Ade Armando ditolak jadi Guru Besar UI, Karena Mengkritisi Tarbiyah

Ade Armando, Dosen Ilmu Komunikasi UI (Universitas Indonesia), ditolak menjadi Guru Besar oleh UI. Dewan Guru Besar UI (DGI) menilai Ade Armando belum memenuhi nilai integritas serta tata krama sebagai syarat menjadi guru besar. Nama Ade Armando sudah dicalonkan sebagai Guru Besar sejak tahun 2016 namun baru mendapat jawaban penolakan pada tahun 2019. Ade sering dianggap kontroversial dengan pendapat dan statusnya di media sosial. Padahal Ade mengaku bahwa dirinya selama ini tidak memiliki permasalahan dan sudah memenuhi persyaratan akademis.

Bagaimana posisi aspek integritas, etika, dan tata krama sebagai pertimbangan seseorang menjadi Guru Besar? Perlukah pertimbangan di atas ditekankan untuk pencapaian sebuah posisi akademis? Atau, pertimbangan di atas dapat menjadi pembungkam akademisi untuk mengeluarkan pendapat di luar dunia akademis di kampus? Mari berdiskusi bersama Ade Armando, Dara Nasution, dan Syafiq Hasyim di Pojok Logika dengan tema Penolakan Ade Armando sebagai Guru Besar UI.

Komentar