Hore! Boleh Poligami di Aceh

Para pecinta poligami bersorak sorai di Aceh..

Negara serambi Mekkah itu rencana akan melegalkan poligami disana. Dan asiknya, semua unsur mulai ulama sampai pemerintahnya setuju semua. Terutama yang laki-lakinya.

Kata mereka, poligami itu memang harus diatur di Aceh, kalau tidak, banyak yang nikah siri. Jadi legalkan saja sekalian biar terang benderang.

Kalau masalah alasan, mereka memang jagonya. Dibuatlah seakan-akan itu keadaan mendesak dan harus dipayungi peraturan. Lalu keluarlah ulama-ulama untuk melegalkannya. Sah sudah.

Aceh adalah daerah istimewa yang menganut syariat Islam menurut UU otonomi khusus. Sejak perjanjian perdamaian di Helsinki, Aceh punya UU khusus yang harus disetujui DPR Aceh.

Tapi sayangnya, sejak UU khusus itu diberlakukan di Aceh, masalah mereka masih berputar di sekitar itu-itu saja. Kalau gak mabuk, judi ya masalah mesum. Melanggar soal-soal itu, siap dicambuk di depan publik. Cetarrrr..

Tapi bagaimana dengan ekonominya ?

Menurut BPS Aceh, Aceh masih juara bertahan provinsi termiskin se Sumatera. Dan juga menempati posisi ke 6 termiskin se Indonesia.

Tepuk tangan dulu..

Padahal sudah ratusan triliun rupiah dana otonomi khusus dikucurkan ke Aceh sebagai bentuk kepedulian negara. Hasilnya ? Dua Gubernur ketangkap karena korupsi. Rakyatnya ? Ya, tetap makan hati. Siap-siap dicambuk karena salah sedikit. Sedangkan yang korupsi, tidak ada hukum yang mengatur potong tangan sesuai syariat Islam bagi pencuri.

Hebat kan ?

Sahabat super, begitulah kondisi di Aceh sekarang.

Dan sesudah semua prestasi itu, pemerintah Aceh pun sibuk mengatur bahwa poligami harus dilegalkan. Bahkan Ketua FPI Aceh, malah mengatur jumlah berapa wanita yang harus diperistri.

Katanya, “bupati harus punya minimal tiga istri. Anggota DPR Aceh, juga tiga istri. Kalau DPR Kabupaten, camat sama kepala desa ya, cukup dua istri lah…”

Ternyata banyaknya istri sesuai dengan pangkat dan jabatan.

Kalau rakyat Aceh harus punya minimal berapa istri ?

Ya, rakyat Aceh siap-siap hadapi cambuk lagi cambuk lagi.

Jadi rekan rekan sekalian, terutama emak-emak yang budiman, kalau pengen lihat bagaimana sistem khilafah kelak terjadi di Indonesia, cukup main-main ke Aceh saja. Dan negeri ini kelak akan sibuk berdebat berapa istri yang harus didapat.

Sedangkan Malaysia mungkin sudah menemukan cara bagaimana warganya berwisata ke planet Mars

Seruput kopinya..

Komentar