TGUPP ADALAH TIM GABUNGAN PARA PECUNDANG?

Video saya kali ini dimulai dengan sebuah pertanyaan penting; Sebenernya TGUPP itu ngapain aja ya? Ada gunanya gak sih? Atau itu memang kumpulan orang yang makan gaji buta?

Oke, bagi yang gak paham, kita mulai dari awal .

TGUPP adalah singkatan dari Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan. Gubernur yang dimaksud tentu saja Anies Baswedan. Nama TGUPP jadi mencuat karena saat ini orang sedang sangat meragukan kerja Anies.

TGUPP itu terdiri dari 71 0rang. Anggarannya setahun hampir Rp 20 Miliar. Gaji Ketuanya Rp 51 juta per bulan. Ada 5 Ketua bidang, yang masing-masing digaji Rp 41 juta per bulan. Lantas nanti ada anggota-anggota lebih rendah dengan gaji terendah rp 8 juta.

Wajarkah mereka dibayar segitu tinggi?

Jawabannya: relatif.

Kalau mereka punya kontribusi penting dan memang produktif, tentu tidak ada masalah. Yang jadi soal itu tadi: mereka dibayar dengan segitu besar, untuk melakukan apa ya?

Untuk menyiapkan video ini saya sempat menyebarkan pertanyaan ke berbagai WAG dan medsos: apa sih kerjaan TGUPP? Saya lontarkan pertanyaan itu bukan hanya di WAG tim anti Anies ya, tapi juga WAG netral.

Dan ternyata memang tak ada yang bisa memasok informasi tentang kerjaan TGUPP. Jadi kesannya, TGUPP memang dibayar mahal, padahal kerjaan mereka penuh misteri.

Masalahnya, pada saat yang sama kita melihat betapa amburadulnya pembangunan di DKI. Soal banjir, lagi-lagi bisa kita jadikan contoh.

Semua orang sekarang tahu bahwa banjir bisa ditekan kerusakannya kalau Anie sbekerja dengan baik. Misalnya saja, soal puluhan pompa yang tidak berfungsi. Kok bisa enggak tahu?

Atau soal keanehan anggaran yang memunculkan kasus fenomenal Aica Aibon Rp 80 miliar. Kok yang menemukan justru anggota PSI? Kok keanehan itu bukan ditemukan oleh tim Anies?

Ini membingungkan sementara para anggota TGUPP sendiri seperti tidak pernah terlihat di depan publik. Atau kalau muncul, malah terkesan dagelan.

Beberapa hari yang lalu, ada seorang anggota TGUPP di stasiun televisi nasional yang berusaha menjelaskan apa yang disebut strategi naturalisasi menghadapi banjir.

Katanya, di rumah-rumah penduduk, air hujan sebaiknya ditampung, diserap dan baru sisianya dialirkan keluar rumah. Penjelasannya ini jadi bahan tertawaan seantero negara .

Akibatnya si bapak ini, yang katanya dari ITB, jadi bahan bullyan netizen. Jadi mohon dipahami kalau TGUPP sekarang jadi bahan lelucon.

Singkatannya pun dibuat macam-macam. Ada yang menyebut Terima Gaji untuk Pembohongan Publik. Tim Gabungan untuk Pencuri Penghasilan. Atau ada yang bilang Tim Gabungan Para Pecundang.

Dan satu lagi yang meski becanda tapi tetap serius adalah: Tim Gubernur untuk Pemenangan Persiden.

Yang satu ini, penjelasannya masuk akal. TGUPP itu katanya memang bukan dibentuk untuk bekerja mengabdi pada rakyat Indonesia.

TGUPP dibentuk sebagai balas budi Anies pada kumpulan orang yang memenangkan dia saat Pilgub DKI 2017 lalu. Dan orang-orang ini dipeliharanya untuk memenangkan dia pada Pilpres 2024 nanti.

Ini tidak berarti mereka tidak bekerja.

Tapi pekerjaan mereka ya begaimana membangun basis pendukung yang dibutuhkan Anies untuk keperluan nanti. Merekalah yang membangun jaringan dengan kelompok-kelompok masyarakat.

Merekalah yang menggelontorkan dana untuk membayar LSM, ormas, influencer atau bahkan media massa untuk pencitraan Anies.

Bahkan yang lebih kasar lagi, ada tuduhan bahwa mereka yang merancang anggaran DKI yang tidak masuk akal itu.

Benarkah tuduhan itu semua?

Sepeti saya katakan, tidak jelas. Tapi saya rasa sudah selayaknya TGUPP menjelaskan apa yang mereka lakukan. Janganlah bekerja dengan senyap.

Anies harus ingat, TGUPP dibiayai dengan uang rakyat. Mereka harus bertanggungjawab pada rakyat.

Gunakan akal sehat. Hanya dengan Akal Sehat, negara ini bisa selamat.

 

Komentar