Surat untuk Bapak Prabowo

Kepada Prabowo yth.

Selamat malam, bapak…
Apa sudah membaca kisah Rizieq Shihab, ulama kebanggaan bapak yang sekarang sedang dapat masalah?

Dia gak bisa pulang, pak. Karena katanya overstay, atau ijin tinggalnya kedaluarsa. Jadi doi harus bayar 110 juta rupiah kalau pengen pulang ke Indonesia. Apalagi dia bawa keluarga juga. Jadi mereka berlima totalnya 550 juta rupiah. Gede, pak. Kasian.

Kan dulu bapak yang berjanji, mau jemput Rizieq pulang pake jet pribadi. Trus disambut kampret eh karpet merah di kanan kiri. Bandara akan dipenuhi satu juta manusia ditambah semut semut merah yang berbaris di dinding dan menatapnya curiga.

Oh, maaf bapak. Itu lagunya Obbie Messakh.

Bapak harus penuhi janji dong. Jangan habis kalah terus tidak menolong. Waktu habis pencoblosan, kan sudah saling telpon menelpon. Ucapkan selamat dan berjanji akan bersama sampai hari kiamat.

Kata teman dekat, janji adalah kutang. Harus dipegang biar enak. Kalau salah ukuran, sesak pak. Napas bisa tersengal-sengal.

Masak yang harus ngajak pulang Jokowi? Kata kader bapak, itu bagian dari rekonsiliasi. Lah, bapak yang berjanji Jokowi yang harus menepati.

Gimana sih, pak. Ini seperti Lucinta Luna. Yang gak tahu gimana ceritanya, tapi hamil lagi hamil lagi.

Semoga bapak menonton video ini. Saya hanya menyampaikan jeritan hati. Dari seseorang yang nun jauh disana, dan takut pulang lagi. Padahal kan kasusnya sudah selesai semua, tidak ada masalah lagi.

Jadi, kenapa tidak mau pulang? Apa masih ada rahasia yang terpendam dan tidak mau ketahuan ? Atau tidak punya uang? Biar pak Muldoko yang biayai..

Kalau ada sumur di ladang
Boleh kita menumpang mandi
Kalau Rizieq umurnya panjang
Tinggal disana saja, lima tahun lagi

Selamat malam, bapak Prabowo yth.
Izinkan saya seruput kopi.

Komentar