KRISTENISASI BALON HIJAU, DOORR! I Channel 17+

Jumpa lagi, Kisanak.

Dunia persilatan sedang dihebohkan oleh isi ceramah seorang pendakwah, Ustad Zainal Abidin LC. Ustad yang satu ini memang agak lain dari yang lain. Jika kebanyakan penceramah agama membahas tafsir Alquran untuk topik ceramahnya. Zainal Abidin malah menggelar pengajian dengan melakukan tafsir terhadap syair lagu anak-anak.

Kisanak, kita ikuti kajian tafsir ustad Zainal Abidin…

(video ustad: anak-anak kecil sejak umur TK aja sudah dilatih untuk benci Islam. Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya… yang meletus balon apa? Heh, yang meletus apa? Ijo… Hatiku sangat kacau… Lho? Islam itu bikin kacau aja. Tinggal empat, pegang erat-erat, apa? Merah, kuning…)

Tentu saja sehabis mendengar pengajian ini, kepala anda akan berkerut. Uban bertambah. Jenggot memanjang dan celana naik ke atas. Itu adalah reaksi standar ketika mendengar paparan keren dari ustad Zainal Abidin.

Kisanak yang budiman…

Sayangnya hanya dua lagu anak-anak yang dikuliti oleh Zainal Abidin. Padahal kalau kita mau telusuri dengan menggunakan logika Zainal, masih banyak lagu-lagu lain yang berpotensi menjauhkan anak-anak dari agama.

Kisanak, coba saja mendengar lagu, “Lihat kebunku, penuh dengan bunga…”

Bayangkan Kisanak, sedari kecil anak-anak sudah diajarkan mencintai bunga. Apakah mereka tidak sadar bahwa bunga adalah riba dan riba hukumnya haram.

Kisanak, ada lagi lagu yang bisa diindikasikan mengajarkan anak-anak membenci poligami. Ini misalnya ada dalam syair lagu, Ibu Kita Kartini.

Masalahnya pada lagu tersebut, nama ibu yang disebutkan hanya kartini saja. Ibunya cuma satu. Kenapa tidak dinyanyikan misalnya, Ibu Kita Kartini dan Jamila, dan Ineke, dan Chintya? Lagu ini jelas-jelas mengajarkan anak-anak untuk membenci poligami sejak kecil.

Bahkan ada lagu yang paling merusak akhlak anak-anak Indonesia. Syairnya berbunyi, “Diobok-obok airnya diobok-obok. Ada ikannya kecil-kecil pada mabok!”

Kisanak, lagu ini mengajarkan ikan-ikan, meskipun masih kecil, untuk suka mabok. Tidak dijelaskan Kisanak, apakah ikan tersebut mabok darat, mabok laut atau mabok udara. Sementara sampai akhir lagu tersebut, tidak juga disampaikan bagaimana mengurangi dampak ikan mabok dengan meminum Antimo.

Terakhir mari kita dengar lagu yang dipopulerkan oleh Tasya Kamila beberapa waktu lalu, judulnya Aku Adalah Anak Gembala!

Jelas saja lagu ini menjauhkan anak-anak dari agama. Sebab, masih kecil anak-anak sudah diajarkan menjadi anak gembala. Bukannya menjadi anak sholeh dan sholehah.

Kisanak yang budiman…

Kecurigaan pada syair lagu anak-anak ini sebagai usaha kristenisasi, rupanya juga mengherankan umat Kristen sendiri. Selama ini mereka sendiri tidak pernah sanggup berpikir seperti lelaki yang punya kegemaran keramas jenggot ini. Kemampuan Zainal sebagai ahli tafsir lagu anak-anak perlu mendapat apresiasi dari UNICEF dengan menganugerahkan sebuah medali perunggu.

Para Jemaah Zainal Abidin tentu saja hanya sanggup manggut-manggut mendengar ceramah yang mencerahkan itu. Mungkin saja Jemaah yang cocok mendengarkan ceramah model Zainal Abidin ini adalah orang-orang yang perilaku sehari-harinya mirip acara Indosiar.

Pagi Sinetron Azab

Siang Azab

Sore Azab

Saat malam, dangdutan!

Demikian berita kali ini.

Anda sedang berada di channel paling update seangkasa raya.

Lemesin balon hijau, dor! Terima kasih.

Komentar