Eko Kuntadhi: VIRUS KADRUN MELANDA INDONESIA | Channel 17+

Para pemirsa yang budiman, tentu saja bukan sujatmiko. Di planet manapun Anda berada, selamat berjumpa semoga Anda semua dalam lindungan tuhan…

Bersama chanel ini, kami perlu memberitahukan bahwa saya eko kuntadhi akan membacakan berita yang menghebohkan dunia. Kami berhadap Anda tidak perlu kaget, apalagi mengucapkan astagfirullah alazim, atau bangun-bangun makan nasi pakai garam.

Pemirsa. Dunia telah dihebohkan dengan adanya penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, sebuah kota di China. Virus ini telah menginfeksi lebih dari 3000 orang dan khabarnya terus bertambah.

Pemerintah China dengan sigap mencoba menghalau pergerakan virus. Mereka membangun Rumah Sakit khusus untuk menangani pasien Corona. Rumah sakit dengan fasilitas canggih dan steril itu dibangun hanya dalam waktu 10. Awalnya pembangunan itu direncanakan hanya 6 hari saja.

Bukan hanya satu rumah sakit yang dibangun pemerintah China, tetapi beberapa Rumah Sakit sekaligus di beberapa kota terdampak. Dengan fasilitas lengkap.

Pemirsa, untung saja virus Corona bermula di China. Pemerintah China yang terkenal sigap dan efisien mampu membangun fasilitas dengan cepat. Bahkan dalam hitungan hari. Bayangkan jika virus berkembang biak di Jakarta.

Jangankan membangun Rumah Sakit secara cepat. Membangun trotoar saja harus bongkar pasangnya terus-terusan dengan dana pembangunan ratusan milyar rupiah. Itupun gak jadi-jadi. Demikian juga membangun jalur sepeda, baru dibangun langsung dibongkar lagi untuk menampung proyek lainnya di jalur yang sama.

Sekarang, malah Monas yang sudah bagus, dibongkar-bongkar dengan istilah revitalisasi. Perusahaan yang mengerjakan proyek ini, kabarnya, tidak jelas dimana kantornya. Ketika ditelusuri via Google Map, alamat perusahaan itu malah pabrik tahu.

Tidak jelas pemirsa, perusahaan itu mau merevitalisasi Monas atau mau membuat Monas Gejrot. Digoreng dadakan, limaratusan hangat-hangat. Wakwaw!

Artinya boro-boro membangun gedung dalam waktu cepat, perencanaan jalur sepeda dan trotoar saja tumpang tindih.

Jika pemerintah China sedang sibuk menghalau perkembangan virus, pemerintah daerah Jakarta justru kini sedang sibuk menyusun alasan kenapa kawasan Monas dibuat acak kadut.

Pemirsa, virus Corona memang menyerang di China. Tapi jangan lupa ada virus yang tidak kalah gaharnya menyerang Indonesia. Kita mengenalnya dengan virus Kadrun jenis G0212.
Virus ini sejenis mikrobiologi yang menyerang otak bagian tengah, samping dan depan. Virus ini juga merasuk hati penderitanya, sehingga jadi penuh kebencian dengan siapa saja yang berbeda.

Ciri-ciri orang yang terserang virus ini adalah terlalu banyak alasan dengan hasil kerja nol besar, suka membawa-bawa agama untuk tameng, dan perasa pemegang kunci surga.

Virus kadrun ini penyebarannya jauh lebih masif dibanding virus corona di China. Mereka yang ketularan virus jenis ini, akan mempunyai sifat anti toleransi, membenci agama dan keyakinan lain, hobi mengkafirkan, suka mengibar-ngibarkan bendera hitam HTI, dan yang paling menonjol mereka suka pamer ibadah di tengah jalan.

Masyarakat yang ditulari virus jenis ini, kelihatannya saja sehat. Padahal sesungguhnya adalah masyarakat yang sakit.

Biasanya virus kadrun ini menyerang logika penderitanya. Salah satu cirinya, ketika membicarakan sebaran virus Corona di China mereka malah mengait-ngaitkan peristiwa tersebut dengan azab dan muslim Uighur.

Kata mereka, Corona itu adalah azab karena perlakuan pemerintah China pada muslim Uighur.

Padahal beberapa waktu lalu juga beredar virus MERS yang ditularkan oleh Onta di Saudi. Tapi, untuk virus MERS mereka tidak mengganggap itu azab, hanya ujian belaka.
Inilah hebatnya virus Kadrun, bisa membuat penderitanya mendadak menjadi tuhan. Mereka bisa menentukan yang mana azab, yang mana ujian.

Padahal saudara, Mendikti Nadiem Makarim saja sudah mau menghapus Ujian Nasional. Sayangnya kita tidak pernah dengar ada program pemerintah untuk menghapus azab nasional.

Pemirsa, penderita virus kadrun ini juga punya ciri gampang dikibuli. Mereka gampang terpesona dengan tawaran bisnis yang diselimuti agama. Kasus penipuan investasi kebun kurma atau perumahaan syariah yang marak, karena pelakunya tahu, penderita virus kadrun gampang dibohongi.

Yang paling baru ada investasi Lele Murotal di Sukabumi. Ini adalah sejenis investasi peternakan Lele yang di sekeliling kolam dipasangi speaker lalu dioperdengarkan pengajian gaya morotal.

Menurut pengelolanya, akibat diperdengarkan pengajian itui daging Lele menjadi lebih manis.

Pengusaha menawarkan investasi per kolam kepada para investor.
Tentu saja selain dijanjikan akan mendapat keuntungan, juga diimingi-imingi akan mendapat pahala karena sudah berusaha membuat semua Lele di kolam menjadi mualaf. Dengan terbiasa mendengar Murotal setiap saat selama 24 jam, kita tidak tahu apakah nanti akan ada Lele yang menjadi penghapal kitab suci lalu dapat beasiswa masuk perguruan tinggi.

Mungkin setelah rutin mendengarkan Murotal, Lele-lele betina akan merasa risih jika berenang tidak menutup aurat. Mereka akan menjadi Lele hijrah.
Sedangkan Lele-lele jantan, tidak lagi memelihara kumis namun berusaha memanjangkan jenggotnya.

Kita juga tidak tahu, apakah dalam proses pengembangbiakan Lele-lele itu, dilakukan dengan jalan taaruf terlebih dahulu.

Pengola Lele Murotal tentu tidak paham, bahwa sesungguhnya setiap lele berhak menentukan hidiupnya sendiri. Bahkan memilih pasangannya sendiri tanpa harus diarahkan dengan taaruf.

Lele juga punya hak untuk mendengar suara lain. Lele yang hatinya ambyar, cocok mendengar lagu-lagu Didi Kempot. Sedangkan Lele yang berangasan, biasanya hobi menonton acara Youtune Denny Siregar…

Pemirsa. Sepertinya penderita virus kadrun akan senang ditawari jenis investasi seperti itu.
Mereka tidak pernah bertanya, jika peternakan Lele itu memang menguntungkan, kenapa pengelola tidak investasi sendiri saja. Kenapa harus mengajak orang lain untuk menanam uangnya…

Demikian berita kali ini.
Anda sedang berada di channel paling update seangkasa raya

Lemesin aja, mblo…

Komentar