Denny Siregar: MELACAK JEJAK KAMPRET DI VIRUS CORONA

Beberapa hari ini dunia sedang sibuk membahas tentang virus Corona..

Virus Corona yang bernama asli Novel Coronavirus adalah penyakit yang menyebabkan infeksi di jaringan paru dan membuat orang sulit bernafas. Kata “Corona” sendiri berasal dari kata crown atau mahkota. Itu karena virus Corona berbentuk mahkota waktu dilihat pake mikroskop.

Virus ini pertama kali dideteksi pada tanggal 31 Desember 2019. Waktu itu lebih dari 40 orang pemilik kios di daerah Wuhan, China, terserang demam, batuk dan sesak napas. Mereka kemudian meninggal berurutan karena tidak bisa bernafas.

Cepat sekali menyebarnya, karena virus Corona ditularkan melalui udara, air liur bahkan penemuan terbaru penyebarannya lewat mata.

Virus Corona berawal dari pasar makanan di Huanan. Disana memang menjual segala macam daging, dari yang biasa sampai yang ekstrim. Mulai daging kucing, koala, ular kobra sampe kampret pun dijual disana. Kampret inilah yang diduga sebagai awal virus Corona berasal.

Hebat banget kampret, bisa membuat China panik dan tak berdaya. Padahal di Indonesia, kampret begitu banyak tapi kalah waktu pengen ganti Presiden.

Virus Corona ini mirip dengan virus Mers dan Sars, yang sebelumnya pernah membuat heboh dunia. Model serangannya juga sama, membuat orang tidak bisa bernafas dan akhirnya meninggal.

Yang menarik disini adalah cara China bergerak dengan cepat melokalisir Wuhan, kota padat di China. Lebih dari 10 juta orang dilarang keluar kota, karena takut menjadi pembawa virus ke seluruh China. Di Wuhan sendiri sudah lebih dari 5000 orang terjangkit virus Corona dan 80 diantaranya meninggal.

China pun dalam waktu seminggu mengerahkan pasukannya untuk membangun Rumah Sakit khusus penderita Corona, supaya tidak menyebar ke pasien di rumah sakit lain.

Seminggu bangun rumah sakit, bayangkan..

Tapi bisa dibilang agak terlambat, karena penduduk China yang lebih dari semilyar itu dengan ekonomi yang sedang berkembang, sekarang sedang senang traveling keluar negeri. Karena itu diduga, virus Corona sudah menyebar ke 13 negara dibawa oleh turis-turis China yang berasal dari Wuhan.

Bagaimana Indonesia ?

Ada laporan, di Jambi ada seorang warga yang baru saja datang dari kota Wuhan, China, yang dirawat di RS Jambi. Orang ini terkena batuk, pilek dan langsung diisolir karena takut terkena virus Corona.

Meski begitu, Menteri Kesehatan Terawan mengatakan, belum ada kabar virus Corona masuk Indonesia. Kalau ada beritanya, itu pasti hoax. Tapi Indonesia tetap siaga satu. Lebih dari 100 turis Tiongkok di bandara Minangkabau, diperiksa kesehatannya.

Wabah virus Corona di China ini, langsung dipolitisasi oleh Israel. Intelijen Israel mengklaim bahwa virus Corona itu sebenarnya adalah senjata biologis yang sedang disiapkan China, tapi kemudian bocor di negaranya sendiri.

Rusia punya pendapat berbeda. Kata seorang ilmuwan Rusia, virus Corona adalah senjata biologis Amerika untuk menghancurkan ekonomi China. Dan semua ini berkaitan dengam perang dagang Amerika dengan China.

Meski sama-sama berspekulasi dan sibuk dengan teori konspirasi, Amerika dan Rusia juga sibuk memindahkan warganya dari China kembali ke negara asal supaya tidak terkena dampak virus.

Bagaimana sikap Indonesia ?

Dari beberapa status para kadrun yang “pintar-pintar” itu, mereka menghubungkan virus Corona dengan azab dari Tuhan karena China menzolimi warga muslim Uighur.

Kadrun itu lupa, kalau dulu virus Mers berasal dari Arab Saudi, tapi mereka tidak menghubungkan Mers sebagai azab Tuhan karena Saudi membantai warga Yaman.

Virus Corona memang mengerikan. Tapi di Indonesia kita masih sibuk dengan virus sepanjang jaman dan masih sulit dicari obatnya, yaitu virus intoleran.

Virus intoleran itu bukan menyerang pernapasan, tapi otak. Otak digerogoti sampe mengecil sehingga yang terkena virus mengalami halusinasi, merasa dirinya sudah pasti masuk sorga sendirian.

Kesamaan virus Corona di China dan virus Intoleran di Indonesia adalah sama-sama berasal dari kampret. Cuma kampret di Indonesia lebih pintar. Sebelum dijadikan sup seperti di China, mereka sudah merubah diri menjadi kadal gurun.

Markibong.

 

 

Komentar