SUNDA EMPIRE DAN HARTA KARUN SOEKARNO | Denny Siregar

Beberapa hari ini muncul banyak orang gila yang mendirikan kerajaan di Indonesia…

Ada Raja dan Ratu Keraton Sejagat di Purworejo, ada juga kerajaan Sunda Empire. Pengikutnya banyak, bahkan pengikut Raja dan Ratu Keraton Sejagat berseragam seolah mereka abdi dalem dari sebuah keraton.

Banyak yang bertanya, “Ini fenomena apa ?” Bahkan ada yang mengkait-kaitkan fenomena kegilaan ini sebagai rancangan operasi intelijen untuk mengalihkan masalah pemerintahan.

Semua jadi gila ternyata…

Sebenarnya kalau kita mau teliti, awal tahun 2000an, kasus seperti ini sudah ada hanya namanya berbeda. Dulu ada yang namanya Yayasan Islam Ahlusunnah waljamaah atau Yamisa. Ada lagi yayasan Amalillah. Juga model Swissindo.

Benang merah antara Raja dan Ratu Keraton Sejagat, Sunda Empire dan yayasan-yayasan itu hanya satu, yaitu harta karun Soekarno.

Sejak lama berita harta karun Soekarno ini jadi bahan pembicaraan masyarakat, terutama yang gemar hal-hal mistis dan misteri. Disebut-sebut Bung Karno punya dana revolusi yamg jumlahnya belasan ribu triliun rupiah di Swiss, berbentuk dokumentasi surat dan batangan emas.

Nah, para pimpinan Keraton dan yayasan itu selalu mengaku kalau mereka mendapat amanat untuk mencairkan harta karun itu. Mereka biasanya menunjukkan fotokopi dokumen untuk penguat kalau mereka memang ditunjuk sebagai ahli waris Soekarno. Kadang ditambah mereka bawa-bawa batangan emas yang ada capnya, padahal itu jelas sepuhan saja.

Ada yang percaya?? Banyakkkk…

Contoh kasus Yamisa di tahun 2002an. Pengikutnya puluhan ribu orang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Mereka ramai-ramai mendaftar jadi anggota Yamisa, dengan membayar 6 juta rupiah per orang.

Kalau sudah terdaftar, mereka akan jadi kader yang punya hak membagikan harta itu ke seluruh masyarakat. Gaji mereka sendiri dijanjikan ratusan juta rupiah perbulan.

Bayangkan, siapa yang gak ijo matanya mau dikasi gaji ratusan juta rupiah perbulan hanya ongkang-ongkang doang ? Jadi pantas yang ketipu itu bukan hanya rakyat biasa, tapi juga mereka yang bergelar Profesor, sampai aparat dan pejabat sekalian.

Ketika pimpinan Yamisa ditangkap karena penipuan, banyak anggota Yamisa yang marah. Mereka bukannya merasa ketipu, malah menyalahkan aparat yang dianggap sebagai biang keladi tidak cairnya harta Soekarno.

Penipuan dengan modus harta karun Soekarno ini, berkembang sesuai jaman dan punya fans. Mereka mungkin punya gelar dan jabatan, tapi tidak punya karir cemerlang dan pengen pensiun dengan senang.

Sunda Empire juga begitu, mereka menyuruh anggotanya membayar 350 ribu rupiah per anggota. Sedangkan Keraton Sejagat menyuruh anggotanya bayar 3 juta rupiah untuk ganti seragam dan lain-lainnya. Sementara ini yayasan Dana Amalillah lah yang paling sedikit mengutip dana, cuman 20 ribu rupiah per anggota.

Kegilaan harta karun Soekarno ini dalam jejaknya, ternyata juga pernah menimpa pejabat negara.

Tahun 2013 lalu, seorang Menteri agama di era Megawati, membongkar tanah di Batutulis Bogor. Dia meyakini bahwa dibawah tanah itu ada batangan emas harta peninggalan Soekarno. “Lumayan, untuk lunasi hutang negara…” katanya.

Gila, kan??

Masalah harta Soekarno itu tidak akan pernah habis. Cerita mistisnya terus dipelihara sebagai bumbu cerita bahwa negeri ini pernah jaya. Dan buat yang punya naluri menipu, bisa dijadikan tambang uang untuk mengeruk uang dari para pemalas, penganggur dan mereka yang patah arang dengan semua masalah di dunianya.

Harta karun Soekarno dengan nama Dana Revolusi, Dana Abadi Umat dan dana-dana lain ini memang jadi dongeng pengantar tidur yang indah.

Herannya, tidak ada yang mau memburu harta Soeharto yang kabarnya juga dilarikan ke banyak negara dalam bentuk surat berharga.

Juga Jokowi pernah menyebut ada 7.000 triliun uang koruptor yang diparkir di luar negeri. Prabowo waktu kampanye malah bilang, ada 11.000 triliun rupiah. Banyak, kan??

Mungkin kelak nanti ada kerajaan Thanos Empire, memburu harta karun Thanos yang disimpan di belahan bumi lain, dan jika dibagi-bagikan akan membuat seluruh masyarakat Indonesia sejahtera tanpa bekerja.

Kadang kalau gila itu jangan nanggung. Sekalian aja jadikan Lucinta Luna sebagai Ratu Sejagat Penguasa Alam Semesta Yang Takkan Terkalahkan…

Markibong

Komentar