Denny Siregar: GILA ! JOKOWI BERANI MELAWAN UNI EROPA! I Timeline

Politik nasional sudah mereda, Pilpres sudah selesai. Lima tahun ke depan situasi akan semakin adem, meski ada sedikit riak-riak, tapi tidak terlalu penting untuk kita bahas.

Yang menarik sekarang adalah politik internasional. Tidak banyak dibahas, tapi kita sekarang sedang “perang” dengan Uni Eropa. Dunia menyebutnya sebagai perang sawit.

Minyak sawit berasal dari pohon sawit, adalah energi terbarukan pengganti bahan bakar minyak dari fosil, yang selama ini kita gunakan dalam bentuk bensin. Bahan bakar dari fosil ini, diperkirakan akan habis dalam waktu 30 tahun lagi. Dan kalau itu habis, dunia akan berperang berebut sumber energi.

Karena itu, seluruh dunia sedang berlomba-lomba untuk menciptakan energi terbarukan supaya mereka tetap hidup, tidak bergantung dari energi fosil. Dan salah satu sumber terbarukan yang menjadi primadona adalah minyak sawit.

Dan untungnya, Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia. Dengan lahan 12 juta hektar, Indonesia dan Malaysia menguasai 90 persen pasar sawit di dunia.

Penguasaan sebesar ini tentu ada yang cemburu. Dan salah satu yang meributkan pemilikan besar ini adalah Uni Eropa.

Ada ketakutan dari negara-negara besar yang diwakili Uni Eropa, bahwa kelak Indonesia akan mengontrol perdagangan minyak sawit yang akan menjadi sumber bahan bakar utama pengganti fosil.

Dan ini harus dicegah, tidak boleh ada yang mengontrol sumber energi selain mereka, negara-negara besar itu.

Isu yang mereka pakai adalah pembukaan ladang sawit mengancam keberadaan hutan di Indonesia dan seluruh habitatnya. Dengan isu lingkungan hidup itu, mereka kemudian melarang minyak sawit dalam bentuk biofuel, sebagai salah satu energi terbarukan.

Dan ini jelas merugikan Indonesia bersama Malaysia.

Kampanye buruk Uni Eropa ini akan berdampak serius terhadap perdagangan minyak sawit di Indonesia. Dan jika ini terjadi, maka 4 juta pekerja di Indonesia bisa terancam..

Indonesia pun melawan.

Jokowi tidak menyerah dengan tekanan Uni Eropa. Perintahnya jelas, kerahkan pengacara-pengacara terbaik Indonesia untuk melawan Uni Eropa.

Bukan hanya itu. Jokowi pun melarang penjualan biji nikel ke Eropa sebagai bentuk perlawanan terbaru, mulai Januari tahun depan.

Gerakan Jokowi ini membuat Eropa khawatir. Gimana ngga, selama ini industri baja Eropa tergantung biji nikel yang terbesar dipasok oleh Indonesia. Kalau Indonesia melarang ekspor biji nikelnya ke Eropa, hancurlah pabrik-pabrik baja di Eropa. Bisa bangkrut mereka.

Indonesia di tangan Jokowi memang ingin mengubah kebijakan ekspor bahan mentah.

Selama ini, hasil bumi Indonesia selalu dikeruk dan dijual dalam bentuk mentah ke seluruh dunia. Jokowi ingin, bahan mentah seperti sawit dan nikel ini harus diolah dulu di Indonesia, baru diekspor dalam bentuk barang jadi.

Karena nilai barang jadi, jauh lebih tinggi daripada hanya menjual bahan mentahnya saja.

Perang Indonesia melawan Uni Eropa ini bakalan rame mengisi tahun 2020. Ini mirip perang dagang Amerika melawan China.

Dan siapa yang menang kira-kira?

Sebagai orang Indonesia, jelas saya harus memegang Indonesia. Meski juga tidak setuju kalau hutan di Indonesia terus-menerus dibabat untuk pembukaan lahan sawit, tapi itu kita bahas nanti.

Yang penting, ayo Jokowi, jangan pernah ragu untuk melawan negara-negara besar itu. Kita boleh kalah start dari mereka, tetapi minimal di garis finish nanti kita akan sejajar dengan Uni Eropa.

Markibong..

Komentar