebut.

Pengamat yang ciri-cirinya tersebut di atas ini berpendapat, bahwa sebetulnya Fahri dan Fadli punya jasa besar pada Indonesia di saat-saat ini. Menurut beliau, jasa terbesarnya adalah peran Fahri dan Fadli yang akhirnya membuat pasangan Prabowo-Sandi kalah dalam dua Pilpres yang lalu.

Pada Pilpres 2014, misalnya, akibat statement Fahri di sebuah stasiun TV yang mengatakan perayaan hari santri sebagai sinting, membuat suara untuk Pak Jokowi meningkat pesat. Khususnya dari kalangan santri. Itulah yang pada akhirnya membawa Jokowi terpilih sebagai Presiden Indonesia, untuk periode pertama pada 2014 lalu.

Sementara pada Pilpres 2019, peran mereka dalam kekalahan Prabowo juga sangat kentara. Kampanye-kampanye yang mengandalkan nyinyiran, berhasil membuat rakyat muak dan akhirnya memutuskan untuk memilih Jokowi-Amin. Karena jasa itu juga Indonesia, sekali lagi diselamatkan dari risiko kegagalan.

Kisanak yang budiman, selain itu, menurut pengamat tersebut, jasa Fahri yang paling signifikan untuk Indonesia adalah ia termasuk orang yang berhasil melakukan perusakan pada PKS dari dalam. Bahkan Fahri kini berusaha meruntuhkan PKS, dengan merebut kantong-kantong suara partai itu untuk dialihkan ke Partai Gelora.

Kisanak, kita semua berdoa, semoga Partai Gelora sukses merebut suara PKS. Sehingga nantinya suara mereka terbagi menjadi dua. Jika memungkinkan keduanya di bawah batas electoral threshold. Jika ini terjadi, Kisanak, kita wajib meminta pemerintah untuk memberikan bintang tanda jasa kepada Fahri untuk yang kedua kalinya.

Kisanak yang budiman.

Kita tentu saja menghargai jasa para pahlawan yang menyumbangkan keringat, darah, airmata, bahkan nyinyirannya untuk kemajuan Indonesia. Kita berharap dengan bintang Mahaputera ini semoga keduanya mendapat hidayah dan selalu dalam lindungan Tuhan yang Maha Esa. Amin ya, robbal ‘alamin.

Kisanak, kita ikuti berita kedua.

Pemberlakuan kebijakan ganjil-genap di Jakarta mulai serius diterapkan di tengah wabah virus Covid-19 yang terus meningkat. Dengan adanya kebijakan ganjil-genap ini, otomatis orang yang biasanya menggunakan mobil pribadi di Jakarta akan beralih ke angkutan umum.

Tidak heran, Kisanak, jika angkutan umum belakangan ini akan lebih umpel-umpelan. Penuh sesak dan tentu saja saling menyebarkan droplet. Mungkin kebijakan ini tujuannya untuk mewujudkan keadilan sosial dalam memasyarakatkan Covid-19.

Kisanak yang budiman.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta, saat ini juga sedang mengkaji penerapan ganjil-genap bagi sepeda motor. Kita tidak tahu, apakah nanti juga akan diterapkan kebijakan ganjil-genap bagi pejalan kaki. Misalnya, mereka yang wajahnya ganjil akan dilarang keluyuran di tanggal-tanggal genap.

Jika kebijakan ganjil-genap kepada pejalan kaki diterapkan, dipastikan demo para laskar di Jakarta hanya bisa dilakukan ditanggal ganjil. Anda sudah tahu kenapa sebabnya. Ini sesuai dengan kondisi dan raut wajahnya.

Untung saja, Kisanak, tidak ada kebijakan ganjil-genap untuk diterapkan kepada gubernur. Dengan demikian, Gubernur Jakarta tetap akan berfungsi sebagai gubernur, meski di tanggal genap.

Kisanak, kita ikuti berita ketiga yang datang dari Solo. Dewan Syariah Kota Solo, yang merupakan gerombolan pengasong agama di kota tersebut, baru saja memprotes logo HUT RI ke-75. Mereka berkoar-koar dalam logo tersebut ada bentuk salib yang tersembunyi.

Entahlah Kisanak, mungkin gerombolan ini sejenis vampire yang selalu parno dengan salib. Jangankan dengan salib, sama topi Santa saja mereka juga takut.

Kisanak oh, Kisanak…

Kami sudah mencoba ngoprek logo HUT RI ke-75 untuk mencari di mana salib tersebut berada. Sampai sekarang kami belum juga menemukan. Jika anda berhasil menemukan, kami akan menyiapkan hadiah voucher menginap di Wisma Atlet selama 14 hari.

Demikian berita ini kami sampaikan.

Anda sedang berada di channel paling update seangkasa raya.

Lemesin aja, Mblo…

 

Komentar