Denny Siregar: MALANG USIR BACHTIAR NASIR

Senin malam, udara kota Malang di Jawa Timur yang biasanya sejuk, mendadak panas…

Ratusan orang datang ke sebuah hotel di jalan Kawi. Mereka menuntut seorang penceramah bernama Bachtiar Nasir, supaya angkat kaki dari kota mereka. Polisi langsung sigap bertindak. Mereka pun merasa kecolongan.

Bachtiar Nasir disebut sebagai salah seorang pentolan Hizbut Thahrir Indonesia, organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah. Dia sebelumnya diundang untuk ceramah di Universitas Brawijaya, tapi ditolak. Kemudian pindah ke Sengkaling, ditolak lagi dan akhirnya rencana mau ceramah di sebuah hotel syariah. Disinilah keributan terjadi.

Masalahnya, acara ini belum dapat izin dari kepolisian karena masyarakat kota Malang sejak sore sudah banyak yang melapor kepada polisi menolak Bachtiar Nasir ada di kota mereka.

Siapa Bachtiar Nasir?

Rekam jejak Bachtiar Nasir sejak lama terlihat sebagai seorang penceramah yang punya ideologi keras untuk mendirikan konsep khilafah di Indonesia. Jejak digitalnya pun jelas.

Kita lihat videonya yang sudah beredar dimana-mana…

Sejak HTI dibubarkan, penolakan terhadap Bachtiar Nasir dan rekannya seperti Felix Siaw, terjadi dimana-mana.

Tahun 2017 lalu, bahkan terjadi insiden keras di Cirebon Jawa Barat ketika Banser NU menolak kehadiran Bachtiar Nasir disana. Untungnya polisi kembali sigap sehingga tidak terjadi tindak kekerasan.

Nahdlatul Ulama selama ini dikenal sebagai ormas Islam yang memperjuangkan nilai kesatuan dan punya kesepakatan kuat terhadap ideologi Pancasila. Karena itu wajar saja mereka menolak Bachtiar Nasir yang dianggapnya punya ideologi yang bertentangan.

Warga Malang juga punya rekam jejak jelas dalam menolak kehadiran HTI ditanah mereka. Dan sikap mereka ini semakin jelas, ketika pemerintah akhirnya membubarkan HTI sebagai organisasi yang dilarang keberadaannya.

Bachtiar Nasir sendiri pernah tersandung kasus, dituding menyelewengkan dana lewat Yayasan Keadilan Untuk Semua. Dana yang dia dapat dari aksi 411 dan 212 itu, disebutkan malah dikirim ke Turki untuk mendukung pemberontak Suriah.

Sampai sekarang kasus itu belum jelas bagaimana perkembangannya, meski Bachtiar Nasir tahun lalu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sudah saatnya kita bersatu menolak kehadiran “ustad-ustad” provokator seperti Bachtiar Nasir dan Felix Siaw. Karena tanggung jawab kita terhadap negeri ini supaya tidak terpecah belah karena disusupi agenda khilafah.

Warga Malang sudah benar, kota mereka yang toleran, plural dan sejuk dalam kehidupan beragama, tidak boleh dirusak oleh ceramah-ceramah yang memprovokasi apalagi yang punya tujuan revolusi.

Jika bukan kita yang menjaga negeri kita sendiri, lalu siapa lagi?

Jangan sampai kelak Indonesia seperti Suriah dan kita hanya bisa menyesali..

Komentar